Anak Muda Lesu Memilih

1061

JEPARA – Pada Rabu, tanggal 27 Juni 2018 dilaksanakan pilkada serentak. Salah satunya di Jawa Tengah yang menyelenggarakan pemilihan gubernur dengan 2 calon yaitu pasangan nomor 1 ganjar-yasin dengan pasangan nomor 2 sudirman-ida . Namun, tidak semua daerah melaksanakan pilkada. Seperti Jakarta yang beberapa bulan lalu telah melaksanakan pemilihan gubernur lebih dulu.

Meskipun tidak semua daerah menyelenggarakan pilkada, namun beberapa hari sebelum hari pemilihan, diumumkan oleh pemerintah bahwa Hari Rabu, 27 Juni 2018 adalah Hari libur nasional. Tentu saja pengumuman tersebut disambut dengan riang gembira oleh pegawai dan karyawan. Terlebih mereka yang tidak ada pencoblosan di daerahnya.

Pada kenyataannya di Jawa Tengah, terutama di Jepara masih banyak karyawan yang masuk kerja pada Hari pencoblosan. Seperti saya jumpai di TPS tempat saya, beberapa orang memilih mencoblos pagi-pagi agar bisa ikut memberi suara dan tidak terlambat masuk kerja. TPS buka jam 7, dan mulai melakukan pemungutan suara jam setengah 8 pagi.

Baru mulai jam 9 pagi, banyak masyarakat yang datang untuk mencoblos. Mereka adalah petani, ibu rumah tangga, dan simbah-simbah. Jarang dijumpai anak muda yang datang ke TPS, biasanya datang beramai-ramai ikut mencoblos. Hanya terlihat satu dua saja anak muda yang datang sendiri dan terlihat buru-buru pulang. Yang setelah mencoblos tidak langsung pulang adalah bapak-bapak yang di TPS saya kebanyakan bekerja sebagai Petani. Sedangan ibu-ibunya ke TPS ramai berkelompok.

Di jaman yang serba gadget, internet, dan begitu cepatnya arus informasi. Tentu saja tidak mungkin jika para muda mudi kampung tidak mengetahui prihal pilkada. Namun jumlah kehadiran, partisipasi, dan suara mereka semakin tahun justru dirasa semakin menurun. Berbeda dengan orang-orang tua yang justru tidak mengenal gadget, sumber informasi mengenai pilkada terbatas, namun tetap semangat dalam mengikuti pencoblosan.

Menurunnya jumlah partisipasi para muda mudi juga karena faktor mereka yang merantau. Banyak anak muda yang merantau untuk kuliah, maupun bekerja. Meskipun libur, namun tidak banyak mereka yang pulang / di rumah saat pemilu berlangsung. Lebih banyak yang menikmati waktu libur pemilu diperantauan.

Meski begitu, tentu saja masih banyak muda mudi yang tidak merantau. Bisa dilihat jika ada event-event hiburan (orkes, dll) di Jepara, selalu penuh dengan muda mudi. Sedangkan, saat pemilu TPS sepi. Jika dipersentase tentu saja masih lebih banyak orang tua dan lansianya dibandingkan dengan anak mudanya.

Jika melihat persentase antara yang menggunakan hak pilih dengan yang golput adalah sekitar 50:50 maka yang golput kebanyakan adalah anak muda. Kemudahan akses informasi tentang pemilu belum membuat suara anak muda meningkat. Upaya melibatkan anak muda dalam panitia, maupun relawan saat pemilu belum mampu meningkatkan partisipasi anak muda untuk memilih. Anak muda semangat menyambut libur pemilu, lesu ikut memilih saat pemilu.

 

Siti Suryani

( Aktifis Jepara )

 

Total 0 Votes
0

Tell us how can we improve this post?

+ = Verify Human or Spambot ?

Comments

comments

Tidak ada Komentar on "Anak Muda Lesu Memilih"

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *