<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jepara Hari Ini</title>
	<atom:link href="https://jeparahariini.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jeparahariini.com/</link>
	<description>Kabar Berita Jepara Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Aug 2026 08:30:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2017/09/cropped-jhi-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Jepara Hari Ini</title>
	<link>https://jeparahariini.com/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pameran Seni Ukir TATAH 2026 Usai, Catat 73.104 Kunjungan di Museum Nasional Indonesia</title>
		<link>https://jeparahariini.com/pameran-seni-ukir-tatah-2026-usai-catat-73-104-kunjungan-di-museum-nasional-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pameran-seni-ukir-tatah-2026-usai-catat-73-104-kunjungan-di-museum-nasional-indonesia</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/pameran-seni-ukir-tatah-2026-usai-catat-73-104-kunjungan-di-museum-nasional-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2026 08:20:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Nasional Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran TATAH]]></category>
		<category><![CDATA[Seni ukir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17510</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA – Setelah berlangsung selama lebih dari tiga bulan, Pameran TATAH 2026: Suluk – Sulur – Jepara resmi ditutup di Museum Nasional Indonesia pada Minggu, 2 Agustus 2026. Sejak dibuka pada 29 April 2026, pameran tersebut membukukan total 73.104 kunjungan. Besarnya jumlah kunjungan menunjukkan bahwa sejarah, tradisi, keterampilan, dan pengetahuan yang hidup dalam seni ukir...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.jeparahariini.com"><strong>JEPARA</strong> </a>– Setelah berlangsung selama lebih dari tiga bulan, Pameran TATAH 2026: <em>Suluk – Sulur – Jepara</em> resmi ditutup di Museum Nasional Indonesia pada Minggu, 2 Agustus 2026. Sejak dibuka pada 29 April 2026, pameran tersebut membukukan total 73.104 kunjungan.</p>
<p>Besarnya jumlah kunjungan menunjukkan bahwa sejarah, tradisi, keterampilan, dan pengetahuan yang hidup dalam seni ukir Jepara masih mendapat perhatian luas dari masyarakat. Meskipun penyelenggaraan pameran telah berakhir, TATAH menegaskan bahwa upaya untuk merawat dan mengembangkan kebudayaan Jepara akan terus berjalan.</p>
<p>TATAH 2026 awalnya dijadwalkan selesai pada 5 Juli 2026. Namun, tingginya respons publik membuat masa penyelenggaraannya diperpanjang hingga 2 Agustus 2026.</p>
<p>Melalui pameran ini, seni ukir Jepara tidak hanya diperlihatkan sebagai karya yang memiliki keindahan visual. TATAH juga membawa pengunjung untuk memahami sejarah, proses penciptaan, keterampilan para pengukir, serta nilai kehidupan dan pengetahuan yang berada di balik setiap karya.</p>
<p>Direktur TATAH, Veronica Rompies, memandang selesainya pameran sebagai momentum awal bagi seniman ukir dan masyarakat Jepara untuk semakin menyadari potensi kebudayaan yang mereka miliki.</p>
<p>“Berakhirnya pameran ini sebenarnya merupakan awal bagi para seniman ukir Jepara dan masyarakat Jepara pada umumnya untuk melihat potensi tradisi dan budaya Jepara yang ternyata sangat diapresiasi oleh masyarakat luas ketika dikemas dengan baik. Kami berharap TATAH dapat menginspirasi para seniman ukir Jepara untuk berpikir lebih kreatif, lebih berani, dan terus berkarya,” ujar Veronica Rompies, Senin (3/8/2026).</p>
<p>Respons publik terhadap TATAH 2026 tidak hanya tercermin dari angka kunjungan. Berbagai pengalaman yang dibagikan melalui media sosial turut menunjukkan bagaimana pameran tersebut meninggalkan kesan personal bagi para pengunjung.</p>
<p>Foto, video, reels, dan stories yang mereka unggah memperlihatkan beragam reaksi, mulai dari rasa kagum terhadap keindahan ukiran hingga kebanggaan setelah mengenal lebih dekat sejarah dan kebudayaan Jepara.</p>
<p>Menurut Veronica, banyak pengunjung tidak sekadar melihat karya yang dipamerkan, tetapi ikut merasakan suasana dan cerita Jepara yang dibangun di dalam ruang pamer.</p>
<p>“Kami melihat banyak pengunjung bukan hanya menikmati keindahan ukir, tetapi juga tenggelam dalam sebagian kecil Jepara yang kami sajikan di ruang pamer. Melalui unggahan reels dan stories, mereka menunjukkan kebanggaan setelah mengunjungi TATAH. Ada yang merasa merinding, bahkan menahan air mata karena bangga melihat kekayaan sejarah, tradisi, dan budaya Indonesia, padahal yang ditampilkan baru berasal dari satu daerah, yaitu Jepara,” lanjutnya.</p>
<p>Pertumbuhan jumlah kunjungan juga memiliki pola yang berbeda dari pameran pada umumnya. Rata-rata pengunjung per bulan justru terus bertambah hingga mendekati akhir masa penyelenggaraan.</p>
<p>Hal tersebut memperlihatkan bahwa ketertarikan publik tidak berhenti pada pemberitaan maupun seremoni pembukaan. Cerita dan pengalaman positif dari pengunjung yang telah datang kemudian menyebar dan mendorong masyarakat lain untuk berkunjung.</p>
<p>“Jumlah rata-rata pengunjung per bulan justru semakin tinggi dari awal hingga akhir penyelenggaraan, bukan semakin berkurang. Ini menunjukkan bahwa ketertarikan pengunjung bukan hanya karena efek pemberitaan pada saat pembukaan, tetapi juga karena pengunjung yang telah datang membagikan pengalaman positif mereka sehingga menarik lebih banyak orang untuk berkunjung. Bagi kami, hal ini menunjukkan bahwa pesan dan informasi yang hendak disampaikan TATAH kepada masyarakat dapat tersampaikan,” kata Veronica.</p>
<p>Di balik penyelenggaraan pameran tersebut, tim TATAH menempuh proses persiapan yang panjang. TATAH 2026 membawa konsep pameran seni dan sejarah yang belum memiliki banyak rujukan sebelumnya, terutama dalam menyatukan seni ukir, sejarah, riset, dan pengalaman ruang dalam satu penyajian.</p>
<p>Tim kurator dan tim riset harus merumuskan pendekatan yang dapat menghadirkan seni ukir Jepara secara berbeda, tetapi tetap dapat dinikmati dan dipahami oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.</p>
<p>Selain menyusun konsep, tim juga perlu membangun keyakinan berbagai pihak bahwa TATAH layak ditampilkan di Museum Nasional Indonesia.</p>
<p>“TATAH 2026 merupakan pameran seni dan sejarah yang belum memiliki referensi sebelumnya. Tim kami bekerja ekstra untuk meyakinkan banyak pihak bahwa TATAH layak ditampilkan di Museum Nasional Indonesia. Tim kurator bersama tim riset juga bekerja keras untuk menghadirkan konsep pameran yang baru dan berbeda. Menyampaikan keberanian untuk tidak sama dengan apa yang telah ada sebelumnya kepada berbagai pihak menjadi salah satu tantangan terbesar kami,” jelas Veronica.</p>
<p>Terselenggaranya TATAH 2026 juga tidak terlepas dari keterlibatan banyak pihak. Seniman, pengukir, peneliti, sejarawan, kurator, komunitas, pemerintah, mitra, media, dan masyarakat mengambil peran dalam perjalanan pameran tersebut.</p>
<p>“TATAH 2026 bukan perjalanan yang kami jalankan sendiri. Ada seniman, pengukir, peneliti, sejarawan, kurator, komunitas, pemerintah, mitra, media, dan masyarakat yang ikut memberikan tenaga, pikiran, kepercayaan, serta dukungannya. Kepada seluruh pihak tersebut, kami menyampaikan terima kasih. Kebersamaan ini menjadi bukti bahwa seni ukir Jepara masih hidup, dibutuhkan, dan memiliki tempat yang kuat di tengah masyarakat,” ujar Veronica.</p>
<p>Apresiasi turut diberikan kepada para pengukir yang terus bekerja dan menjaga keberlanjutan seni ukir Jepara. Melalui karya-karya mereka, pengetahuan, keterampilan, dan tradisi yang diwariskan antargenerasi tetap hidup hingga hari ini.</p>
<p>Penutupan pameran di Museum Nasional Indonesia juga bukan penanda berhentinya kegiatan TATAH. Sejak awal, TATAH telah dirancang sebagai sebuah trilogi yang akan dikembangkan secara bertahap.</p>
<p>Tim TATAH kini mulai menyiapkan TATAH #2 yang direncanakan hadir pada 2027. Di tengah proses persiapan tersebut, sejumlah agenda lain juga akan dilaksanakan di Jepara untuk mendukung keberlangsungan tradisi, kebudayaan, dan seni ukir.</p>
<p>“Sejak awal, TATAH adalah sebuah trilogi. Kami mulai mempersiapkan TATAH #2 untuk 2027. Bersamaan dengan persiapan tersebut, ada beberapa agenda yang akan dijalankan di Jepara. Kami berharap seluruh kegiatan ini dapat saling mendukung bagi keberlangsungan tradisi, budaya, dan seni ukir di Jepara,” tutur Veronica.</p>
