Jepara Peringkat Dua Terbanyak Pengidap HIV/AIDS di Jateng

1963

JEPARA – Tingginya penderita Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome ( HIV dan AIDS ) di Kabupaten Jepara, dalam rentang Januari sampai dengan Juni 2017 yang mencapai 58 kasus. Menempatkan Kabupaten Jepara sebagai kabupaten/kota dengan temuan kasus baru HIV/AIDS terbanyak se-Jawa Tengah pada urutan ke dua di bawah Kota Semarang, dan pada September ini jumlah temuan tersebut meningkat lagi menjadi 113 kasus.

Hal ini membuat Pemkab mengajak, mengingatkan dan membangkitkan kesadaran seuruh warga Jepara, untuk terus waspada agar tidak terinfeksi virus tersebut. “Saya ingin mengajak, mengingatkan dan membangkitkan kesadaran seluruh warga Jepara, bahwa HIV/AIDS ada disekitar kita, dan kita harus terus waspada agar tidak terinfeksi virus mematikan ini,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara Ir. Sholih, MM, saat membacakan sambutan tertulis Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, SE saat Upacara Peringatan Hari Nusantara Ke-17 dan Hari Aids Sedunia Tahun 2017, di Halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Jepara, Jumat (08/12/2017) pagi.

Kekhawatiran ini akan bertambah, jika melihat jumlah temuan kasus HIV/AIDS tahun 2016 (118 kasus) sampai dengan September 2017 yang jumlahnya sebanyak 231 kasus, atau setara 27,6 persen dari keseluruhan temuan kasus penderita HIV/AIDS di Jepara sejak tahun 1997 sampai dengan September 2017 (834 kasus).

“Atau dapat dikatakan dua tahun temuan terakhir ini hampir setara dengan sepertiga jumlah total kasus HIV/AIDS selama 20 tahun terakhir,” tuturnya.

Berdasarkan data, salah satu penularan tertinggi kasus HIV dan AIDS di Jepara adalah melalaui heteroseksual (seks dengan berganti-ganti pasangan) sebanyak 721 kasus atau 86,45 persen. Sedangkan menurut usia adalah kelompok usia produktif, yaitu usia 26-40 tahun sebanyak 448 kasus atau 56,63 persen. Dari jenis kelamin, 475 atau 56,9 persennya adalah kaum perempuan, dan ibu rumah tangga menempati urutan pertama dengan jumlah 282 atau 43,37 persen. Sedangkan angka kematian sampai saat ini mencapai 204 orang.

Melihat kondisi tersebut, disampaikan Bupati bahwa sekarang Jepara darurat HIV/AIDS, oleh karena itu pihaknya mengajak bersama-sama menghentikan persebarannya. Sesuai tema peringatan Hari AIDS Sedunia 2017 “Saya Berani, Saya Sehat”, Pemkab mengajak untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat terhadap HIV/AIDS dengan cara “berani” melakukan tes HIV, dan jika positif maka lanjutkan dengan pengobatan ARV sedini mungkin, untuk tetap hidup sehat dan produktif.

“Melalui kesempatan ini saya ingin mengajak, mengingatkan dan membangkitkan kesadaran seluruh warga Jepara, bahwa HIV/AIDS ada disekitar kita, dan kita harus terus waspada agar tidak terinfeksi virus mematikan ini,” Jelasnya.

Oleh karena itu, Bupati mengajak seluruh komponen pemerintah, ormas, tokoh agama, tokoh masyarakat, pendidik dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Jepara, untuk bekerja bersama, bersinergi dan menentukan langkah strategis dalam menekan bahkan mengurangi kasus HIV/AIDS di Jepara.

Total 0 Votes
0

Tell us how can we improve this post?

+ = Verify Human or Spambot ?

Comments

comments

Tidak ada Komentar on "Jepara Peringkat Dua Terbanyak Pengidap HIV/AIDS di Jateng"

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *