Bupati Kutuk Keras Pornoaksi Pantai Kartini

JEPARA – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, mengutuk keras pornoaksi yang terjadi di Pantai Kartini Jepara, Sabtu (14/4) sore lalu. Tindakan tersebut tak hanya mencemarkan nama baik daerah, namun juga telah melukai hati masyarakat Jepara. Hal tersebut dia katakan di kantornya, Senin (16/4).

“Tentu saya mengutuk keras kejadian tersebut. Sangat kita sesalkan tindakan amoral itu justru terjadi saat umat Islam memperingati hari besar, Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Juga masih masih dalam suasana peringatan Hari Jadi Jepara dan menyongsong peringatan Hari Kartini,” katanya.

Dia tidak menyangka, hari-hari istimewa untuk umat Islam dan warga Jepara itu justru dinodai oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Celakanya pelaku penodaan itu justru kaum perempuan yang seharusnya menjadi pewaris tiga tokoh perempuan hebat milik Jepara, yakni Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, dan RA Kartini.
“Entah mereka sebagai obyek atau subyek, ini sangat disesalkan,” katanya.

Atas kejadian ini, bupati menekankan agar siapapun selalu waspada jangan sampai kecolongan lagi dengan tindakan melanggar Undang-Undang Pornografi serta Perda K3 dalam dalih kegiatan apapun. Secara khusus dia meminta pengelola tempat wisata agar jangan sampai kecolongan. Kejadian ini menjadi masukan Pemkab untuk melakukan evaluasi pengelolaan tempat wisata.

“Pengelola saya minta lebih selektif dalam memberikan izin penggunaan tempat, serta meningkatkan pengawasan untuk memastikan kegiatan yang berjalan sesuai dengan izin yang diajukan,” katanya. Pihaknya tidak akan mendukung kegiatan-kegiatan komunitas apapun yang tidak sesuai dengan visi daerah.

Terkait langkah cepat Polres Jepara dalam melakukan penindakan, bupati memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Dia juga mengajak masyarakat menyerahkan proses hukum yang berjalan kepada pihak terkait yang diyakini akan berujung dengan sanksi bagi siapapun yang terlibat.

Apresiasi terhadap kinerja kepolisian menindak cepat kasus ini juga disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jepara. Lembaga ini akan terus memantau kemajuan proses penyelesaikan hukum atas tindak pornoaksi tersebut. Hal itu dikatakan Ketua MUI Kabupaten Jepara Dr. KH. Mashudi di Mapolres Jepara Minggu petang (15/4).
“Tentu proses hukum kita percayakan kepada aparat penegak hukum. Kami akan terus memantaunya terlebih pornoaksi tersebut tidak hanya melanggar norma hukum, namun juga banyak norma yang lain. Di antaranya norma agama, kesusilaan, dan sosial,” kata KH. Mashudi.

Pernyataan Kyai Mashudi sekaligus menjadi bagian dari Pernyataan Sikap Bersama antara MUI Kabupaten Jepara, Polres Jepara, dan Kodim 0719/Jepara atas kasus tersebut. Selain poin komitmen MUI mengawal penegakan hukum, ada tiga poin lain dalam pernyataan bersama yang ditandangani oleh Kyai Mashudi, Kapolres Jepara AKBP Yudiyanto Adhi Wibowo, S.IK, serta perwira Kodim/0719 Jepara Kapten Infanteri Wardjo yang mewakili Dandim.

Ketiganya adalah komitmen Polres menindak tegas semua pihak yang terlibat, ucapan terima kasih ketiga lembaga atas penolakan seluruh elemen warga Jepara, serta permintaan pihak terkait untuk memblokir penyiaran atau unggahan konten musik yang disertai pornoaksi tersebut.

Comments

comments

Leave a Response