<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>News &#8226; Jepara Hari Ini</title>
	<atom:link href="https://jeparahariini.com/category/news/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jeparahariini.com/category/news/</link>
	<description>Kabar Berita Jepara Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Aug 2026 08:30:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2017/09/cropped-jhi-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>News &#8226; Jepara Hari Ini</title>
	<link>https://jeparahariini.com/category/news/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pameran Seni Ukir TATAH 2026 Usai, Catat 73.104 Kunjungan di Museum Nasional Indonesia</title>
		<link>https://jeparahariini.com/pameran-seni-ukir-tatah-2026-usai-catat-73-104-kunjungan-di-museum-nasional-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pameran-seni-ukir-tatah-2026-usai-catat-73-104-kunjungan-di-museum-nasional-indonesia</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/pameran-seni-ukir-tatah-2026-usai-catat-73-104-kunjungan-di-museum-nasional-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2026 08:20:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Nasional Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran TATAH]]></category>
		<category><![CDATA[Seni ukir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17510</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA – Setelah berlangsung selama lebih dari tiga bulan, Pameran TATAH 2026: Suluk – Sulur – Jepara resmi ditutup di Museum Nasional Indonesia pada Minggu, 2 Agustus 2026. Sejak dibuka pada 29 April 2026, pameran tersebut membukukan total 73.104 kunjungan. Besarnya jumlah kunjungan menunjukkan bahwa sejarah, tradisi, keterampilan, dan pengetahuan yang hidup dalam seni ukir...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.jeparahariini.com"><strong>JEPARA</strong> </a>– Setelah berlangsung selama lebih dari tiga bulan, Pameran TATAH 2026: <em>Suluk – Sulur – Jepara</em> resmi ditutup di Museum Nasional Indonesia pada Minggu, 2 Agustus 2026. Sejak dibuka pada 29 April 2026, pameran tersebut membukukan total 73.104 kunjungan.</p>
<p>Besarnya jumlah kunjungan menunjukkan bahwa sejarah, tradisi, keterampilan, dan pengetahuan yang hidup dalam seni ukir Jepara masih mendapat perhatian luas dari masyarakat. Meskipun penyelenggaraan pameran telah berakhir, TATAH menegaskan bahwa upaya untuk merawat dan mengembangkan kebudayaan Jepara akan terus berjalan.</p>
<p>TATAH 2026 awalnya dijadwalkan selesai pada 5 Juli 2026. Namun, tingginya respons publik membuat masa penyelenggaraannya diperpanjang hingga 2 Agustus 2026.</p>
<p>Melalui pameran ini, seni ukir Jepara tidak hanya diperlihatkan sebagai karya yang memiliki keindahan visual. TATAH juga membawa pengunjung untuk memahami sejarah, proses penciptaan, keterampilan para pengukir, serta nilai kehidupan dan pengetahuan yang berada di balik setiap karya.</p>
<p>Direktur TATAH, Veronica Rompies, memandang selesainya pameran sebagai momentum awal bagi seniman ukir dan masyarakat Jepara untuk semakin menyadari potensi kebudayaan yang mereka miliki.</p>
<p>“Berakhirnya pameran ini sebenarnya merupakan awal bagi para seniman ukir Jepara dan masyarakat Jepara pada umumnya untuk melihat potensi tradisi dan budaya Jepara yang ternyata sangat diapresiasi oleh masyarakat luas ketika dikemas dengan baik. Kami berharap TATAH dapat menginspirasi para seniman ukir Jepara untuk berpikir lebih kreatif, lebih berani, dan terus berkarya,” ujar Veronica Rompies, Senin (3/8/2026).</p>
<p>Respons publik terhadap TATAH 2026 tidak hanya tercermin dari angka kunjungan. Berbagai pengalaman yang dibagikan melalui media sosial turut menunjukkan bagaimana pameran tersebut meninggalkan kesan personal bagi para pengunjung.</p>
<p>Foto, video, reels, dan stories yang mereka unggah memperlihatkan beragam reaksi, mulai dari rasa kagum terhadap keindahan ukiran hingga kebanggaan setelah mengenal lebih dekat sejarah dan kebudayaan Jepara.</p>
<p>Menurut Veronica, banyak pengunjung tidak sekadar melihat karya yang dipamerkan, tetapi ikut merasakan suasana dan cerita Jepara yang dibangun di dalam ruang pamer.</p>
<p>“Kami melihat banyak pengunjung bukan hanya menikmati keindahan ukir, tetapi juga tenggelam dalam sebagian kecil Jepara yang kami sajikan di ruang pamer. Melalui unggahan reels dan stories, mereka menunjukkan kebanggaan setelah mengunjungi TATAH. Ada yang merasa merinding, bahkan menahan air mata karena bangga melihat kekayaan sejarah, tradisi, dan budaya Indonesia, padahal yang ditampilkan baru berasal dari satu daerah, yaitu Jepara,” lanjutnya.</p>
<p>Pertumbuhan jumlah kunjungan juga memiliki pola yang berbeda dari pameran pada umumnya. Rata-rata pengunjung per bulan justru terus bertambah hingga mendekati akhir masa penyelenggaraan.</p>
<p>Hal tersebut memperlihatkan bahwa ketertarikan publik tidak berhenti pada pemberitaan maupun seremoni pembukaan. Cerita dan pengalaman positif dari pengunjung yang telah datang kemudian menyebar dan mendorong masyarakat lain untuk berkunjung.</p>
<p>“Jumlah rata-rata pengunjung per bulan justru semakin tinggi dari awal hingga akhir penyelenggaraan, bukan semakin berkurang. Ini menunjukkan bahwa ketertarikan pengunjung bukan hanya karena efek pemberitaan pada saat pembukaan, tetapi juga karena pengunjung yang telah datang membagikan pengalaman positif mereka sehingga menarik lebih banyak orang untuk berkunjung. Bagi kami, hal ini menunjukkan bahwa pesan dan informasi yang hendak disampaikan TATAH kepada masyarakat dapat tersampaikan,” kata Veronica.</p>
<p>Di balik penyelenggaraan pameran tersebut, tim TATAH menempuh proses persiapan yang panjang. TATAH 2026 membawa konsep pameran seni dan sejarah yang belum memiliki banyak rujukan sebelumnya, terutama dalam menyatukan seni ukir, sejarah, riset, dan pengalaman ruang dalam satu penyajian.</p>
<p>Tim kurator dan tim riset harus merumuskan pendekatan yang dapat menghadirkan seni ukir Jepara secara berbeda, tetapi tetap dapat dinikmati dan dipahami oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.</p>
<p>Selain menyusun konsep, tim juga perlu membangun keyakinan berbagai pihak bahwa TATAH layak ditampilkan di Museum Nasional Indonesia.</p>
<p>“TATAH 2026 merupakan pameran seni dan sejarah yang belum memiliki referensi sebelumnya. Tim kami bekerja ekstra untuk meyakinkan banyak pihak bahwa TATAH layak ditampilkan di Museum Nasional Indonesia. Tim kurator bersama tim riset juga bekerja keras untuk menghadirkan konsep pameran yang baru dan berbeda. Menyampaikan keberanian untuk tidak sama dengan apa yang telah ada sebelumnya kepada berbagai pihak menjadi salah satu tantangan terbesar kami,” jelas Veronica.</p>
<p>Terselenggaranya TATAH 2026 juga tidak terlepas dari keterlibatan banyak pihak. Seniman, pengukir, peneliti, sejarawan, kurator, komunitas, pemerintah, mitra, media, dan masyarakat mengambil peran dalam perjalanan pameran tersebut.</p>
<p>“TATAH 2026 bukan perjalanan yang kami jalankan sendiri. Ada seniman, pengukir, peneliti, sejarawan, kurator, komunitas, pemerintah, mitra, media, dan masyarakat yang ikut memberikan tenaga, pikiran, kepercayaan, serta dukungannya. Kepada seluruh pihak tersebut, kami menyampaikan terima kasih. Kebersamaan ini menjadi bukti bahwa seni ukir Jepara masih hidup, dibutuhkan, dan memiliki tempat yang kuat di tengah masyarakat,” ujar Veronica.</p>
<p>Apresiasi turut diberikan kepada para pengukir yang terus bekerja dan menjaga keberlanjutan seni ukir Jepara. Melalui karya-karya mereka, pengetahuan, keterampilan, dan tradisi yang diwariskan antargenerasi tetap hidup hingga hari ini.</p>
<p>Penutupan pameran di Museum Nasional Indonesia juga bukan penanda berhentinya kegiatan TATAH. Sejak awal, TATAH telah dirancang sebagai sebuah trilogi yang akan dikembangkan secara bertahap.</p>
<p>Tim TATAH kini mulai menyiapkan TATAH #2 yang direncanakan hadir pada 2027. Di tengah proses persiapan tersebut, sejumlah agenda lain juga akan dilaksanakan di Jepara untuk mendukung keberlangsungan tradisi, kebudayaan, dan seni ukir.</p>
<p>“Sejak awal, TATAH adalah sebuah trilogi. Kami mulai mempersiapkan TATAH #2 untuk 2027. Bersamaan dengan persiapan tersebut, ada beberapa agenda yang akan dijalankan di Jepara. Kami berharap seluruh kegiatan ini dapat saling mendukung bagi keberlangsungan tradisi, budaya, dan seni ukir di Jepara,” tutur Veronica.</p>