<p>Ke depan, buku, arsip, dokumentasi, hasil riset, serta berbagai kegiatan yang telah dihasilkan melalui TATAH akan terus dikembangkan. Seluruhnya diharapkan menjadi dasar untuk memperluas diskusi, penelitian, kolaborasi, kebijakan, dan langkah nyata bagi masa depan seni ukir Jepara.</p>
<p>Berakhirnya Pameran TATAH 2026: <em>Suluk – Sulur – Jepara</em> menandai dimulainya fase baru perjalanan TATAH. Ruang pamer telah ditutup, tetapi pengetahuan, pengalaman, dan semangat yang tumbuh selama penyelenggaraan akan terus dirawat, dikembangkan, dan disebarluaskan.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/pameran-seni-ukir-tatah-2026-usai-catat-73-104-kunjungan-di-museum-nasional-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mario Lemos Lanjutkan Misi Bersama Persijap Jepara di Super League 2026/2027</title>
		<link>https://jeparahariini.com/mario-lemos-lanjutkan-misi-bersama-persijap-jepara-di-super-league-2026-2027/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mario-lemos-lanjutkan-misi-bersama-persijap-jepara-di-super-league-2026-2027</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/mario-lemos-lanjutkan-misi-bersama-persijap-jepara-di-super-league-2026-2027/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 03:58:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[laskar kalinyamat]]></category>
		<category><![CDATA[MArio Lemos]]></category>
		<category><![CDATA[Persijap jepara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17506</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA &#8211; Persijap Jepara mulai bergerak menyusun langkah menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027. Salah satu keputusan penting yang sudah diambil manajemen adalah memperpanjang kerja sama dengan Mario Lemos sebagai pelatih kepala. Pelatih asal Portugal itu dipastikan tetap memimpin Laskar Kalinyamat setelah proses perpanjangan kontrak rampung dilakukan. Keputusan ini menjadi bagian dari strategi klub untuk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.jeparahariini.com"><strong>JEPARA</strong> </a>&#8211; Persijap Jepara mulai bergerak menyusun langkah menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027. Salah satu keputusan penting yang sudah diambil manajemen adalah memperpanjang kerja sama dengan Mario Lemos sebagai pelatih kepala.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelatih asal Portugal itu dipastikan tetap memimpin Laskar Kalinyamat setelah proses perpanjangan kontrak rampung dilakukan. Keputusan ini menjadi bagian dari strategi klub untuk menjaga kesinambungan tim, terutama setelah Persijap berhasil mencapai target bertahan di kasta tertinggi pada musim sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Presiden Persijap Jepara, M Iqbal Hidayat, menyampaikan bahwa manajemen masih menaruh kepercayaan kepada Lemos. Evaluasi terhadap perjalanan tim sepanjang musim 2025/2026 menjadi salah satu dasar utama dalam pengambilan keputusan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">“Manajemen masih mempercayai Mario Lemos untuk musim berikutnya karena sejauh ini kinerja dan target bertahan di Super League telah tercapai,” ujar Iqbal, dikutip dari laman resmi I.League, Kamis (11/6).</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan Mario Lemos bersama Persijap pada musim lalu tidak sepenuhnya berjalan mulus. Ia sempat mengawali musim 2025/2026 sebagai pelatih kepala, sebelum kemudian posisinya digantikan oleh Divaldo Alves. Saat itu, Lemos bergeser peran menjadi Direktur Teknik.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, dinamika tersebut berubah pada pertengahan putaran kedua. Lemos kembali dipercaya untuk memegang kendali tim dari kursi pelatih kepala. Keputusan itu terbukti memberi dampak penting bagi perjalanan Persijap dalam upaya menjauh dari ancaman degradasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Di bawah arahannya, Persijap mampu menutup musim dengan status bertahan di Super League. Laskar Kalinyamat mengakhiri kompetisi dengan catatan sembilan kemenangan, sembilan hasil imbang, dan 16 kekalahan. Total, Persijap mengoleksi 36 poin.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendapat kepercayaan kembali dari manajemen, Mario Lemos mengaku senang sekaligus merasa terhormat. Ia menyebut musim lalu sebagai perjalanan yang penuh dinamika, namun berhasil dilalui dengan kerja keras seluruh elemen klub.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya sangat senang dan merasa terhormat dapat memperpanjang kontrak saya bersama Persijap Jepara. Musim ini penuh dengan dinamika yang luar biasa, tetapi pada akhirnya kami berhasil mencapai target untuk tetap bertahan di Super League,” ungkap Lemos.</p>
<p style="text-align: justify;">Lemos juga memberikan apresiasi kepada para pemain, manajemen, dan suporter yang terus berdiri di belakang tim dalam situasi sulit. Baginya, perjuangan Persijap musim lalu mencerminkan karakter masyarakat Jepara yang tidak mudah menyerah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tim ini benar-benar mencerminkan bahwa semangat Jepara memang tidak pernah menyerah,” pungkasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kepastian bertahannya Mario Lemos, Persijap Jepara kini dapat lebih fokus menatap musim baru. Manajemen mulai mempersiapkan komposisi pemain dan kebutuhan tim untuk menghadapi persaingan BRI Super League 2026/2027 yang diprediksi berlangsung semakin ketat.</p>
<p style="text-align: justify;">Versi ini sudah lebih aman untuk dipublikasikan sebagai artikel media lokal: alurnya lebih halus, tidak terlalu kaku, dan tetap mempertahankan poin penting dari naskah asli.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/mario-lemos-lanjutkan-misi-bersama-persijap-jepara-di-super-league-2026-2027/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ribuan Pengunjung Padati Pameran TATAH 2026 di Museum Nasional Indonesia</title>
		<link>https://jeparahariini.com/ribuan-pengunjung-padati-pameran-tatah-2026-di-museum-nasional-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ribuan-pengunjung-padati-pameran-tatah-2026-di-museum-nasional-indonesia</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/ribuan-pengunjung-padati-pameran-tatah-2026-di-museum-nasional-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2026 02:58:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran TATAH]]></category>
		<category><![CDATA[Tatah 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17500</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Pameran seni dan sejarah ukir Jepara bertajuk TATAH 2026: Suluk &#8211; Sulur &#8211; Jepara mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Dalam delapan hari sejak dibuka pada 30 April 2026 hingga 7 Mei 2026, pameran ini telah dikunjungi 2.639 orang. Diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia, Ruang Temporer A, TATAH 2026 menghadirkan pengalaman berbeda dalam melihat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.jeparahariini.com"><strong>JAKARTA</strong> </a>&#8211; Pameran seni dan sejarah ukir Jepara bertajuk TATAH 2026: Suluk &#8211; Sulur &#8211; Jepara mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Dalam delapan hari sejak dibuka pada 30 April 2026 hingga 7 Mei 2026, pameran ini telah dikunjungi 2.639 orang.</p>
<p>Diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia, Ruang Temporer A, TATAH 2026 menghadirkan pengalaman berbeda dalam melihat seni ukir Jepara. Pameran ini tidak hanya menampilkan karya-karya artistik, tetapi juga mengajak pengunjung menelusuri perjalanan panjang budaya ukir Jepara melalui riset, arsip, sejarah, dan narasi perkembangan masyarakatnya.</p>
<p>Direktur TATAH, Veronica Rompies, mengatakan bahwa sejak awal pihaknya ingin menghadirkan pameran yang mampu memperlihatkan seni ukir Jepara secara lebih utuh. Menurutnya, seni ukir tidak hanya dapat dipandang dari sisi keindahan, tetapi juga perlu dipahami sebagai bagian dari sejarah dan identitas budaya masyarakat Jepara.</p>
<p>“Sejak awal kami percaya TATAH akan menjadi pameran yang menarik bagi masyarakat karena menghadirkan sesuatu yang berbeda, yakni menampilkan keindahan seni ukir Jepara sekaligus perjalanan sejarah, riset, dan nilai budaya di baliknya. Namun demikian, antusiasme masyarakat yang hadir tetap melampaui apa yang kami bayangkan. Dalam waktu sepekan, jumlah pengunjung telah mencapai 2.639 orang,” ujar Veronica.</p>
<p>Ia menambahkan, TATAH 2026 diharapkan dapat menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dengan pengetahuan budaya secara lebih dekat dan terbuka. Melalui pameran ini, pengunjung tidak hanya diajak melihat karya ukir sebagai benda seni, tetapi juga memahami proses, tradisi, dan perjalanan budaya yang menyertainya.</p>
<p>“Kami berharap melalui pameran ini publik dapat lebih mengenal, memahami, dan mempelajari seni ukir Jepara secara lebih menyeluruh. Tidak hanya menikmati karya secara visual, tetapi juga memahami sejarah, proses, serta pengetahuan budaya yang hidup di dalam seni ukir Jepara. Harapannya, masyarakat juga bisa semakin dekat dengan salah satu kekayaan budaya Nusantara ini,” lanjutnya.</p>
<p>Beragam lapisan masyarakat terlihat mengunjungi area pameran, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, akademisi, keluarga, hingga masyarakat umum. Tidak hanya dari Indonesia, pameran ini juga menarik perhatian wisatawan mancanegara yang datang ke Museum Nasional Indonesia.</p>
<p>Di dalam ruang pamer, pengunjung dapat menyaksikan berbagai materi mengenai perjalanan budaya Jepara. Mulai dari lini masa Jepara, era Kalinyamat, perempuan dan seni ukir, ekosistem ukir Jepara, hingga karya maestro dan seniman ukir Jepara. Sejumlah karya dan materi penting turut dihadirkan, antara lain Prasasti Candi Angin, Arca Durga, panel ukiran Mantingan, Jung Jepara, Batik Kartini, alat tatah, hingga karya-karya kontemporer.</p>
<p>Sejumlah pengunjung mengaku memperoleh pengalaman baru setelah mengunjungi TATAH 2026. Yanli Rahmad, pengunjung asal Jakarta, menyebut pameran ini memberikan gambaran menarik mengenai perkembangan Jepara dari masa lampau hingga masa kini. Ia juga mengaku terkesan dengan karya berjudul “Mengurung Nafsu”.</p>
<p>“Bagusnya dari pameran ini kita bisa melihat sejarah Jepara, bagaimana Jepara berkembang dari masa awal hingga sekarang dengan karya-karya yang bersifat kontemporer. Salah satu yang saya sukai adalah karya Mengurung Nafsu. Sangat luar biasa bagaimana sepotong kayu bisa menghadirkan bentuk seekor macan di dalamnya,” ujar Yanli.</p>
<p>Apresiasi juga datang dari Mayadina, akademisi dari Unisnu Jepara. Ia menyoroti karya “Taman Laut” ciptaan Suhartono yang dikerjakan selama 13 tahun. Baginya, karya tersebut mencerminkan ketekunan, kesabaran, dan kecermatan tinggi dalam seni ukir Jepara.</p>
<p>“Saya sangat senang menyaksikan pameran TATAH 2026. Salah satu karya favorit saya adalah Taman Laut karya Suhartono yang dibuat selama 13 tahun. Menurut saya itu adalah hasil dari kesabaran dan kecermatan yang luar biasa. Harapannya, ukiran Jepara bisa terus dipamerkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas, baik di Indonesia maupun di berbagai negara,” ungkap Mayadina.</p>
<p>Sementara itu, pengunjung asal Prancis, Reynalds Deforges, mengaku menikmati pengalaman melihat langsung ragam karya yang dipamerkan. Ia menilai TATAH 2026 menjadi salah satu cara menarik untuk memahami budaya Indonesia melalui seni.</p>
<p>“Saya menemukan pameran ini sangat indah. Ada banyak karya berbeda yang bisa dilihat di sini. Ini menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk mempelajari budaya Indonesia,” katanya.</p>
<p>Melalui TATAH 2026, seni ukir Jepara ditampilkan bukan sekadar sebagai produk kerajinan atau karya visual, melainkan sebagai warisan budaya yang menyimpan pengetahuan, sejarah, keterampilan, dan identitas masyarakat yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.</p>
<p>Bagi masyarakat yang ingin mengenal Jepara lebih jauh melalui seni dan sejarahnya, pameran ini masih dapat dikunjungi hingga 5 Juli 2026 di Museum Nasional Indonesia, Ruang Temporer A.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/ribuan-pengunjung-padati-pameran-tatah-2026-di-museum-nasional-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pameran TATAH 2026 Resmi Dibuka Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Museum Nasional Indonesia</title>
		<link>https://jeparahariini.com/pameran-tatah-2026-resmi-dibuka-menteri-kebudayaan-fadli-zon-di-museum-nasional-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pameran-tatah-2026-resmi-dibuka-menteri-kebudayaan-fadli-zon-di-museum-nasional-indonesia</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/pameran-tatah-2026-resmi-dibuka-menteri-kebudayaan-fadli-zon-di-museum-nasional-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 05:31:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Ukir]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran TATAH]]></category>
		<category><![CDATA[Tatah 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17492</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Mulai 29 April hingga 5 Juli 2026, Museum Nasional Indonesia menjadi ruang saksi transformasi besar bagi seni ukir Jepara. Lewat pameran nasional bertajuk TATAH 2026, karya pahat yang selama ini kerap diidentikkan dengan komoditas industri massal kini dikukuhkan posisinya sebagai karya seni rupa murni (fine art) bernilai tinggi. Pameran ini membawa napas filosofis...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="model-response-message-contentr_644e7d10da60a6f4" class="markdown markdown-main-panel stronger enable-updated-hr-color" dir="ltr" aria-live="polite" aria-busy="false">
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="0"><a href="http://www.jeparahariini.com"><b data-path-to-node="3" data-index-in-node="0">JAKARTA</b></a> &#8211; Mulai 29 April hingga 5 Juli 2026, Museum Nasional Indonesia menjadi ruang saksi transformasi besar bagi seni ukir Jepara. Lewat pameran nasional bertajuk TATAH 2026, karya pahat yang selama ini kerap diidentikkan dengan komoditas industri massal kini dikukuhkan posisinya sebagai karya seni rupa murni (<i data-path-to-node="3" data-index-in-node="314">fine art</i>) bernilai tinggi. Pameran ini membawa napas filosofis melalui tema besarnya yaitu Suluk &#8211; Sulur &#8211; Jepara.</p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="4">Menteri Kebudayaan Fadli Zon, saat meresmikan pameran, menyoroti rekam jejak panjang ukiran Jepara yang telah eksis selama berabad-abad. &#8220;Ini sudah berakar panjang di dalam sejarah kita. Paling tidak beberapa ratus tahun, 500 tahun lebih. Dan diawali tadi dari ukiran-ukiran yang ada di Masjid Mantingan,&#8221; ungkap Fadli Zon, Rabu ( 29/4/2026).</p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="5">Ia mengapresiasi karya-karya yang dipamerkan karena berhasil melampaui batas fungsional dan mencapai puncak pencapaian artistik. &#8220;Ada juga yang memang mencapai satu ekspresi budaya, ya bisa kita lihat Macan Kurung dari satu kayu utuh. Bisa sampai ukiran-ukiran yang dalam sampai ke lima lapis bahkan mungkin tujuh lapis. Ini menunjukkan satu keterampilan yang luar biasa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lewat pameran ini, ia berharap mata publik terbuka bahwa kejeniusan seniman Indonesia tidak hanya bertumpu pada medium kanvas dua dimensi, melainkan juga amat luar biasa pada medium kayu.</p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="6">Namun, di balik mahakarya tersebut, Fadli menyoroti krisis regenerasi pengukir muda yang kian memprihatinkan. &#8220;Kalau dulu di Jepara itu dari 10 anak-anak yang mempunyai kemampuan mengukir itu 8 orang. Kalau sekarang mungkin tinggal 2 orang. Ini yang saya kira perlu <i data-path-to-node="6" data-index-in-node="266">safeguarding</i> (pelindungan),&#8221; tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="6">Sebagai tindak lanjut, pemerintah tengah memproses pendaftaran seni ukir Jepara ke UNESCO, salah satunya melalui jalur <i data-path-to-node="7" data-index-in-node="119">urgent safeguarding</i> atau <i data-path-to-node="7" data-index-in-node="144">joint nomination</i> dengan negara sahabat. Selain itu, regenerasi akan dipacu lewat program literasi, <i data-path-to-node="7" data-index-in-node="243">workshop</i>, dan manajemen talenta nasional. Mengutip Pasal 32 ayat 1 UUD 1945, Fadli mengingatkan amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.</p>
