Jepara Suguhkan Lakon Teluk Awur untuk Pentas Nasional

Budaya Jepara

Proses pengambilan gambar di Pantai Bandengan Jepara

JEPARA – Kabupaten Jepara menyuguhkan pentas teater dengan lakon Legenda Teluk Awur. Ini dipentaskan secara daring dalam Pentas Duta Seni di Anjungan Jawa Tengah dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Sutradara Rhobi Shani, menyebut ada 55 aktor dan pemain musik yang terlibat dalam pementasan ini. Pemilihan lakon yang naskahnya ditulis Eko Bowo, ini merupakan ikhtiar dari para seniman dan pemerintah Jepara untuk memunculkan khazanah yang dimiliki Bumi Kartini.

Rhobi menjelaskan, lakon ini diadaptasi dari legenda Desa Teluk Awur. Dikisahkan, seorang raja Kartawangsa bernama Jakawangsa menjadi penguasa yang semena-mena. Ia suka merampas harta bahkan istri rakyatnya sendiri.

Pada suatu saat, lanjut Rhobi, Jakawangsa ingin menikahi Kemuning, istri sah salah satu rakyatnya, Wirasaba. Namun keinginan itu ditolak oleh Kemuning. Penolakan itu tak diterima oleh raja hingga ia menampar Kemuning lantaran marah besar. Berbagai cara dilakukan oleh raja supaya Kemuning tersenyum lagi. Seperti menyuguhkan tari-tarian dan dagelan Kentrung.

Rhobi menambahkan, Kemuning memberikan syarat kepada raja sebelum ia mau dipinang. Yaitu dengan menyuruh raja menyamar sebagai nelayan pencari kerang yang bisa menari. Pada saat bersamaan, Wirasaba menyamar sebagai pemain Kentrung dan bertemu Kemuning di kerajaan.

Saat Jakawangsa mencari kerang di Pantai Teluk Awur, tiba-tiba pasukan kerajaannya menyergap dia hingga tewas. Pasukan tersebut ditugasi oleh Wirasaba yang menyamar sebagai Jakawangsa. Wirasaba meminta untuk membunuh nelayan yang mencari kerang yang bisa menari. Sebab dia adalah telik sandi yang jadi buronan kerajaan.

“Ini akan dipentaskan secara virtual pada 28 Maret 2021 nanti. Pentas ini adalah ikhtiar kami dalam nguri-uri khazanah yang dimiliki Jepara,” tutur Rhobi.

Sementara itu, Kustam Eka Jalu, ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Jepara, mengungkapkan bahwa ini menjadi awal kerja kepengurusan DKD yang baru. Pihaknya berharap, dari pentas-pentas kebudayaan dan kesenian khas Jepara, masyarakat dari berbagai elemen dan generasi bisa mencintai serta melestarikannya.

Selain pentas lakon Teluk Awur, saat ini DKD, utamanya seniman di wilayah Jepara Utara sedang menggarap teater dengan lakon Ratu Kalinyamat. Lakon ini akan dipentaskan secara daring saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Jepara mendatang. (JHI/FQ)

Exit mobile version