<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sejarah &#8226; Jepara Hari Ini</title>
	<atom:link href="https://jeparahariini.com/category/sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jeparahariini.com/category/sejarah/</link>
	<description>Kabar Berita Jepara Terkini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Nov 2025 04:43:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2017/09/cropped-jhi-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Sejarah &#8226; Jepara Hari Ini</title>
	<link>https://jeparahariini.com/category/sejarah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Keluarga Besar RA Kartini Kunjungi Museum Kartini Jepara, Sampaikan Beberapa Harapan Penting</title>
		<link>https://jeparahariini.com/keluarga-besar-ra-kartini-kunjungi-museum-kartini-jepara-sampaikan-beberapa-harapan-penting/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=keluarga-besar-ra-kartini-kunjungi-museum-kartini-jepara-sampaikan-beberapa-harapan-penting</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/keluarga-besar-ra-kartini-kunjungi-museum-kartini-jepara-sampaikan-beberapa-harapan-penting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 04:42:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Museum kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Kartini Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17439</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA — Museum RA Kartini yang berada di kompleks Pendopo Kabupaten Jepara kembali mendapat kunjungan istimewa. Pada Sabtu (29/11/2025), sejumlah keturunan keluarga besar RA Kartini datang langsung ke museum yang diresmikan sebagai situs penyimpanan memori historis dan perjuangan tokoh emansipasi perempuan Indonesia tersebut. Kedatangan keluarga ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali nilai, jejak dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div dir="auto" style="text-align: justify;"><a href="http://www.jeparahariini.com"><strong>JEPARA</strong></a> — Museum RA Kartini yang berada di kompleks Pendopo Kabupaten Jepara kembali mendapat kunjungan istimewa. Pada Sabtu (29/11/2025), sejumlah keturunan keluarga besar RA Kartini datang langsung ke museum yang diresmikan sebagai situs penyimpanan memori historis dan perjuangan tokoh emansipasi perempuan Indonesia tersebut.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Kedatangan keluarga ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali nilai, jejak dan harapan terhadap keberlanjutan museum yang kini menempati rumah sejarah tempat Kartini pernah tinggal dan menulis gagasan-gagasan besarnya.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<h2 dir="auto" style="text-align: justify;">Menapak Jejak Sejarah Kartini di Rumah Masa Kecilnya</h2>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Setibanya di museum, keluarga Kartini diajak menyusuri berbagai koleksi yang merekam perjalanan hidup RA Kartini, mulai dari dokumentasi perjuangan pendidikan, artefak pribadi, surat-surat Kartini hingga rekam jejak korespondensinya yang mendunia.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Kunjungan ini menjadi ruang “flashback” bagi keluarga, mengingat kembali bagaimana sosok RA Kartini semasa hidup telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan pemikiran bangsa. Bagi mereka, museum ini bukan sekadar ruang pajang, tetapi rumah memori bagi masyarakat Indonesia.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<h2 dir="auto" style="text-align: justify;">Hernowo: Museum Kartini Harus Hidup sebagai Ruang Pendidikan Publik</h2>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Hengki Hernowo, atau yang akrab disapa Hengki, cucu dari Raden Mas Slamet Sosrosningrat, putra pertama Raden Mas Adipati Aryo Sosroningrat, menyampaikan rasa syukur atas diresmikannya pendopo sebagai Museum Kartini.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">&#8220;Alhamdulillah Pendopo Kabupaten Jepara sudah menjadi Museum RA Kartini. Kami dari pihak keluarga hanya mohon agar museum ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Jepara khususnya dan Indonesia pada umumnya,&#8221; ujar Hengki.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Ia juga menegaskan kembali tiga harapan utama keluarga besar Kartini, sejalan dengan pernyataan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam sambutannya saat peresmian beberapa waktu lalu.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Diantaranya adalah, Museum Kartini berpeluang menjadi cagar budaya nasional dan ruang kehidupan publik bagi generasi sekarang dan mendatang.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Museum mampu mengangkat kembali semangat Kartini, seorang perempuan muda yang gigih memperjuangkan pendidikan, kesetaraan, dan kemajuan perempuan di Indonesia.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Nilai-nilai perjuangan Kartini harus diwariskan kepada generasi muda, menjadikan museum sebagai ruang perenungan dan pembelajaran yang mendalam.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<h2 dir="auto" style="text-align: justify;">Asri Miminingtias: Museum Kartini Harus Hidup dan Produktif</h2>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Asri Miminingtias, salah satu anggota keluarga R.M.A.A. Sosroningrat, turut memberikan harapan besar atas hadirnya museum ini.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Menurutnya, keberadaan museum di pendopo membuka akses luas bagi masyarakat untuk melihat langsung seperti apa lingkungan tempat Kartini dibesarkan dan berkarya.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">&#8220;Ini memungkinkan masyarakat umum melihat rumah tinggal Kartini, mengikuti kiprahnya, dan menjadi informasi yang bagus bagi anak-anak sekolah maupun ibu-ibu yang berkunjung,&#8221; ujarnya.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Asri juga mengungkap gagasan penting yang ia sampaikan. Diantaranya, museum harus hidup sebagai ruang kreatif. Ia mendorong agar ke depan museum menghadirkan workshop batik, pelatihan ukir, hingga kelas keterampilan, seperti yang dulu dilakukan Kartini bersama adik-adiknya ketika berupaya memajukan perempuan Jepara.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Ia berharap museum tidak hanya menjadi ruang pasif, tetapi tetap aktif menghidupkan kembali tradisi edukatif yang pernah dimulai oleh Kartini.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<h3 dir="auto" style="text-align: justify;">Harapan agar Museum Tetap Langgeng di Masa Depan</h3>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Pihaknya juga menekankan pentingnya akan keberlanjutan museum ini.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">&#8220;Saya pribadi berharap bahwa Museum Kartini ini akan terus langgeng. Walaupun nanti bupati berganti, museum ini harus tetap ada dan jangan sampai berubah lagi,&#8221; ujarnya.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Kunjungan keluarga besar ini menjadi penegasan bahwa Museum RA Kartini bukan hanya warisan budaya Jepara, tetapi warisan nasional. Dukungan pemerintah, masyarakat dan keluarga diharapkan dapat menjadikan museum ini ruang hidup yang terus menyalakan semangat Kartini bagi generasi Indonesia berikutnya.</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/keluarga-besar-ra-kartini-kunjungi-museum-kartini-jepara-sampaikan-beberapa-harapan-penting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Museum Kartini Diharapkan Jadi Penggerak Edukasi, Wisata, dan Ekonomi Budaya Jepara</title>
		<link>https://jeparahariini.com/museum-kartini-diharapkan-jadi-penggerak-edukasi-wisata-dan-ekonomi-budaya-jepara/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=museum-kartini-diharapkan-jadi-penggerak-edukasi-wisata-dan-ekonomi-budaya-jepara</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/museum-kartini-diharapkan-jadi-penggerak-edukasi-wisata-dan-ekonomi-budaya-jepara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 14:15:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Kebudayaan RI]]></category>
		<category><![CDATA[Museum kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo Jepara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17436</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA &#8211; Museum Kartini di Jepara kembali mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah. Dalam kunjungan bersama Bupati Jepara, Witiarso Utomo, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap museum ini tidak hanya sebatas peresmian, melainkan berlanjut pada penguatan fasilitas serta pengembangan program. Fadli Zon mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jepara telah merespons...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.jeparahariini.com"><strong>JEPARA</strong> </a>&#8211; Museum Kartini di Jepara kembali mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah. Dalam kunjungan bersama Bupati Jepara, Witiarso Utomo, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap museum ini tidak hanya sebatas peresmian, melainkan berlanjut pada penguatan fasilitas serta pengembangan program.</p>
<p style="text-align: justify;">Fadli Zon mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jepara telah merespons dengan sangat baik pengembangan museum ini sejak awal. “Saya waktu kedatangan Pak Bupati dan teman-teman yang lain, kita merespon sangat positif. Dan nanti tentu dari Kementerian Kebudayaan bisa ikut mendukung, membantu museum ini,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).</p>
<p>Ia menambahkan bahwa museum tersebut diharapkan bisa segera teregistrasi secara formal sehingga memungkinkan mendapat dukungan anggaran untuk menambah fasilitas digital seperti instalasi imersif serta aktivitas-aktivitas edukasi publik.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Bupati Jepara: Destinasi Baru untuk Wisata Keluarga dan Edukasi Anak</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menuturkan bahwa Museum Kartini memiliki potensi besar menjadi destinasi baru yang memperkuat citra Jepara sebagai kota wisata dan kota budaya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Harapan kami bisa menambah destinasi wisata untuk Jepara dan menjadi edukasi wisata untuk anak-anak kita, supaya lebih mengenali sejarah dan nilai-nilai Kartini,”</em> ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia memastikan bahwa museum ini akan dibuka untuk masyarakat umum, namun saat ini pemerintah daerah masih menyusun aturan teknis pengelolaannya. Kebijakan tersebut disiapkan guna memastikan aktivitas museum berjalan efektif, inklusif, dan berkelanjutan.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Fadli Zon Dorong Penguatan Ekonomi Budaya melalui Merchandise</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Selain pengembangan fasilitas digital, Fadli Zon menekankan pentingnya museum memiliki kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu caranya adalah melalui produksi dan penjualan merchandise eksklusif.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Selain pariwisata dan ekonomi kreatif, yang paling penting bagi museumnya sendiri adalah membuat merchandise. Biasanya merchandise itu bisa menyumbang 50 persen pemasukan museum,”</em> jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih jauh, ia menyebut Jepara memiliki modal kreativitas yang besar karena dihuni oleh banyak seniman dan perajin berkualitas. Oleh karena itu, ia menilai merchandise bertema Kartini harus dikembangkan secara serius dan bersifat spesial.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Merchandise Kartini harus banyak, harus bagus dan harus spesial. Hanya bisa didapatkan di sini,”</em> tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia juga mendorong agar Museum Kartini dipromosikan hingga tingkat nasional bahkan internasional, termasuk ke Belanda sebagai negara yang punya keterkaitan historis dengan Kartini. Upaya ini diyakini mampu menjadikan museum sebagai salah satu <em>engine</em> atau mesin penggerak ekonomi daerah.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Menuju Destinasi Sejarah yang Relevan dan Berdaya Saing</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Dengan dukungan pemerintah pusat, komitmen pemerintah daerah, serta keterlibatan para pelaku budaya Jepara, Museum Kartini diharapkan tidak hanya menjadi ruang edukasi sejarah, tetapi juga pusat aktivitas budaya, ruang kreatif dan destinasi wisata unggulan. Sinergi tersebut diyakini mampu menguatkan kembali warisan Kartini sekaligus meningkatkan ekonomi berbasis budaya di Jepara.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/museum-kartini-diharapkan-jadi-penggerak-edukasi-wisata-dan-ekonomi-budaya-jepara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sabda dari Prasasti Candi Angin: Laki-laki Dilarang Berpoligami</title>
		<link>https://jeparahariini.com/sabda-dari-prasasti-candi-angin-laki-laki-dilarang-berpoligami/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sabda-dari-prasasti-candi-angin-laki-laki-dilarang-berpoligami</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/sabda-dari-prasasti-candi-angin-laki-laki-dilarang-berpoligami/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2021 11:22:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Angin]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[keling]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[tempur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=15788</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA – Dalam beberapa tahun terakhir, banyak benda bersejarah ditemukan di Desa Tempur. Terutama di Komplek Candi Angin. Salah satunya yaitu adanya prasasti yang memiliki pesan pelarangan praktik poligami bagi kaum Adam. Kepala Seksi Kepurbakalaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), mengungkapkan prasasti yang ditemukan oleh Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta pada 2016 lalu, itu dinamai...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>JEPARA</strong> – Dalam beberapa tahun terakhir, banyak benda bersejarah ditemukan di Desa Tempur. Terutama di Komplek Candi Angin. Salah satunya yaitu adanya prasasti yang memiliki pesan pelarangan praktik poligami bagi kaum Adam.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Seksi Kepurbakalaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), mengungkapkan prasasti yang ditemukan oleh Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta pada 2016 lalu, itu dinamai sebagai Prasasti Candi Angin.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah melewati proses penelitian cukup panjang, Balar Yogyakarta menyatakan prasasti yang berupa batu berbentuk mirip persegi panjang itu diperkirakan dibuat pada masa kejayaan Majapahit. Yaitu pada periode abad ke-13 sampai 14 masehi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan bertuliskan aksara Jawa Kuno, rangkaian aksara itu memiliki makna ‘Jika ada suami mengambil istri kedua, maka tidak akan menjadi keturunan pemuja Siwa’. Maknanya, kata Lia, laki-laki dilarang berpoligami.</p>
<p style="text-align: justify;">”Prasasti ini baru diserahkan kepada Museum Kartini pada bulan Maret ini. Masyarakat bisa melihatnya langsung. Saya pikir ini akan bisa menjadi master peace bagi museum kita,” kata Lia (26/3/2021).</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya, lanjut Lia, di Komplek Candi Angin dan Desa Tempur, masih berpotensi ditemukan benda-benda bersejarah lebih banyak lagi. Namun, masih butuh waktu tak sebentar untuk mencari benda-benda itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Lia mengatakan, potensi itu dibuktikan dengan banyaknya benda-benda bersejarah yang sudah ditemukan oleh peneliti maupun masyarakat. Saat ini saja, puluhan benda-benda yang diduga cagar budaya hasil temuan dari Desa Tempur, sudah banyak disimpan di Museum Kartini.</p>
<p style="text-align: justify;">”Masih banyak benda-benda temuan yang diduga cagar budaya. Dan itu masih perlu kita teliti lebih dalam di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB),” terang Lia. (JHI/FQ)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/sabda-dari-prasasti-candi-angin-laki-laki-dilarang-berpoligami/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratusan Keping Koin China Ditemukan Petani Kaligarang</title>
		<link>https://jeparahariini.com/ratusan-keping-koin-china-ditemukan-petani-kaligarang/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ratusan-keping-koin-china-ditemukan-petani-kaligarang</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/ratusan-keping-koin-china-ditemukan-petani-kaligarang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2021 08:08:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligarang]]></category>
		<category><![CDATA[keling]]></category>
		<category><![CDATA[Koin kuno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=15774</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA &#8211; Ratusan keping koin yang diduga peninggalan kuno ditemukan seorang petani di lahan perhutani Desa Kaligarang, Kecamatan Keling. Koin-koin tersebut masing-masing bertuliskan huruf China. Kabid Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Ida Lestari, mengatakan bahwa koin-koin itu ditemukan oleh Muhammad Asri. Salah satu petani yang bekerja di perhutani setempat. Saat mencangkul tanah,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>JEPARA</strong> &#8211; Ratusan keping koin yang diduga peninggalan kuno ditemukan seorang petani di lahan perhutani Desa Kaligarang, Kecamatan Keling. Koin-koin tersebut masing-masing bertuliskan huruf China.</p>
<p style="text-align: justify;">Kabid Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Ida Lestari, mengatakan bahwa koin-koin itu ditemukan oleh Muhammad Asri. Salah satu petani yang bekerja di perhutani setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat mencangkul tanah, kata Ida, Asri tak sengaja mendapati guci kecil berisikan ratusan koin tersebut. Ratusan koin itu diduga cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">”Uang keping itu ditemukan bulan Maret lalu. Namun baru diserahkan ke Disparbud kemarin (24/3/2021),” jelas Ida, Kamis (25/3/2021).</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini, ratusan uang keping tersebut berada di Museum Kartini Jepara. Kondisi koin-koin sudah berkarat dan saling menempel. Rencananya, besok pagi akan dibawa ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Klaten untuk diteliti lebih lanjut.</p>
<p style="text-align: justify;">”Dibawa ke BPCB Klaten untuk diteliti apakah itu benar cagar budaya atau tidak,” terang Ida.</p>
<p style="text-align: justify;">Ida menjelaskan, penemuan benda-benda yang diduga cagar budaya di Jepara sangat banyak. Namun, kebenaran cagar budaya atau tidak itu, perlu penelitian lebih jauh. Misalnya terkait usia dan keaslian benda-benda itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pihaknya memperkirakan, di area tersebut dan beberapa wilayah terdekat dengan penemuan itu, masih ada banyak benda-benda peninggalan kehidupan masa lalu. Hanya saja, tidak sembarang orang bisa menemukannya. (JHI/FQ)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/ratusan-keping-koin-china-ditemukan-petani-kaligarang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pohon Besar Berumur Ratusan Tahun di Petilasan Ratu Kalinyamat Tumbang</title>
		<link>https://jeparahariini.com/pohon-besar-berumur-ratusan-tahun-di-petilasan-ratu-kalinyamat-tumbang/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pohon-besar-berumur-ratusan-tahun-di-petilasan-ratu-kalinyamat-tumbang</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/pohon-besar-berumur-ratusan-tahun-di-petilasan-ratu-kalinyamat-tumbang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2021 05:07:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Kalinyamat]]></category>
		<category><![CDATA[Pohon besar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=15634</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA&#8211; Tak ada angin tak ada hujan. Sebuah pohon besar berumur ratusan tahun yang terletak persis di samping Petilasan Ratu Kalinyamat Ambruk. Berdasarkan keterangan dari Petinggi Tulakan, Budi Sutrisno, pohon Winong berdiameter lebih dari 1,5 meter itu, ambruk sekitar pukul 06.00 WIB. Padahal, saat itu tidak ada angin ataupun hujan. ”Ada hujan itu tadi malam....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>JEPARA</strong>&#8211; Tak ada angin tak ada hujan. Sebuah pohon besar berumur ratusan tahun yang terletak persis di samping Petilasan Ratu Kalinyamat Ambruk.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan keterangan dari Petinggi Tulakan, Budi Sutrisno, pohon Winong berdiameter lebih dari 1,5 meter itu, ambruk sekitar pukul 06.00 WIB. Padahal, saat itu tidak ada angin ataupun hujan.</p>
<p style="text-align: justify;">”Ada hujan itu tadi malam. Pagi tadi sudah terang. Tak ada angin atau hujan,” terang Budi, Rabu (17/2/2021).</p>
<p style="text-align: justify;">Setengah jam sebelum pohon itu ambruk, kata Budi, salah satu petugas petilasan sempat membersihkan ruangan. Beruntung, pohon tersebut ambruk setelah petugas keluar dari ruangan.</p>
<p style="text-align: justify;">”Beruntung tak ada korban jiwa,” lanjut Budi.</p>
<p style="text-align: justify;">Budi menyebut, pohon tersebut merupakan tempat peristirahatan Ratu Kalinyamat saat menjalani Tapa Wuda. Pohon itu merupakan satu-satunya yang terbesar di area petilasan yang berlokasi di RT 01/RW 10 Dukuh Sonder, Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-15636" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210217-WA0004.jpg" alt="" width="1280" height="960" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210217-WA0004.jpg 1280w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210217-WA0004-300x225.jpg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210217-WA0004-1024x768.jpg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210217-WA0004-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Akibat ambruknya pohon itu, nyaris seluruh bagian petilasan rusak. Terutama pada bagian aula, musholla, dan toilet.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini, imbuh Budi, pihaknya belum berani berbuat banyak. Pihaknya lebih memilih menunggu intruksi dari bupati Jepara untuk menentukan pilihan, apakah pohon itu akan ditebang atau dibiarkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebab, menurut Budi, pohon Winong tersebut merupakan bagian dari cagar alam yang dilindungi. ”Karena itu situs bersejarah, kami tidak berani asal membersihkan,” ujar Budi. (JHI-FQ)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/pohon-besar-berumur-ratusan-tahun-di-petilasan-ratu-kalinyamat-tumbang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Taman Makam Pahlawan Jepara Sepi Peziarah</title>
		<link>https://jeparahariini.com/taman-makam-pahlawan-jepara-sepi-peziarah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=taman-makam-pahlawan-jepara-sepi-peziarah</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/taman-makam-pahlawan-jepara-sepi-peziarah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2020 04:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Kemerdekaan RI]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Makam Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Tmp jepara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=14714</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA &#8211; Gembok pagar Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharma Jepara masih terkunci rapat. Kaserin, juru kunci TMP menganjurkan untuk meminjam kunci di rumah salah satu warga dekat lokasi itu. ”Biasanya memang dikunci terus. Kalau mau masuk mesti izin yang pegang kunci,” celetuk Kaserin kepada Jeparahariini.com Senin,(17/8/2020). Suasana TMP Giri Dharma Jepara sangat sepi. Tak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>JEPARA</strong> &#8211; Gembok pagar Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharma Jepara masih terkunci rapat. Kaserin, juru kunci TMP menganjurkan untuk meminjam kunci di rumah salah satu warga dekat lokasi itu.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">”Biasanya memang dikunci terus. Kalau mau masuk mesti izin yang pegang kunci,” celetuk Kaserin kepada <a href="http://Jeparahariini.com">Jeparahariini.com</a> Senin,(17/8/2020).</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Suasana TMP Giri Dharma Jepara sangat sepi. Tak ada aktivitas apapun. Bendera merah putihpun tak terpasang di tiang bendera. ”Hormat dulu. Kepada para pahlawan, hormat grak!,” intruksi Kaserin saat masuk area TMP.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di belakang tugu, deretan makam para pahlawan nampak masih bersih. Hanya bunga kamboja dari pohon-pohonya di area makam itu yang menaburi pusara mereka.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kaserin mengatakan, pada perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun-tahun sebelumnya, TMP Giri Dharma selalu ramai. Meskipun kebanyakan dari kalangan pejabat atau keluarga pahlawan yang dimakamkan di sana. Namun, karena adanya pandemi Covid 19 ini, nyaris tak ada peziarah yang datang. Hanya ada upacara tengah malam tadi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">”Biasanya dari TNI atau Polri ziarah ke sini. Atau keluarga pahlawan. Mereka menabur bunga biasanya,” terang dia.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dia menyebutkan, ada 28 pahlawan yang dimakamkan di TMP Giri Dharma ini. Lima di antaranya merupakan TNI yang ikut menjadi pasukan perang merebut kemerdekaan. Yang wafat dalam rentan tahun 1947 hingga 1949.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kaserin menjelaskan, pahlawan yang pertama kali dimakamkan di TMP Giri Dharma adalah Sarpon, prajurit TNI BN II Res 28. Selain sebagai prajurit, Sarpon juga dikenal menjadi orang yang andil dalam pembukaan lahan pertanian dan perkebunan di Mulyoharjo.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">”Pak Sarpon dulu yang mengajari masyarakat Mulyoharjo bertani. Jasanya sangat besar,” ujarnya. (JHI-FQ)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/taman-makam-pahlawan-jepara-sepi-peziarah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makam Mbah Modirono Mulai Proses Pemugaran</title>
		<link>https://jeparahariini.com/makam-mbah-modirono-mulai-proses-pemugaran/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=makam-mbah-modirono-mulai-proses-pemugaran</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/makam-mbah-modirono-mulai-proses-pemugaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2020 07:24:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[aminah]]></category>
		<category><![CDATA[Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[makam]]></category>
		<category><![CDATA[modirono]]></category>
		<category><![CDATA[ngasirah]]></category>
		<category><![CDATA[pemugaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=14625</guid>

					<description><![CDATA[Jepara&#8211; Makam Mbah Modirono, orang tua dari Ngasirah (Ibu R.A Kartini) sudah mulai nampak dalam proses pemugaran. Terlihat pondasi dengan bahan baku material sudah terpasang di makam yang berada di Desa Sendang, Kecamatan kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Pemugaran tersebut dilaksanakan oleh Pemkab Jepara melalui Disparbud Kabupaten Jepara. Selain itu makam Mbah Siti Aminah, istri Mbah moedirono...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="https://jeparahariini.com/makam-mbah-modir…proses-pemugaran/"><strong>Jepara</strong></a>&#8211; Makam Mbah Modirono, orang tua dari Ngasirah (Ibu R.A Kartini) sudah mulai nampak dalam proses pemugaran. Terlihat pondasi dengan bahan baku material sudah terpasang di makam yang berada di Desa Sendang, Kecamatan kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Pemugaran tersebut dilaksanakan oleh Pemkab Jepara melalui Disparbud Kabupaten Jepara.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu makam Mbah Siti Aminah, istri Mbah moedirono juga dipugar dengan pondasi dan model yang hampir sama. Meski berlokasi di makam yang sama, tetapi posisi dari kedua makam ini berbeda. Mbah Modirono berada di ujung barat makam, sementara makam Mbah siti aminah berada di bagian depan.</p>
<figure id="attachment_14629" aria-describedby="caption-attachment-14629" style="width: 531px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class=" wp-image-14629" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/Makam-Mbah-Aminah-300x169.jpeg" alt="Makam Mbah Aminah" width="531" height="299" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/Makam-Mbah-Aminah-300x169.jpeg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/Makam-Mbah-Aminah-1024x576.jpeg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/Makam-Mbah-Aminah-768x432.jpeg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/Makam-Mbah-Aminah.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 531px) 100vw, 531px" /><figcaption id="caption-attachment-14629" class="wp-caption-text">Foto : Makam Mbah Siti Aminah (Ibunya Ngasirah)</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumya, makam Mbah Modirono kondisinya sangat memprihatinkan. Padahal beliau merupakan salah satu tokoh Ulama yang memiliki peran penting di Kota Jepara pada masanya. Untuk itu Keluarga R.M.A.A Sosroningrat melalui Asri Miminingtyas adik perempuan terkecil dari R.A Kartini bersama Arief Rahmanto keturunan dari kakak pertama RA Kartini ( RM Slamet) meminta Pemkab Jepara untuk memugar dan merawat makam tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Permintaan pemugaran dan perawatan oleh keluarga tersebut, disambut baik oleh Bupati Jepara, Dian Kristiandi. Dengan adanya pemugaran dan perawatan makam-makam bersejarah akan menjadikan masyarakat mengetahui dan mengenal bila di pemakaman tersebut terdapat makam kakeknya R.A Kartini. Sehingga nantinya bisa menjadi salah satu wisata religi di Kota Jepara.</p>
<h4 style="text-align: justify;">Proses Identifikasi Makam</h4>
<p style="text-align: justify;">Dalam proses identifikasi makam, sebelumnya sempat terjadi kesalahpahaman dengan warga. Pasalnya salah seorang tokoh warga setempat sempat mengatakan bahwa makam tersebut bukan makam Mbah Modirono.<br />
Namun, setelah melakukan konsolidasi, dipertemukan antar tokoh dan warga setempat dengan Disaparbud dan Keluarga R.M.A.A Sosroningrat, terjadilah sebuah kesepakatan bahwa makam tersebut memang merupakan makam Mbah Modirono. Salah seorang tokoh setempat menjelaskan pernah melihat sebuah monel yang tertempel di makam tersebut bertuliskan Moedirono.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, pada kesempatan yang lain pihak keluarga sowan ke Ndalem Habib Luthfi Pekalongan terkait makam tersebut. Beliau sepenuhnya mendukung pemugaran makam. Bahkan beliau mengatakan, pemugaran makam leluhur merupakan tindakan yang baik, namun tidak akan mampu membalas jasa-jasa mereka.</p>
<figure id="attachment_14632" aria-describedby="caption-attachment-14632" style="width: 462px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-14632" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/sowan-habib-lutfi-300x169.jpeg" alt="sowan habib lutfi" width="462" height="260" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/sowan-habib-lutfi-300x169.jpeg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/sowan-habib-lutfi-1024x576.jpeg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/sowan-habib-lutfi-768x432.jpeg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/sowan-habib-lutfi.jpeg 1040w" sizes="(max-width: 462px) 100vw, 462px" /><figcaption id="caption-attachment-14632" class="wp-caption-text">Foto: Keluarga RMAA Sosroningrat Sowan Habib Luthfi Pekalongan</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Setelah proses identifikasi dan validasi, pada tanggal 24 Juni 2020 Pemkab Jepara melalui Disparbud melaksanakan pengukuran dan peninjauan lokasi. Pengukuran tersebut dihadiri oleh beberapa pihak terkait, mulai dari Disparbud, Pemborong, Penjaga Makam hingga pihak keluarga R.M.A.A Sosroningrat juga turut datang.<br />
Sempat terjadi perbedaan desain yang akan dibangun dengan apa yang dikehendaki oleh keluarga. Tetapi pada prinsipnya masih dalam satu substansi yang sama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-14626 aligncenter" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/desain-makam-300x225.jpeg" alt="desain makam" width="392" height="294" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/desain-makam-300x225.jpeg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/desain-makam-1024x768.jpeg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/desain-makam-768x576.jpeg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/desain-makam.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 392px) 100vw, 392px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya setelah melalui proses yang lumayan panjang, makam Mbah Modirono dan Mbah Siti Aminah mulai proses pemugaran. Beberapa material juga sudah mulai didatangkan untuk menyempurnakan pemugaran tersebut.<br />