<p>&#8220;Kementerian Kebudayaan terus mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku budaya, dan sektor industri untuk memastikan keberlanjutan tradisi seni ukir Jepara sebagai warisan budaya yang hidup, <i data-path-to-node="7" data-index-in-node="626">living heritage</i>, lestari, dan berkelanjutan,&#8221; tuturnya.</p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="8"><b data-path-to-node="8" data-index-in-node="0">Lebih dari Keterampilan, Sebuah Laku Asketik</b></p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="8">Sementara itu, Kurator Pameran TATAH 2026 Suwarno Wisetrotomo membedah makna mendalam di balik tema yang dipersiapkan selama setahun terakhir ini. Ia menekankan bahwa seni ukir melampaui batas keterampilan tangan semata.</p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="9">&#8220;Ini adalah soal pengetahuan dan laku asketik, sebuah pertapaan estetik dalam mengkreasi bentuk,&#8221; jelas Suwarno. Ia menjamin bahwa karya yang ditampilkan bukanlah produk pesanan pasar, melainkan wujud murni dari dorongan ekspresi pribadi para seniman pada level maestro.</p>
</div>
<div id="model-response-message-contentr_644e7d10da60a6f4" class="markdown markdown-main-panel stronger enable-updated-hr-color" dir="ltr" aria-live="polite" aria-busy="false">
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="10">Bupati Jepara, Witiarso Utomo, turut memberikan pandangan spiritual mengenai <i data-path-to-node="10" data-index-in-node="118">tatah</i> (alat pahat). Ia menyebut alat ini bukan sekadar perkakas kerja, melainkan perpanjangan jiwa dan laku spiritual pengukirnya.</p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="11">&#8220;Dari setiap ketukannya, lahir karya yang tidak hanya indah, tetapi juga sarat makna. Jepara tidak hanya menghasilkan produk. Jepara memproduksi makna, identitas, dan peradaban,&#8221; tegas Witiarso kepada dunia.</p>
<h3 style="text-align: justify;" data-path-to-node="12"><b data-path-to-node="12" data-index-in-node="0">Penghormatan untuk Pahlawan di Balik Kesunyian</b></h3>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="12">Langkah ukiran Jepara menembus Museum Nasional diakui sebagai sejarah monumental oleh Ketua Umum HIMKI Pusat, Abdul Sobur. Ia mengapresiasi pencapaian ini, mengingat ukiran selama ini lebih banyak diperdagangkan untuk menopang banyaknya lapangan kerja di Jepara. Ia mengungkapkan kebanggaannya karena hari ini ukir Jepara menempati posisi tertinggi, bukan sekadar di galeri melainkan di sebuah museum.</p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="13">Di sisi lain, Ketua Pelaksana TATAH 2026, Veronica Rompies, mengajak publik untuk menengok ke akar rumput. Ia mendedikasikan pameran ini bagi para seniman di pelosok desa Jepara yang terus berkarya menjaga warisan budaya tanpa pernah tersorot kamera.</p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="14">Veronica berharap kemegahan pameran ini tidak berhenti pada sekadar selebrasi dan decak kagum. &#8220;Kami berharap ini dapat dirumuskan menjadi sebuah sistem yang membuahkan solusi nyata bagi kelayakan, keberlanjutan, dan kesejahteraan para pahlawan ukir yang namanya tak selalu kita kenal,&#8221; pungkasnya.</p>
<h3 style="text-align: justify;" data-path-to-node="15"><b data-path-to-node="15" data-index-in-node="0">Kehadiran Berbagai Tokoh Penting</b></h3>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="15">Momen bersejarah yang mengangkat harkat seni ukir Tanah Air ini turut dihadiri secara langsung oleh sejumlah tokoh nasional maupun internasional. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era 1993 hingga 1998 Wardiman Djojonegoro. Selain itu, jajaran duta besar dari berbagai negara sahabat serta para seniman dan budayawan terkemuka juga turut hadir memeriahkan pencapaian besar bagi seni ukir Jepara ini.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/pameran-tatah-2026-resmi-dibuka-menteri-kebudayaan-fadli-zon-di-museum-nasional-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pameran Seni Ukir TATAH 2026 Dibuka Fadli Zon Besok di Jakarta</title>
		<link>https://jeparahariini.com/pameran-seni-ukir-tatah-2026-dibuka-fadli-zon-besok-di-jakarta/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pameran-seni-ukir-tatah-2026-dibuka-fadli-zon-besok-di-jakarta</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/pameran-seni-ukir-tatah-2026-dibuka-fadli-zon-besok-di-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 07:42:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Ukir]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Nasional Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran Seni Ukir]]></category>
		<category><![CDATA[Tatah 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17487</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA — Pameran seni ukir berskala nasional bertajuk TATAH 2026 dijadwalkan buka pada esok hari, Rabu (29/4/2026), di Ruang Pamer Temporer A, Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Mengusung tema &#8220;Suluk &#8211; Sulur &#8211; Jepara&#8221;, perhelatan budaya ini akan diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Usai peresmian, masyarakat umum dapat mulai menyambangi pameran yang merekam...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.jeparahariini.com"><strong>JAKARTA</strong></a> — Pameran seni ukir berskala nasional bertajuk TATAH 2026 dijadwalkan buka pada esok hari, Rabu (29/4/2026), di Ruang Pamer Temporer A, Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Mengusung tema &#8220;Suluk &#8211; Sulur &#8211; Jepara&#8221;, perhelatan budaya ini akan diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.<br />
Usai peresmian, masyarakat umum dapat mulai menyambangi pameran yang merekam jejak panjang kriya kayu nusantara ini mulai 30 April hingga 5 Juli 2026.</p>
<p>Acara pembukaan esok hari turut mengundang sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dan Bupati Jepara H. Witiarso Utomo. Pameran seni ukir berbasis riset dan sejarah ini sendiri terwujud berkat sinergi antara HIMKI DPD Jepara Raya, Rumah Kartini, dan Pemerintah Kabupaten Jepara guna merawat identitas kriya kayu peninggalan leluhur.</p>
<p>TATAH 2026 tidak sekadar memajang benda seni. Pameran ini dirancang layaknya lorong waktu yang membawa pengunjung menelusuri evolusi ukiran Jepara dari masa ke masa. Rentang sejarah yang disajikan membentang mulai dari era Ratu Shima di Kerajaan Kalingga, pengaruh kosmologis Hindu-Buddha era Majapahit, kejayaan maritim Ratu Kalinyamat, hingga diplomasi budaya R.A. Kartini yang membawa ukiran Jepara ke Eropa pada akhir abad ke-19.</p>
<p>Lebih dari 30 mahakarya ikonis dipastikan tampil menyapa publik. Beberapa karya bersejarah yang akan dipamerkan meliputi miniatur Jung Jepara yang merepresentasikan teknologi kapal kayu masa silam, ukiran Macan Kurung yang sarat filosofi pengendalian hawa nafsu, Kursi Kartini yang bernilai historis tinggi, hingga kesakralan Gong Senen.</p>
<p>Selain artefak, penyelenggara juga menghadirkan reka ulang Brak atau ekosistem bengkel kerja pengukir. Melalui area ini, publik diajak melihat langsung proses kolaboratif para maestro dalam mengolah kayu jati serta mengenal ragam pisau raut tradisional.</p>
<p>Direktur Pelaksana TATAH 2026, Veronica Rompies, menegaskan bahwa pameran ini menawarkan lebih dari sekadar perayaan visual.</p>
<p>&#8220;Tatah merupakan ruang pertemuan humanis antara ingatan budaya, seni ukir, dan manusia. Melalui proses belajar yang panjang, kayu bermula dan berakhir menjadi karya yang bermanfaat serta bermakna,&#8221; ujar Veronica, Selasa (28/4/2026).</p>
<p>Apresiasi tinggi turut dilontarkan oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo. Menurutnya, seni ukir adalah denyut nadi yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Jepara. Ia berharap pameran ini mampu membawa pesan bahwa kriya lokal pantas sejajar di museum bertaraf internasional.</p>
<p>&#8220;Ukiran bukan sekadar komoditas ekonomi yang menghidupi ribuan perajin, melainkan warisan luhur yang mencerminkan jati diri, ketangguhan, dan spiritualitas masyarakat kami,&#8221; tegas Witiarso.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Esti Nurjadin, menilai pameran ini selaras dengan upaya memperkuat peran museum sebagai ruang edukasi. &#8220;Kami berharap pameran ini dapat memperluas apresiasi masyarakat terhadap warisan seni ukir sekaligus menghidupkan kembali narasi sejarah bangsa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Tema &#8220;Suluk &#8211; Sulur &#8211; Jepara&#8221; sendiri dipilih untuk merepresentasikan laku spiritual seniman yang hening (suluk), serta kebudayaan lokal yang terus menjalar dan tumbuh (sulur) melintasi zaman.</p>
<p>Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, Museum Nasional Indonesia membuka pameran ini pada Selasa-Kamis (08.00–18.00 WIB) dan Jumat-Minggu (08.00–20.00 WIB).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/pameran-seni-ukir-tatah-2026-dibuka-fadli-zon-besok-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pameran TATAH 2026 Digelar di Museum Nasional, Catat Tanggalnya!</title>
		<link>https://jeparahariini.com/pameran-tatah-2026-digelar-di-museum-nasional-catat-tanggalnya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pameran-tatah-2026-digelar-di-museum-nasional-catat-tanggalnya</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/pameran-tatah-2026-digelar-di-museum-nasional-catat-tanggalnya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 04:14:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Himki Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Nasional Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran TATAH]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran TATAH 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Tatah Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Veronica Rompies]]></category>
		<category><![CDATA[Witiarso Utomo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17482</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA &#8211; Pameran seni ukir TATAH 2026 akan digelar mulai 20 April hingga 5 Juli 2026 di Museum Nasional Indonesia. Agenda ini diawali dengan soft opening pada 20 April, sementara masyarakat umum dapat mulai berkunjung sejak 21 April 2026. Mengangkat tema “Suluk-Sulur-Jepara”, pameran ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali kejayaan seni ukir Jepara...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.jeparahariini.com"><strong>JEPARA</strong> </a>&#8211; Pameran seni ukir TATAH 2026 akan digelar mulai 20 April hingga 5 Juli 2026 di Museum Nasional Indonesia. Agenda ini diawali dengan soft opening pada 20 April, sementara masyarakat umum dapat mulai berkunjung sejak 21 April 2026. Mengangkat tema <em>“Suluk-Sulur-Jepara”</em>, pameran ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali kejayaan seni ukir Jepara ke tingkat nasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Direktur TATAH, Veronica Rompies, menjelaskan bahwa pameran ini tidak hanya berfokus pada estetika karya, tetapi juga membawa misi budaya dan edukasi. Menurutnya, TATAH 2026 dirancang berbasis riset untuk menelusuri perjalanan panjang tradisi ukir Jepara.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pameran ini bukan sekadar menampilkan karya, tetapi juga menghadirkan perspektif baru tentang nilai seni ukir yang selama ini sering disalahpahami,” ujar Veronica.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, kegiatan mengukir tidak bisa dipandang hanya sebagai aktivitas produksi semata. Ada proses panjang dan nilai historis yang menyertainya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ukir di sini bukan sekadar membuat produk untuk dijual demi menghidupi keseharian. Mengukir adalah proses panjang yang diwariskan dari generasi ke generasi selama berabad-abad,” tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Veronica menyebut TATAH 2026 merupakan bagian pertama dari rangkaian trilogi pameran yang akan berlangsung hingga 2028. Konsep ini dinilai masih baru di Indonesia, sehingga pihaknya menghadapi tantangan dalam menentukan standar penyelenggaraan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Karena ini program baru, kami tidak memiliki banyak referensi. Di satu sisi kami bisa menentukan standar sendiri, tetapi di sisi lain kami harus memastikan kualitasnya tidak asal jadi,” jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk memperkuat aspek edukasi, pameran ini akan diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti pemutaran film bertema R.A. Kartini, pertunjukan seni, hingga peluncuran dan diskusi buku hasil riset tim TATAH.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyelenggaraan TATAH 2026 turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menilai pameran ini sejalan dengan upaya mengembalikan identitas daerah sebagai “Kota Ukir”.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami ingin ukiran Jepara tidak hanya dipandang sebagai produk kerajinan, tetapi sebagai karya seni murni yang nilainya tidak bisa diukur dengan harga standar,” ujar Witiarso.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia berharap, melalui pameran ini, kesejahteraan para pengukir juga dapat meningkat seiring naiknya apresiasi terhadap karya mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, Witiarso menyoroti persoalan regenerasi pengukir yang kini menjadi tantangan serius. Menurutnya, minat generasi muda terhadap seni ukir mulai menurun, terutama karena dominasi industri mebel massal.</p>
<p style="text-align: justify;">“Harapannya, TATAH 2026 bisa menjadi jalan keluar agar profesi pengukir kembali diminati dan memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pameran ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, komunitas industri, hingga seniman dan peneliti budaya. Dengan konsep yang matang dan pendekatan berbasis riset, TATAH 2026 diharapkan mampu menjadi pemicu kebangkitan kembali seni ukir sebagai identitas budaya yang bernilai tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Witiarso pun mengundang para kolektor seni, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk hadir menyaksikan langsung pameran tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">“Karena yang ditampilkan adalah karya seni murni, kami berharap kolektor ternama bisa hadir. Semoga ini menjadi ajang promosi yang sukses dan bisa berlanjut di masa mendatang,” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/pameran-tatah-2026-digelar-di-museum-nasional-catat-tanggalnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Momen Halal Bihalal Keluarga Sosroningrat di Pendopo Kabupaten Jepara</title>
		<link>https://jeparahariini.com/momen-halal-bihalal-keluarga-sosroningrat-di-pendopo-kabupaten-jepara/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=momen-halal-bihalal-keluarga-sosroningrat-di-pendopo-kabupaten-jepara</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/momen-halal-bihalal-keluarga-sosroningrat-di-pendopo-kabupaten-jepara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 03:55:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Sosroningrat]]></category>
		<category><![CDATA[Museum kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo Kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah kartini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17477</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Pendopo Kabupaten Jepara pada Sabtu, 4 April 2026. Momen bersejarah ini menjadi saksi berkumpulnya kembali keturunan keluarga besar pahlawan emansipasi wanita RA Kartini dalam acara Halal Bihalal Keluarga Sosroningrat. Acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa, melainkan juga momen penuh syukur atas dibukanya ruang sejarah Kabupaten Jepara...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.jeparahariini"><strong>JEPARA</strong> </a>– Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Pendopo Kabupaten Jepara pada Sabtu, 4 April 2026. Momen bersejarah ini menjadi saksi berkumpulnya kembali keturunan keluarga besar pahlawan emansipasi wanita RA Kartini dalam acara Halal Bihalal Keluarga Sosroningrat. Acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa, melainkan juga momen penuh syukur atas dibukanya ruang sejarah Kabupaten Jepara agar lebih dekat dengan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, Wakil Keluarga Sosroningrat, Hengki Hernowo, menyampaikan ucapan minal aidin wal faizin serta rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran para anggota keluarga. Momen kebersamaan ini terasa semakin istimewa karena dihadiri oleh perwakilan keluarga dari berbagai daerah seperti Salatiga dan Jakarta, bahkan turut dihadiri oleh anggota keluarga yang datang langsung dari Belanda.</p>