<p>Ke depan, buku, arsip, dokumentasi, hasil riset, serta berbagai kegiatan yang telah dihasilkan melalui TATAH akan terus dikembangkan. Seluruhnya diharapkan menjadi dasar untuk memperluas diskusi, penelitian, kolaborasi, kebijakan, dan langkah nyata bagi masa depan seni ukir Jepara.</p>
<p>Berakhirnya Pameran TATAH 2026: <em>Suluk – Sulur – Jepara</em> menandai dimulainya fase baru perjalanan TATAH. Ruang pamer telah ditutup, tetapi pengetahuan, pengalaman, dan semangat yang tumbuh selama penyelenggaraan akan terus dirawat, dikembangkan, dan disebarluaskan.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/pameran-seni-ukir-tatah-2026-usai-catat-73-104-kunjungan-di-museum-nasional-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pameran Seni Ukir TATAH 2026 Dibuka Fadli Zon Besok di Jakarta</title>
		<link>https://jeparahariini.com/pameran-seni-ukir-tatah-2026-dibuka-fadli-zon-besok-di-jakarta/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pameran-seni-ukir-tatah-2026-dibuka-fadli-zon-besok-di-jakarta</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/pameran-seni-ukir-tatah-2026-dibuka-fadli-zon-besok-di-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 07:42:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Ukir]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Nasional Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran Seni Ukir]]></category>
		<category><![CDATA[Tatah 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17487</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA — Pameran seni ukir berskala nasional bertajuk TATAH 2026 dijadwalkan buka pada esok hari, Rabu (29/4/2026), di Ruang Pamer Temporer A, Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Mengusung tema &#8220;Suluk &#8211; Sulur &#8211; Jepara&#8221;, perhelatan budaya ini akan diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Usai peresmian, masyarakat umum dapat mulai menyambangi pameran yang merekam...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.jeparahariini.com"><strong>JAKARTA</strong></a> — Pameran seni ukir berskala nasional bertajuk TATAH 2026 dijadwalkan buka pada esok hari, Rabu (29/4/2026), di Ruang Pamer Temporer A, Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Mengusung tema &#8220;Suluk &#8211; Sulur &#8211; Jepara&#8221;, perhelatan budaya ini akan diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.<br />
Usai peresmian, masyarakat umum dapat mulai menyambangi pameran yang merekam jejak panjang kriya kayu nusantara ini mulai 30 April hingga 5 Juli 2026.</p>
<p>Acara pembukaan esok hari turut mengundang sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dan Bupati Jepara H. Witiarso Utomo. Pameran seni ukir berbasis riset dan sejarah ini sendiri terwujud berkat sinergi antara HIMKI DPD Jepara Raya, Rumah Kartini, dan Pemerintah Kabupaten Jepara guna merawat identitas kriya kayu peninggalan leluhur.</p>
<p>TATAH 2026 tidak sekadar memajang benda seni. Pameran ini dirancang layaknya lorong waktu yang membawa pengunjung menelusuri evolusi ukiran Jepara dari masa ke masa. Rentang sejarah yang disajikan membentang mulai dari era Ratu Shima di Kerajaan Kalingga, pengaruh kosmologis Hindu-Buddha era Majapahit, kejayaan maritim Ratu Kalinyamat, hingga diplomasi budaya R.A. Kartini yang membawa ukiran Jepara ke Eropa pada akhir abad ke-19.</p>
<p>Lebih dari 30 mahakarya ikonis dipastikan tampil menyapa publik. Beberapa karya bersejarah yang akan dipamerkan meliputi miniatur Jung Jepara yang merepresentasikan teknologi kapal kayu masa silam, ukiran Macan Kurung yang sarat filosofi pengendalian hawa nafsu, Kursi Kartini yang bernilai historis tinggi, hingga kesakralan Gong Senen.</p>
<p>Selain artefak, penyelenggara juga menghadirkan reka ulang Brak atau ekosistem bengkel kerja pengukir. Melalui area ini, publik diajak melihat langsung proses kolaboratif para maestro dalam mengolah kayu jati serta mengenal ragam pisau raut tradisional.</p>
<p>Direktur Pelaksana TATAH 2026, Veronica Rompies, menegaskan bahwa pameran ini menawarkan lebih dari sekadar perayaan visual.</p>
<p>&#8220;Tatah merupakan ruang pertemuan humanis antara ingatan budaya, seni ukir, dan manusia. Melalui proses belajar yang panjang, kayu bermula dan berakhir menjadi karya yang bermanfaat serta bermakna,&#8221; ujar Veronica, Selasa (28/4/2026).</p>