Tentu harapannya, masyarakat setempat umumnya masyarakat Jepara mengetahui bahwa di Pemakaman Desa Sendang, Kenyamatan Kalinyamatan terdapat makam dari kakek dan neneknya R.A Kartini, seorang pahlawan nasional yang lahir di Jepara dengan inspirasi yang terus diperbincangkan dan didiskusikan hingga kini.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-14627 aligncenter" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/diskusi-di-Makam-Mbah-Modirono-300x225.jpeg" alt="" width="408" height="306" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/diskusi-di-Makam-Mbah-Modirono-300x225.jpeg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/diskusi-di-Makam-Mbah-Modirono-1024x768.jpeg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/diskusi-di-Makam-Mbah-Modirono-768x576.jpeg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2020/08/diskusi-di-Makam-Mbah-Modirono.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 408px) 100vw, 408px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pemugaran tersebut kedepannya akan menjadi salah satu wisata religi di Jepara karena ada kaitannya langsung dengan R.A Kartini. Selain itu menjadi langkah penting Pemkab Jepara kaitannya pelestarian akan sejarah maupun tokoh-tokoh yang berpengaruh terhadap Kota Jepara.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasalnya, bagaimanapun tokoh-tokoh tersebut punya andil besar terhadap Kota Jepara. Jasa-jasanya sangat luar biasa. Adapun pemugaran makam hanya sedikit tindakan yang tak akan mampu membalas jasa-jasa kebaikan mereka. Tapi setidaknya memberikan tanda penghormatan kepada mereka, dan juga sebagai penanda agar diketahui oleh generasi mendatang supaya tidak melupakan leluhurnya.(rif)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/makam-mbah-modirono-mulai-proses-pemugaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keluarga RA Kartini Berencana Pugar Makam Mbah Modirono</title>
		<link>https://jeparahariini.com/keluarga-ra-kartini-berencana-pugar-makam-mbah-modirono/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=keluarga-ra-kartini-berencana-pugar-makam-mbah-modirono</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/keluarga-ra-kartini-berencana-pugar-makam-mbah-modirono/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jul 2019 04:39:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[modirono]]></category>
		<category><![CDATA[ra kartini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=14306</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA &#8211; Keluarga dari Raden Ajeng Kartini berharap kepada pemerintah kabupaten Jepara memugar makam mbah Modirono yang berada di pemakaman umum Desa Sendang Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.  Mbah Modirono merupakan orang tua dari Ngasirah ( Ibu RA Kartini) atau nenek dari pahlawan Nasional Indonesia tersebut. Beliau merupakan salah satu tokoh ulama yang memiliki peran penting di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: helvetica, arial, sans-serif;">JEPARA &#8211; Keluarga dari Raden Ajeng Kartini berharap kepada pemerintah kabupaten Jepara memugar makam mbah Modirono yang berada di pemakaman umum Desa Sendang Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: helvetica, arial, sans-serif;">Mbah Modirono merupakan orang tua dari Ngasirah ( Ibu RA Kartini) atau nenek dari pahlawan Nasional Indonesia tersebut. Beliau merupakan salah satu tokoh ulama yang memiliki peran penting di Jepara pada masanya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: helvetica, arial, sans-serif;">Rencana keinginan pemugaran makam dari keluarga cucu RA Kartini tersebut telah dikomunikasikan kepada pemerintah kabupaten Jepara melalui Plt Bupati Jepara, Dian Kristiandi. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: helvetica, arial, sans-serif;">Perwakilan keluarga RA Kartini yakni Asri Miminingtyas cucu  dari RA Soematri, adik perempuan terkecil dari RA Kartini dan mewakili keluarga besar keturunan RMAA Sosroningrat, ayah RA Kartini bersama Arief Rahmanto keturunan dari kakak pertama RA Kartini ( RM Slamet) juga telah bertemu langsung dengan Plt Bupati Jepara di ruang kerja Bupati pada Rabu 17 Juli 2019 kemarin. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: helvetica, arial, sans-serif;">&#8221; Keinginan pihak keluarga memugar makam Mbah Modirono ini setelah beberapa waktu lalu pihak keluarga berziarah ke makam yang berada di pemakaman umum Desa Sendang Kalinyamatan. Sangat memprihatinkan kondisi makamnya, tidak terurus dan sudah rusak serta belum banyak masyarakat yang mengetahui. Untuk itu, kami meminta mas Andi selaku plt Bupati Jepara untuk bisa memugar makam dari Kakek RA Kartini tersebut,&#8221; ungkap Asri Miminingtyas yang kini berdomisili di Salatiga.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: helvetica, arial, sans-serif;">Dengan adanya keinginan pihak keluarga memugar makam tersebut, Mimi sapaan Asri Miminingtyas berharap nantinya banyak masyarakat mengetahui bahwa ada makam Mbah Modirono yaitu kakek dari RA Kartini yang dimakamkan didesa Sendang Kalinyamatan. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: helvetica, arial, sans-serif;">&#8221; Nantinya juga bisa dijadikan salah satu tempat wisata religi di Jepara. Ini merupakan salah satu cagar budaya yang dimiliki Kabupaten Jepara, jadi alangkah baiknya agar tetap terawat dan diperhatikan,&#8221; terangnya. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: helvetica, arial, sans-serif;">Sementara itu Plt Bupati Jepara, Dian Kristiandi  merespon baik keinginan dari pihak keluarga RA Kartini. Beberapa waktu lalu, pihaknya juga telah berziarah dan meninjau langsung ke lokasi makam Mbah Modirono dan Siti Aminah yang berada di desa Sendang tersebut.  Andi berharap, dengan adanya pemugaran ini nantinya pelestarian akan sejarah maupun tokoh- tokoh yang berpengaruh terhadap Jepara pada waktu dulu akan tetap terjaga.</span></p>
<figure id="attachment_14308" aria-describedby="caption-attachment-14308" style="width: 696px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-14308" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2019/07/Plt-Bupati-Jepara-Dian-Kristiandi-Ziarah-Makam-Mbah-Modirono-1024x768.jpeg" alt="Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi Ziarah Makam Mbah Modirono" width="696" height="522" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2019/07/Plt-Bupati-Jepara-Dian-Kristiandi-Ziarah-Makam-Mbah-Modirono-1024x768.jpeg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2019/07/Plt-Bupati-Jepara-Dian-Kristiandi-Ziarah-Makam-Mbah-Modirono-300x225.jpeg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2019/07/Plt-Bupati-Jepara-Dian-Kristiandi-Ziarah-Makam-Mbah-Modirono-768x576.jpeg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2019/07/Plt-Bupati-Jepara-Dian-Kristiandi-Ziarah-Makam-Mbah-Modirono-80x60.jpeg 80w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2019/07/Plt-Bupati-Jepara-Dian-Kristiandi-Ziarah-Makam-Mbah-Modirono-265x198.jpeg 265w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2019/07/Plt-Bupati-Jepara-Dian-Kristiandi-Ziarah-Makam-Mbah-Modirono-696x522.jpeg 696w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2019/07/Plt-Bupati-Jepara-Dian-Kristiandi-Ziarah-Makam-Mbah-Modirono-560x420.jpeg 560w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2019/07/Plt-Bupati-Jepara-Dian-Kristiandi-Ziarah-Makam-Mbah-Modirono.jpeg 1040w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /><figcaption id="caption-attachment-14308" class="wp-caption-text"></span> <span style="font-family: helvetica, arial, sans-serif;">Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi Ziarah Makam Mbah Modirono yang berada di pemakaman umum Desa Sendang, Kalinyamatan Jepara.