<p style="text-align: justify;"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-17479 aligncenter" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Tour-Museum-Kartini-jepara.jpeg" alt="Keluarga Sosroningrat Tour Museum Kartini jepara" width="1600" height="1066" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Tour-Museum-Kartini-jepara.jpeg 1600w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Tour-Museum-Kartini-jepara-300x200.jpeg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Tour-Museum-Kartini-jepara-1024x682.jpeg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Tour-Museum-Kartini-jepara-768x512.jpeg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Tour-Museum-Kartini-jepara-1536x1023.jpeg 1536w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Tour-Museum-Kartini-jepara-820x545.jpeg 820w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Tour-Museum-Kartini-jepara-600x400.jpeg 600w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Keluarga besar Sosroningrat ini berkumpul untuk saling memaafkan sekaligus mengenang kembali jejak leluhur di Pendopo Kabupaten Jepara, bangunan bersejarah yang dulunya merupakan tempat kediaman Adipati Sosroningrat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Lebih dari sekadar ajang reuni keluarga, momen silaturahmi ini juga diwarnai rasa syukur atas terwujudnya harapan masyarakat. Perwakilan Komunitas Rumah Kartini Jepara, M. Afif Isyarobbi, menjelaskan bahwa Rumah Kartini dan keluarga Sosroningrat memang sangat mendambakan Pendopo Kartini ini bisa menjadi ruang publik dan difungsikan sebagai Museum Kartini Jepara.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">&#8220;Alhamdulillah, hal ini bisa terwujud meskipun kami hanya diberi waktu persiapan selama dua minggu. Kami dari Rumah Kartini berharap museum ini menjadi ruang publik dan ruang heritage bersama untuk mengenalkan sejarah serta menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat,&#8221; ungkap Afif.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Langkah pelestarian sejarah ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam mewujudkan perubahan fungsi pendopo tersebut. Ia secara khusus menyoroti kebesaran hati Bupati Witiarso yang legowo dan merelakan rumah dinasnya bisa diakses publik menjadi Museum Kartini Jepara. Ke depannya, pengelolaan pelestarian sejarah ini akan dipercayakan kepada Perumda Kabupaten Jepara.</p>
<p style="text-align: justify;">[irp posts=&#8221;17439&#8243; ]</p>
<p style="text-align: justify;">Antusiasme masyarakat terhadap keberadaan museum ini pun terbilang sangat tinggi. Ali memaparkan bahwa sejak dibukanya Museum Kartini Jepara ini hingga per tanggal 3 April 2026, angka kunjungan telah menembus 26.591 orang. Tidak hanya wisatawan domestik, kunjungan untuk belajar lebih jauh tentang Kartini dan keluarganya juga menarik minat wisatawan mancanegara, seperti dari Malaysia, Australia, Jerman, Korea, hingga Jepang.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Bulan April sejatinya adalah bulannya Jepara dan perempuan Indonesia. Selain memperingati Hari Jadi Jepara ke-477 pada 10 April, bulan ini juga menjadi momen krusial untuk menyambut peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April mendatang.</p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" class="size-full wp-image-17480 aligncenter" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Kunjungan-Ke-Museum-Kartini-Jepara.jpeg" alt="Keluarga Sosroningrat Kunjungan Ke Museum Kartini Jepara" width="1600" height="1066" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Kunjungan-Ke-Museum-Kartini-Jepara.jpeg 1600w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Kunjungan-Ke-Museum-Kartini-Jepara-300x200.jpeg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Kunjungan-Ke-Museum-Kartini-Jepara-1024x682.jpeg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Kunjungan-Ke-Museum-Kartini-Jepara-768x512.jpeg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Kunjungan-Ke-Museum-Kartini-Jepara-1536x1023.jpeg 1536w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Kunjungan-Ke-Museum-Kartini-Jepara-820x545.jpeg 820w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Kunjungan-Ke-Museum-Kartini-Jepara-600x400.jpeg 600w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Semangat emansipasi yang digaungkan oleh R.A. Kartini terasa semakin hidup dengan berfungsinya pendopo ini sebagai museum yang bisa dinikmati siapa saja. Ali menambahkan bahwa seluruh rangkaian bulan April ini akan diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk ziarah ke makam para leluhur Jepara. Tidak hanya berpusat di Jepara, Bupati juga telah mengagendakan kegiatan ziarah ke makam leluhur Jepara yang disemayamkan di Kudus, seperti R.M.P. Sosrokartono, di mana rangkaian acara ini akan terus berlangsung semarak hingga 30 April 2026.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sebagai penutup rangkaian acara silaturahmi yang sarat akan nilai sejarah dan emosional tersebut, seluruh anggota keluarga besar Sosroningrat beserta para tamu undangan diajak untuk melakukan museum tour. Dengan penuh antusiasme dan rasa haru, rombongan keluarga menyusuri setiap sudut Museum Kartini Jepara. Perjalanan menyusuri lorong waktu ini dimulai dari area depan pendopo yang megah, mengamati satu per satu koleksi peninggalan dan narasi sejarah yang dipamerkan, hingga menelusuri lorong-lorong ruangan di bagian paling akhir dari kompleks bangunan. Langkah demi langkah dalam tur tersebut tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi yang menyenangkan, tetapi juga mengajak para keturunan Sosroningrat untuk menapaktilasi kembali denyut kehidupan, perjuangan, serta pemikiran R.A. Kartini di rumah masa kecilnya. Momen berkeliling museum ini menjadi penutup yang manis, menjadikan Halal Bihalal keluarga di tahun ini terasa jauh lebih bermakna dan tak terlupakan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/momen-halal-bihalal-keluarga-sosroningrat-di-pendopo-kabupaten-jepara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wiwitan: Laku Spiritual dan Titik Nol Penciptaan Karya di Tatah 2026</title>
		<link>https://jeparahariini.com/wiwitan-laku-spiritual-dan-titik-nol-penciptaan-karya-di-tatah-2026/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=wiwitan-laku-spiritual-dan-titik-nol-penciptaan-karya-di-tatah-2026</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/wiwitan-laku-spiritual-dan-titik-nol-penciptaan-karya-di-tatah-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 03:32:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran Seni Ukir]]></category>
		<category><![CDATA[Pengukir]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman Ukir]]></category>
		<category><![CDATA[Tatah 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Wiwitan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17468</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA &#8211; Dalam hiruk-pikuk industri kayu modern yang serba masif, ada sebuah tradisi sunyi yang masih dijaga dengan khidmat oleh para pengukir di Jepara. Sebelum mata pahat menyentuh permukaan kayu, ada sebuah tahapan awal yang disebut Wiwitan. Bagi Roni, salah satu pengukir yang mendedikasikan karyanya untuk eksibisi Tatah 2026, Selametan Wiwitan bukan sekadar seremoni formalitas,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.jeparahariini.com"><strong>JEPARA</strong></a> &#8211; Dalam hiruk-pikuk industri kayu modern yang serba masif, ada sebuah tradisi sunyi yang masih dijaga dengan khidmat oleh para pengukir di Jepara.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum mata pahat menyentuh permukaan kayu, ada sebuah tahapan awal yang disebut Wiwitan. Bagi Roni, salah satu pengukir yang mendedikasikan karyanya untuk eksibisi Tatah 2026, Selametan Wiwitan bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan gerbang spiritual yang menentukan &#8220;ruh&#8221; dari setiap guratan motif yang dihasilkan.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Menjemput Niat di Titik Awal</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Secara harfiah, Wiwitan berarti &#8220;awal&#8221; atau &#8220;permulaan&#8221;. Dalam konteks penciptaan seni ukir, ritual ini merupakan bentuk penyucian niat. Roni percaya bahwa kayu adalah benda hidup yang memiliki energi dan untuk mengolahnya menjadi sebuah karya seni, seorang seniman harus terlebih dahulu &#8220;meminta izin&#8221; kepada Sang Pencipta dan alam semesta.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Intinya adalah berdoa dan berniat. Orang Jawa itu memulai sesuatu selalu dengan niat yang bersih,&#8221; ungkap Roni dengan tenang.</p>
<p style="text-align: justify;">Di bengkel kerjanya di Desa Sukodono, ritual ini dilakukan dengan kesederhanaan yang mendalam, doa bersama dan selamatan kecil. Proses ini bertujuan untuk melepaskan ego pribadi seniman, sehingga tangan yang bekerja nantinya bukan digerakkan oleh ambisi semata, melainkan oleh ketulusan batin.</p>
<p style="text-align: justify;">Karya-karya yang lahir dari proses ini nantinya dipersiapkan untuk dipamerkan dalam pameran seni ukir berbasis riset dan sejarah, Tatah 2026, yang direncanakan akan diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia pada April mendatang. Pameran ini menjadi ruang pertemuan antara praktik tradisi pengukiran Jepara dengan pendekatan riset sejarah dan narasi kebudayaan yang lebih luas.</p>
<figure id="attachment_17473" aria-describedby="caption-attachment-17473" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-17473 size-full" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/03/Roni-pengukir-kayu-dari-Sukodono-Jepara-sedang-mengukir-karya-untuk-pameran-Tatah-2026-di-Museum-Nasional-Indonesia-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1440" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/03/Roni-pengukir-kayu-dari-Sukodono-Jepara-sedang-mengukir-karya-untuk-pameran-Tatah-2026-di-Museum-Nasional-Indonesia-scaled.jpg 2560w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/03/Roni-pengukir-kayu-dari-Sukodono-Jepara-sedang-mengukir-karya-untuk-pameran-Tatah-2026-di-Museum-Nasional-Indonesia-300x169.jpg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/03/Roni-pengukir-kayu-dari-Sukodono-Jepara-sedang-mengukir-karya-untuk-pameran-Tatah-2026-di-Museum-Nasional-Indonesia-1024x576.jpg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/03/Roni-pengukir-kayu-dari-Sukodono-Jepara-sedang-mengukir-karya-untuk-pameran-Tatah-2026-di-Museum-Nasional-Indonesia-768x432.jpg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/03/Roni-pengukir-kayu-dari-Sukodono-Jepara-sedang-mengukir-karya-untuk-pameran-Tatah-2026-di-Museum-Nasional-Indonesia-1536x864.jpg 1536w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/03/Roni-pengukir-kayu-dari-Sukodono-Jepara-sedang-mengukir-karya-untuk-pameran-Tatah-2026-di-Museum-Nasional-Indonesia-2048x1152.jpg 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-17473" class="wp-caption-text">&#8221; Roni seniman ukir dari Sukodono Jepara sedang berkarya untuk pameran Tatah 2026 di bengkel kerjanya &#8220;</figcaption></figure>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Wiwitan Sebagai Manifestasi &#8220;Suluk&#8221;</strong></h2>
<p style="text-align: justify;"><a href="https://jeparahariini.com/pameran-tatah-2026-angkat-seni-ukir-jepara-berbasis-sejarah-dan-riset/">Pameran seni ukir berbasis riset dan sejarah, Tatah 2026, mengusung narasi besar <em>Suluk, Sulur, dan Jepara</em>.</a> Di sinilah Wiwitan menemukan relevansi filosofisnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Suluk</em> bisa diartikan sebagai perjalanan. Wiwitan adalah langkah pertama dalam &#8220;Suluk&#8221; atau perjalanan spiritual seorang pengukir. Ia adalah laku asketisme, sebuah upaya mendekatkan diri pada keilahian sebelum berkarya. Keteduhan batin yang diperoleh dari proses Wiwitan inilah yang kemudian bertransformasi menjadi Sulur. Garis-garis ukiran yang meliuk, spiral, dan organik tidak lagi menjadi pola yang mati, tetapi menjadi bahasa rupa yang memiliki kedalaman rasa dan spiritualitas.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Melawan Arus Kecepatan Zaman</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Di tengah tuntutan produksi massal yang serba cepat, memilih untuk melakukan Wiwitan adalah sebuah keberanian. Roni dan rekan-rekan seniman di Tatah 2026 memilih untuk &#8220;melambat&#8221;. Mereka membuktikan bahwa kualitas sebuah mahakarya tidak hanya diukur dari kehalusan teknik (<em>skill</em>), tetapi dari seberapa besar energi doa dan perenungan yang tertanam di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya mencoba menerjemahkan tradisi ini ke masa kini. Esensinya tetap saya pegang,&#8221; jelas Roni mengenai keputusannya menjaga ritual tersebut di era modern.</p>
<p style="text-align: justify;">Wiwitan mengajarkan bahwa setiap keping kayu yang ditatah membawa tanggung jawab budaya dan sejarah panjang Jepara. Sejarah yang mempertemukan elemen Hindu, Buddha, Islam, dan etnisitas dalam satu harmoni visual.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Jendela Menuju Identitas Baru</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Melalui Wiwitan, Tatah 2026 ingin menyampaikan pesan bahwa identitas ukir Jepara bukan sekadar komoditas furnitur. Ia adalah perwujudan dari keahlian masyarakat yang berakar pada laku spiritual.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan mengawali proses secara benar melalui Wiwitan, karya-karya yang akan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia nanti diharapkan menjadi &#8220;jendela&#8221; bagi dunia untuk melihat sisi modernitas Jawa yang tetap bersahaja dan berpegang teguh pada nilai-nilai ketuhanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi Roni dan tim Tatah 2026, menjaga kearifan lokal bukan berarti menolak zaman, melainkan memastikan bahwa dalam setiap kemajuan, kita tidak kehilangan pegangan pada akar yang paling dalam.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/wiwitan-laku-spiritual-dan-titik-nol-penciptaan-karya-di-tatah-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Tersangka Kasus Miras Oplosan Maut di Jepara Ditahan, Satu Pemasok Masuk DPO</title>
		<link>https://jeparahariini.com/tiga-tersangka-kasus-miras-oplosan-maut-di-jepara-ditahan-satu-pemasok-masuk-dpo/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tiga-tersangka-kasus-miras-oplosan-maut-di-jepara-ditahan-satu-pemasok-masuk-dpo</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/tiga-tersangka-kasus-miras-oplosan-maut-di-jepara-ditahan-satu-pemasok-masuk-dpo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 02:49:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Miras]]></category>
		<category><![CDATA[Oplosan]]></category>
		<category><![CDATA[pakis aji]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[suwawal]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka Miras Oplosan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17461</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA — Kepolisian Resor Jepara menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus peredaran minuman keras oplosan yang menewaskan enam warga di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto menyebutkan, ketiga tersangka berinisial MR alias Pongi (49), S alias Kancil (31), dan ESW (33). Mereka diduga terlibat dalam...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="2d27d946-72dc-4d79-97a0-f60388473ecf" data-message-model-slug="gpt-5-2">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling">
<p style="text-align: justify;" data-start="116" data-end="334"><a href="http://www.jeparahariini.com"><strong>JEPARA</strong> </a>— Kepolisian Resor Jepara menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus peredaran minuman keras oplosan yang menewaskan enam warga di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="336" data-end="572">Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto menyebutkan, ketiga tersangka berinisial MR alias Pongi (49), S alias Kancil (31), dan ESW (33). Mereka diduga terlibat dalam peracikan sekaligus penjualan minuman beralkohol ilegal kepada masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="574" data-end="765">“MR alias Pongi merupakan warga Suwawal Timur, sedangkan S alias Kancil berasal dari Desa Mambak dan ESW dari Desa Slagi,” ujar Hadi saat konferensi pers di Mapolres Jepara, Rabu (11/2/2026).</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="767" data-end="973">Polisi juga memburu seorang terduga pemasok alkohol berinisial HN yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). HN diduga menyediakan bahan utama yang digunakan dalam pembuatan miras oplosan tersebut.</p>
