Beberapa Sekolah Mulai Pembelajaran Tatap Muka 5 April Depan

Jepara

Salah satu sekolah di Jepara menggelar simulasi pembelajaran tatap muka beberapa bulan lalu.

JEPARA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana menjalankan pembelajaran tatap muka. Di Jepara, rencananya ada empat sekolah yang mengikuti pembelajaran tatap muka.

Empat sekolah yang bakal menjalankan pembelajaran tatap muka pada 5 April 2021 mendatang tersebut adalah SMA N 1 Jepara, MAN 1 Jepara, SMK N Kalinyamatan, SMP N 2 Jepara.

Kepala SMAN 1 Jepara, Udik Agus Dwi Wahyudi, mengatakan pihaknya kini telah menyiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan. ”Kami siapkan face shield untuk semua siswa, guru, dan karyawan gratis. Karena dapat bantuan dari pemerintah provinsi Jateng,” ujar Udik, Selasa (23/3/2021).

Udik menyebut, jumlah siswa yang akan masuk dalam uji coba tersebut ada sebanyak 110 orang. Berdasarkan ketentuan dari Pemprov Jateng, jumlah siswa yang boleh masuk dalam pembelajaran tatap muka hanya 70 sampai 110 siswa.

Pada tahap pertama ini, kata Udik, siswa yang masuk pembelajaran tatap muka dipilih hanya dari kelas sepuluh. Pasalnya, mereka belum pernah masuk sekolah selama masa pandemi ini.

Udik menambahkan, uji coba itu akan dilaksanakan selama dua pekan. Kemudian sepekan berikutnya kembali pembelajaran daring dan dilakukan evaluasi. Jika hasilnya bagus, pembelajaran tatap muka akan dilanjutkan dan jumlah siswa akan ditambah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara Agus Tri Harjono, mengutarakan bahwa untuk tahap pertama uji coba itu, pihaknya diminta Pemprov Jateng hanya mengusulkan satu SMP yang mengikuti uji coba.

Kendati demikian, Agus masih akan mencari sekolah-sekolah yang sudah siap untuk menjalankan pembelajaran tatap muka. Pihaknya tidak mau gegabah mengusulkan sekolah tatap muka jika nantinya kasus Covid 19 justru bertambah.

”Ini sedang kami kaji. Sekolah-sekolah mana yang sudah siap pembelajaran tatap muka. Takutnya nanti kita tidak bisa mengendalikan prokes pada siswa. Misalnya berdesak-desakan saat naik angkot ke sekolah,” terang Agus. (JHI/FQ)

Exit mobile version