Kerajiinan Kotak Perhiasan Kartini Jepara

kotak-Perhiasan-Kayu-Jati-ukiran-Kartini-Jepara-dikirim-ke-Belanda-oleh-Kartini-dibuat-oleh-Rumah-Kartini-dan-Kriya-Ukir-Jepara-Indonesia

Projek ini berasal dari komunitas Rumah Kartini yang sudah menekuni untuk mengumpulkan dan mempelajari data data sejarah, seni yang berhubungan dengan Kartini dan Jepara mulai tahun 2008. Keterlibatan Kriya Ukir dalam hal ini salah satunya adalah untuk mereproduksi kotak perhiasan Kartini yang pernah dikirim ke Belanda kepada perusahan Oost en west pada tahun 1902 , Dhasyat bukan, Kartini yang baru berumur 23 Tahun sudah bisa mempromosikan ukiran Jepara ke Belanda pada saat itu dengan komunikasi dan alat pengiriman yang pasti berbeda pada jaman sekarang.

Oost en West bertujuan utama untuk memajukan kepentingan penduduk Hindia dan memiliki panitia kecil yang mengurus seni dan beranggotakan sejumlah seniman terkemuka. Panitia seni ini bertujuan mengirim seniman-seniman, yang mengkhususkan diri dalam seni ekspresif, ke Hindia untuk menggalakkan seni di Hindia pada umumnya dan seni batik pada khususnya, untuk memurnikannya dari pengaruh-pengaruh asing, contohnya pengaruh Eropa, yang menyebabkan kemerosotannya. Minat penduduk Belanda terhadap seni dari Hindia-Belanda dipicu oleh kesuksesan besar pameran seni Indis yang diadakan Oost en West. Di luar Belanda, seni Indis, khususnya batik, mulai dikenal. (Surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar, 11 Oktober 1901).

Reproduksi Kotak Perhiasan

Sekilas kalo kita melihat tentang kotak perhiasan dijaman sekarang begitu sederhana ukirannya, akan tetapi pada kotak perhiasan yang dikirim Kartini ini mempunyai desain ornament yang balance dan penuh dengan artistik visual, bukan hanya relung, bunga dan daun saja akan tetapi bentuk seperti tulisan/ inisial juga fauna dikemas untuk mengisi bidang yang diukir menjadi nilai estetik pada kotak kayu perhiasan ini. Referensi untuk mereproduksi bukan hanya dari data Foto sejarah saja, melainkan surat surat kartini menjadi patokan kami untuk mereproduksi. Analisa ini bukan hal yang mudah, beberapa seniman dan budayawan kami libatkan sebelum memulai reproduksi kotak perhiasan kayu yang diukir secara indah.

Motif Ukiran Kartini Jepara

Proses menggambar dan menganalisa bentuk kotak kayu ini penuh ketelitian untuk bisa mengetahui detail ukirannya, dari beberapa analisa Kriya Ukir terlihat jelas ada beberapa perbedaan motif ukiran di  jaman Kartini dan motif Jepara sekarang. Pelajaran motif ukir Jepara yang kami pelajari mulai jaman SMP, SMIK dan ISI jogja ternyata berbeda. Kriya Ukir belum mempelajarinya secara detail motif ukiran yang berkembang di era Jepara pada tahun 1900 awal dikarenakan data kami masih minim. Beberapa hasil karya Reproduksi tentang kotak perhiasan bisa dilihat pada artikel Kotak Ukir Perhiasan Kartini Jepara

Proses-pengukiran-Pesanan-Kustom-kotak-ukir terbaik-dikirim-ke-Belanda-oleh-Kartini-dibuat-oleh-Rumah-Kartini-dan-Kriya-Ukir-Jepara-Indonesia

kotak-Perhiasan-berukir-Jepara-dikirim-ke-Belanda-oleh-Kartini-dibuat-oleh-Rumah-Kartini-dan-Kriya-Ukir-Jepara-Indonesia

Seniman Ukir
Setelah desain sudah disetujui kami melanjutkan proses kostruksi dan pembahanan kayu jati, Pengukiran untuk kotak perhiasan    ini kami memilih seniman ukir muda yang bernama Antok, karya dan karakteristiknya hampir menyerupai pada kotak kartini, dengan alat tradisional dan kesabaran saat mengukir menjadikan karya tersebut berhasil dikerjakan secara bagus dan detail menyerupai foto sejarah. Setelah ukiran jadi dilanjutkan proses finishing dengan menggunakan bahan alam dari fermentasi tembakau dan teh selama 4 bulan, alat pembantu yang digunakan juga tradisional seperti kuas dan alat sangkling.

kotak Perhiasan Kayu Jati -ukir-Jepara-dikirim-ke-Belanda-oleh-Kartini-dibuat-oleh-Rumah-Kartini-dan-Kriya-Ukir-Jepara-Indonesia

untuk melihat hasil kotak perhiasan kayu yang berukir pada jaman Kartini bisa datang langsung ke Rumah Kartini yang beralamat di Jl. KH. Moliki 02. Pengkol Jepara. Jawa Tengah-Indonesia.

Sumber : https://kriyaukir.com/ (Kriya Ukir Jepara)

Comments

comments

Leave a Response