<h2 style="text-align: justify;" data-start="975" data-end="1021">Diduga Racik dan Edarkan Alkohol Oplosan</h2>
<p style="text-align: justify;" data-start="1023" data-end="1255">Dari hasil penyelidikan, kasus ini bermula pada Jumat (6/2/2026) ketika sejumlah korban memesan dua jerigen alkohol. Bahan tersebut kemudian diracik menjadi minuman oplosan oleh tersangka MR bersama rekannya sebelum akhirnya dijual.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1257" data-end="1418">Setelah mengonsumsi minuman itu, para korban mengalami gejala berbahaya seperti pusing, mual, muntah, sesak napas, dada terasa panas, hingga tidak sadarkan diri.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1420" data-end="1595">Dalam kurun waktu dua hari, kondisi korban semakin memburuk hingga pada Minggu (8/2) dan Senin (9/2) mereka harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1597" data-end="1697">“Total ada enam korban meninggal dunia, sementara dua lainnya masih menjalani perawatan,” kata Hadi.</p>
<p data-start="1597" data-end="1697">[irp posts=&#8221;17458&#8243; ]</p>
<h2 style="text-align: justify;" data-start="1699" data-end="1726">Enam Korban Meninggal</h2>
<p style="text-align: justify;" data-start="1728" data-end="1894">Korban meninggal dunia masing-masing bernama Muhammad Arik Zulkarnain (33), Fatekur Rohman (38), Sholeh (51), Nur Amin (58), Sulhadi (53), dan Eko Sri Wijayanto (33).</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1896" data-end="2019">Adapun dua korban selamat, Samiun (52) dan Ardhianyasy Yusuf Yusona (31), hingga kini masih dirawat di RSUD Kartini Jepara.</p>
<h2 style="text-align: justify;" data-start="2021" data-end="2051">Polisi Sita Alat Peracik</h2>
<p style="text-align: justify;" data-start="2053" data-end="2399">Dalam penanganan perkara ini, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan proses pembuatan miras oplosan. Di antaranya dua jerigen warna putih, beberapa galon air, 11 botol air mineral, alat penyaring, corong, pompa air, teko takaran, ember, 13 gelas, susu kemasan, minuman penambah stamina, serta bahan campuran lainnya.</p>
<h3 style="text-align: justify;" data-start="2401" data-end="2432">Terancam 15 Tahun Penjara</h3>
<p style="text-align: justify;" data-start="2434" data-end="2650">Para tersangka dijerat dengan Pasal 342 dan/atau Pasal 424 KUHP, Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 tentang Kesehatan, serta Pasal 62 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen juncto Pasal 20 KUHP.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="2652" data-end="2774" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Atas perbuatannya, para pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara serta denda sesuai ketentuan hukum yang berlaku.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start" style="text-align: justify;"></div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/tiga-tersangka-kasus-miras-oplosan-maut-di-jepara-ditahan-satu-pemasok-masuk-dpo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Korban Meninggal Pesta Miras di Jepara Bertambah Jadi Enam Orang, Polisi Masih Selidiki Kasus</title>
		<link>https://jeparahariini.com/korban-meninggal-pesta-miras-di-jepara-bertambah-jadi-enam-orang-polisi-masih-selidiki-kasus/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=korban-meninggal-pesta-miras-di-jepara-bertambah-jadi-enam-orang-polisi-masih-selidiki-kasus</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/korban-meninggal-pesta-miras-di-jepara-bertambah-jadi-enam-orang-polisi-masih-selidiki-kasus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 02:38:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[pakis aji]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Miras]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[suwawal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17458</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA — Jumlah korban meninggal dunia akibat pesta minuman keras (miras) di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kembali bertambah. Hingga Rabu (11/2/2026) pagi, total korban tewas tercatat enam orang, sementara dua korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit. “Yang meninggal dunia enam orang, dua dirawat,” kata Kasi Humas Polres...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;" data-start="98" data-end="410"><a href="https://jeparahariini.com/"><strong data-start="98" data-end="108">JEPARA</strong> </a>— Jumlah korban meninggal dunia akibat pesta minuman keras (miras) di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kembali bertambah. Hingga Rabu (11/2/2026) pagi, total korban tewas tercatat enam orang, sementara dua korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="412" data-end="538">“Yang meninggal dunia enam orang, dua dirawat,” kata Kasi Humas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna, saat dikonfirmasi, Rabu pagi.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="540" data-end="750">Menurut Dwi, korban meninggal bertambah satu orang dibandingkan laporan sebelumnya yang mencatat lima korban jiwa. Seluruh korban diduga mengonsumsi minuman keras saat pesta yang berlangsung beberapa hari lalu.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="752" data-end="819">“Kasus masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Jepara,” ujarnya.</p>
<h2 style="text-align: justify;" data-start="821" data-end="853">Bermula dari Pesta di Warung</h2>
<p style="text-align: justify;" data-start="855" data-end="1102">Peristiwa tersebut diketahui bermula dari pesta miras yang digelar di sebuah warung di Desa Suwawal Timur pada akhir pekan lalu. Para korban diduga menenggak minuman keras pada Sabtu malam sebelum akhirnya mengalami kondisi serius secara bertahap.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1104" data-end="1290">Sebelumnya, pada Selasa (10/2/2026), polisi melaporkan lima orang meninggal dunia dan satu korban dirawat di rumah sakit. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan jumlah korban bertambah.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1292" data-end="1437">“Hari ini petugas Satreskrim Polres Jepara melakukan penyelidikan dugaan kasus meninggal dunia di Kecamatan Pakis Aji,” kata Dwi kepada wartawan.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1439" data-end="1508">Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci identitas para korban.</p>
<h2 style="text-align: justify;" data-start="1510" data-end="1537">Polisi Lakukan Olah TKP</h2>
<p style="text-align: justify;" data-start="1539" data-end="1798">Guna mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut, aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah itu dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti sekaligus menggali informasi terkait kronologi pesta miras yang berujung maut tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1800" data-end="1930">Polisi juga masih menelusuri asal-usul minuman keras yang dikonsumsi para korban, termasuk kemungkinan adanya kandungan berbahaya.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1932" data-end="2046">Sejumlah tim telah diterjunkan ke lapangan untuk mengumpulkan keterangan saksi dan memperkuat proses penyelidikan.</p>
<h3 style="text-align: justify;" data-start="2048" data-end="2088">Korban Berasal dari Sejumlah Wilayah</h3>
<p style="text-align: justify;" data-start="2090" data-end="2384">Berdasarkan informasi sebelumnya, para korban berasal dari beberapa desa di wilayah Jepara, di antaranya Desa Bulungan, Suwawal Timur, serta Desa Demeling di Kecamatan Mlonggo. Para korban dilaporkan meninggal pada waktu dan lokasi berbeda dalam rentang beberapa hari setelah pesta berlangsung.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/korban-meninggal-pesta-miras-di-jepara-bertambah-jadi-enam-orang-polisi-masih-selidiki-kasus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