</span></figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: helvetica, arial, sans-serif;">&#8221; Kami juga berharap rencana pemugaran makam tersebut bisa segera terealisasi. Semoga bisa dilakukan pada awal tahun depan, kalaupun dipercepat, anggaran pemugaran ini bisa menggunakan anggaran perubahan tahun ini. Terkait konsep desainnya seperti apa dan bagaimana proses pembangunan makam, nanti bisa dikomunikasikan bersama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara,&#8221; ungkap Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: helvetica, arial, sans-serif;">Andi mengaku selama ini juga telah melakukan tinjauan langsung ke beberapa makam di Jepara. Makam yang dikunjungi Andi merupakan tokoh berpengaruh serta memiliki historis terhadap Jepara. Diantaranya, belum lama ini pihaknya melakukan pemugaran di makam Patak Warak yang berada di Pulau Mandalika. Selain melakukan pemugaran juga rencananya akan dibuatkan mushola disana.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: helvetica, arial, sans-serif;">&#8221; Kami juga sempat berkunjung kesalah satu makam yang memiliki sejarah tersendiri untuk Jepara yaitu didaerah Banyumanis. Untuk tahun depan rencananya juga makam Mbah Danang Joyo di Karimunjawa, juga akan kami perhatikan,” pungkas Andi. </span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/keluarga-ra-kartini-berencana-pugar-makam-mbah-modirono/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratu Kalinyamat Patut Jadi Pahlawan Nasional</title>
		<link>https://jeparahariini.com/ratu-kalinyamat-patut-jadi-pahlawan-nasional/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ratu-kalinyamat-patut-jadi-pahlawan-nasional</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/ratu-kalinyamat-patut-jadi-pahlawan-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Mar 2019 10:26:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Ratu Kalinyamat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=13682</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA &#8211; Selama dua hari, Minggu dan Senin (10-11/3 ) Yayasan Dharma Bakti Lestari menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema &#8221; Menghidupkan Kembali Gagasan Menjadikan Ratu Kalinyamat Sebagai Pahlawan Nasional,&#8221; bertempat di Maribu Resto Jepara. Dalam FGD itu menghadirkan seluruh lapisan masyarakat Jepara. Diantaranya budayawan, seniman, lembaga organisasi masyarakat diantaranya, (Lesbumi) Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia, PAC...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_13683" aria-describedby="caption-attachment-13683" style="width: 1024px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-13683" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG_20190311_171159-1024x763.jpg" alt="" width="1024" height="763" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG_20190311_171159-1024x763.jpg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG_20190311_171159-300x224.jpg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG_20190311_171159-768x572.jpg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG_20190311_171159-1568x1168.jpg 1568w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-13683" class="wp-caption-text"><em><strong>Para peserta FGD yang digelar di Maribu Resto Jepara, menghadirkan tokoh masyarakat Jepara</strong></em></figcaption></figure>
<p dir="ltr"><strong>JEPARA</strong> &#8211; Selama dua hari, Minggu dan Senin <a href="tel:10113">(10-11/3</a> ) Yayasan Dharma Bakti Lestari menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema &#8221; Menghidupkan Kembali Gagasan Menjadikan Ratu Kalinyamat Sebagai Pahlawan Nasional,&#8221; bertempat di Maribu Resto Jepara.</p>
<p dir="ltr">Dalam FGD itu menghadirkan seluruh lapisan masyarakat Jepara. Diantaranya budayawan, seniman, lembaga organisasi masyarakat diantaranya, (Lesbumi) Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia, PAC Kalinyamatan Fatayat Muslimat, Yayasan Jungpara dan Yayasan Lembayung. Serta berbagai unsur kelompok masyarakat seperti unsur relawan, seniman, pelajar, mahasiswa, juga guru sejarah.</p>
<p dir="ltr">Dalam diskusi tersebut, mereka setuju agar Ratu Kalinyamat dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.</p>
<p dir="ltr">Salah seorang tokoh masyarakat Jepara, Hadi Priyanto mengungkapkan, Ratu Kalinyamat sudah selayaknya mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Selain dikenal ratu yang gigih dengan semangat pantang menyerah, Ratu Kalinyamat juga telah membuktikan mampu melawan dan mengusir Portugis dari wilayah Jepara pada masanya.</p>
<p dir="ltr">&#8221; Masa kejayaan Ratu Kalinyamat banyak kerajaan-kerajaan di Nusantara yang meminta bala bantuan pasukan. Dan Ratu Kalinyamat selalu mengirimkan bala pasukannya. Saya sebagai masyarakat Jepara sudah selayaknya gelar Pahlawan Nasional itu,” ungkap Hadi, Senin (11/03).</p>
<p dir="ltr">Sementara itu budayawan Jepara, Hisam Zamroni menjelaskan bahwasanya nama Ratu Kalinyamat bukan merupakan dongeng semata. Sosok Kalinyamat ada dan perjuangan Ratu Kalinyamat mempertahankan Nusantara dari serangan Pourtugis nyata. Itu dapat dibuktikan dengan catatan-catatan sejarah yang ada.</p>
<p dir="ltr">&#8221; Semasa kecil, saya dulu sering diajak paman ke Kalinyamatan melihat langsung bangunan yang dulu dijadikan taman kaputrennya Ratu Kalinyamat. Jadi Ratu Kalinyamat itu bukan legenda,” jelas Hisam.</p>
<p dir="ltr">Hisam menambahkan, Ratu Kalinyamat adalah sosok pemimpin perempuan pertama yang menciptakan meriam kapal. Juga, pemimpin perempuan pertama yang menciptakan kapal perang yang mampu menampung ratusan orang. Serta mampu menghalau Portugis yang masuk ke wilayah Jepara.</p>
<p dir="ltr">“Kalau pun di Jepara ada Benteng Portugis, itu yang membuat bukan Portugis. Tapi orang-orang Portugis yang berkhianat kepada Portugis kemudian membantu Ratu Kalinyamat,” ungkap Hisam.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/ratu-kalinyamat-patut-jadi-pahlawan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kerajiinan Kotak Perhiasan Kartini Jepara</title>
		<link>https://jeparahariini.com/kerajiinan-kotak-perhiasan-kartini-jepara/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kerajiinan-kotak-perhiasan-kartini-jepara</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/kerajiinan-kotak-perhiasan-kartini-jepara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Sep 2018 17:55:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=13437</guid>

					<description><![CDATA[Projek ini berasal dari komunitas Rumah Kartini yang sudah menekuni untuk mengumpulkan dan mempelajari data data sejarah, seni yang berhubungan dengan Kartini dan Jepara mulai tahun 2008. Keterlibatan Kriya Ukir dalam hal ini salah satunya adalah untuk mereproduksi kotak perhiasan Kartini yang pernah dikirim ke Belanda kepada perusahan Oost en west pada tahun 1902 , Dhasyat bukan,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Projek ini berasal dari komunitas <a href="http://www.rumahkartini.com/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Rumah Kartini</strong></a> yang sudah menekuni untuk mengumpulkan dan mempelajari data data sejarah, seni yang berhubungan dengan Kartini dan Jepara mulai tahun 2008. Keterlibatan Kriya Ukir dalam hal ini salah satunya adalah untuk mereproduksi kotak perhiasan Kartini yang pernah dikirim ke Belanda kepada perusahan Oost en west pada tahun 1902 , Dhasyat bukan, Kartini yang baru berumur 23 Tahun sudah bisa mempromosikan ukiran Jepara ke Belanda pada saat itu dengan komunikasi dan alat pengiriman yang pasti berbeda pada jaman sekarang.</p>
<p>Oost en West bertujuan utama untuk memajukan kepentingan penduduk Hindia dan memiliki panitia kecil yang mengurus seni dan beranggotakan sejumlah seniman terkemuka. Panitia seni ini bertujuan mengirim seniman-seniman, yang mengkhususkan diri dalam seni ekspresif, ke Hindia untuk menggalakkan seni di Hindia pada umumnya dan seni batik pada khususnya, untuk memurnikannya dari pengaruh-pengaruh asing, contohnya pengaruh Eropa, yang menyebabkan kemerosotannya. Minat penduduk Belanda terhadap seni dari Hindia-Belanda dipicu oleh kesuksesan besar pameran seni Indis yang diadakan Oost en West. Di luar Belanda, seni Indis, khususnya batik, mulai dikenal. (Surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar, 11 Oktober 1901).</p>
<h2><strong>Reproduksi Kotak Perhiasan</strong></h2>
<p>Sekilas kalo kita melihat tentang kotak perhiasan dijaman sekarang begitu sederhana ukirannya, akan tetapi pada kotak perhiasan yang dikirim Kartini ini mempunyai desain ornament yang balance dan penuh dengan artistik visual, bukan hanya relung, bunga dan daun saja akan tetapi bentuk seperti tulisan/ inisial juga fauna dikemas untuk mengisi bidang yang diukir menjadi nilai estetik pada kotak kayu perhiasan ini. Referensi untuk mereproduksi bukan hanya dari data Foto sejarah saja, melainkan surat surat kartini menjadi patokan kami untuk mereproduksi. Analisa ini bukan hal yang mudah, beberapa seniman dan budayawan kami libatkan sebelum memulai reproduksi kotak perhiasan kayu yang diukir secara indah.</p>
<h3><strong>Motif Ukiran Kartini Jepara</strong></h3>
<p>Proses menggambar dan menganalisa bentuk kotak kayu ini penuh ketelitian untuk bisa mengetahui detail ukirannya, dari beberapa analisa <a href="https://kriyaukir.com/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Kriya Ukir</strong></a> terlihat jelas ada beberapa perbedaan motif ukiran di  jaman Kartini dan motif Jepara sekarang. Pelajaran motif ukir Jepara yang kami pelajari mulai jaman SMP, SMIK dan ISI jogja ternyata berbeda. Kriya Ukir belum mempelajarinya secara detail motif ukiran yang berkembang di era Jepara pada tahun 1900 awal dikarenakan data kami masih minim. Beberapa hasil karya Reproduksi tentang kotak perhiasan bisa dilihat pada artikel <strong><a href="https://kriyaukir.com/kotak-ukir-perhiasan-kartini-jepara/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Kotak Ukir Perhiasan Kartini Jepara</a></strong></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-13438 aligncenter" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2018/10/Proses-pengukiran-Pesanan-Kustom-kotak-ukir-terbaik-dikirim-ke-Belanda-oleh-Kartini-dibuat-oleh-Rumah-Kartini-dan-Kriya-Ukir-Jepara-Indonesia-1.jpg" alt="Proses-pengukiran-Pesanan-Kustom-kotak-ukir terbaik-dikirim-ke-Belanda-oleh-Kartini-dibuat-oleh-Rumah-Kartini-dan-Kriya-Ukir-Jepara-Indonesia" width="862" height="380" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2018/10/Proses-pengukiran-Pesanan-Kustom-kotak-ukir-terbaik-dikirim-ke-Belanda-oleh-Kartini-dibuat-oleh-Rumah-Kartini-dan-Kriya-Ukir-Jepara-Indonesia-1.jpg 862w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2018/10/Proses-pengukiran-Pesanan-Kustom-kotak-ukir-terbaik-dikirim-ke-Belanda-oleh-Kartini-dibuat-oleh-Rumah-Kartini-dan-Kriya-Ukir-Jepara-Indonesia-1-300x132.jpg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2018/10/Proses-pengukiran-Pesanan-Kustom-kotak-ukir-terbaik-dikirim-ke-Belanda-oleh-Kartini-dibuat-oleh-Rumah-Kartini-dan-Kriya-Ukir-Jepara-Indonesia-1-768x339.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 862px) 100vw, 862px" /></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-13439 aligncenter" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2018/10/kotak-Perhiasan-berukir-Jepara-dikirim-ke-Belanda-oleh-Kartini-dibuat-oleh-Rumah-Kartini-dan-Kriya-Ukir-Jepara-Indonesia-1.jpg" alt="kotak-Perhiasan-berukir-Jepara-dikirim-ke-Belanda-oleh-Kartini-dibuat-oleh-Rumah-Kartini-dan-Kriya-Ukir-Jepara-Indonesia" width="862" height="380" /></p>
<p><strong>Seniman Ukir<br />
</strong>Setelah desain sudah disetujui kami melanjutkan proses kostruksi dan pembahanan kayu jati, Pengukiran untuk kotak perhiasan    ini kami memilih seniman ukir muda yang bernama Antok, karya dan karakteristiknya hampir menyerupai pada kotak kartini, dengan alat tradisional dan kesabaran saat mengukir menjadikan karya tersebut berhasil dikerjakan secara bagus dan detail menyerupai foto sejarah. Setelah ukiran jadi dilanjutkan proses finishing dengan menggunakan bahan alam dari fermentasi tembakau dan teh selama 4 bulan, alat pembantu yang digunakan juga tradisional seperti kuas dan alat sangkling.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-13440 aligncenter" src="https://solidwood.id/wp-content/uploads/2018/10/kotak-Perhiasan-Kayu-Jati-ukir-Jepara-dikirim-ke-Belanda-oleh-Kartini-dibuat-oleh-Rumah-Kartini-dan-Kriya-Ukir-Jepara-Indonesia.jpg" alt="kotak Perhiasan Kayu Jati -ukir-Jepara-dikirim-ke-Belanda-oleh-Kartini-dibuat-oleh-Rumah-Kartini-dan-Kriya-Ukir-Jepara-Indonesia" width="862" height="380" /></p>
<p>untuk melihat hasil kotak perhiasan kayu yang berukir pada jaman Kartini bisa datang langsung ke<a href="https://www.google.co.id/maps/dir/''/Qimo+%2F+Home+Kartini+%2F+Jepara+Today,+Jalan+KH.Moliki+02+Pengkol,+Pengkol,+Kec.+Jepara,+Kabupaten+Jepara,+Jawa+Tengah+59415/@-6.5931547,110.6669557,5182m/data=!3m1!1e3!4m8!4m7!1m0!1m5!1m1!1s0x2e711f05719b0317:0x8b2ac17a6c0ff35b!2m2!1d110.675426!2d-6.591883" target="_blank" rel="noopener noreferrer"> <strong>Rumah Kartini</strong></a> yang beralamat di Jl. KH. Moliki 02. Pengkol Jepara. Jawa Tengah-Indonesia.</p>
<p>Sumber : <a href="https://kriyaukir.com/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">https://kriyaukir.com/</a> (<strong>Kriya Ukir</strong> Jepara)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/kerajiinan-kotak-perhiasan-kartini-jepara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