<p>Apresiasi tinggi turut dilontarkan oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo. Menurutnya, seni ukir adalah denyut nadi yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Jepara. Ia berharap pameran ini mampu membawa pesan bahwa kriya lokal pantas sejajar di museum bertaraf internasional.</p>
<p>&#8220;Ukiran bukan sekadar komoditas ekonomi yang menghidupi ribuan perajin, melainkan warisan luhur yang mencerminkan jati diri, ketangguhan, dan spiritualitas masyarakat kami,&#8221; tegas Witiarso.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Esti Nurjadin, menilai pameran ini selaras dengan upaya memperkuat peran museum sebagai ruang edukasi. &#8220;Kami berharap pameran ini dapat memperluas apresiasi masyarakat terhadap warisan seni ukir sekaligus menghidupkan kembali narasi sejarah bangsa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Tema &#8220;Suluk &#8211; Sulur &#8211; Jepara&#8221; sendiri dipilih untuk merepresentasikan laku spiritual seniman yang hening (suluk), serta kebudayaan lokal yang terus menjalar dan tumbuh (sulur) melintasi zaman.</p>
<p>Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, Museum Nasional Indonesia membuka pameran ini pada Selasa-Kamis (08.00–18.00 WIB) dan Jumat-Minggu (08.00–20.00 WIB).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/pameran-seni-ukir-tatah-2026-dibuka-fadli-zon-besok-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pameran TATAH 2026 Digelar di Museum Nasional, Catat Tanggalnya!</title>
		<link>https://jeparahariini.com/pameran-tatah-2026-digelar-di-museum-nasional-catat-tanggalnya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pameran-tatah-2026-digelar-di-museum-nasional-catat-tanggalnya</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/pameran-tatah-2026-digelar-di-museum-nasional-catat-tanggalnya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 04:14:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Himki Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Nasional Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran TATAH]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran TATAH 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Tatah Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Veronica Rompies]]></category>
		<category><![CDATA[Witiarso Utomo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17482</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA &#8211; Pameran seni ukir TATAH 2026 akan digelar mulai 20 April hingga 5 Juli 2026 di Museum Nasional Indonesia. Agenda ini diawali dengan soft opening pada 20 April, sementara masyarakat umum dapat mulai berkunjung sejak 21 April 2026. Mengangkat tema “Suluk-Sulur-Jepara”, pameran ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali kejayaan seni ukir Jepara...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.jeparahariini.com"><strong>JEPARA</strong> </a>&#8211; Pameran seni ukir TATAH 2026 akan digelar mulai 20 April hingga 5 Juli 2026 di Museum Nasional Indonesia. Agenda ini diawali dengan soft opening pada 20 April, sementara masyarakat umum dapat mulai berkunjung sejak 21 April 2026. Mengangkat tema <em>“Suluk-Sulur-Jepara”</em>, pameran ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali kejayaan seni ukir Jepara ke tingkat nasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Direktur TATAH, Veronica Rompies, menjelaskan bahwa pameran ini tidak hanya berfokus pada estetika karya, tetapi juga membawa misi budaya dan edukasi. Menurutnya, TATAH 2026 dirancang berbasis riset untuk menelusuri perjalanan panjang tradisi ukir Jepara.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pameran ini bukan sekadar menampilkan karya, tetapi juga menghadirkan perspektif baru tentang nilai seni ukir yang selama ini sering disalahpahami,” ujar Veronica.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, kegiatan mengukir tidak bisa dipandang hanya sebagai aktivitas produksi semata. Ada proses panjang dan nilai historis yang menyertainya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ukir di sini bukan sekadar membuat produk untuk dijual demi menghidupi keseharian. Mengukir adalah proses panjang yang diwariskan dari generasi ke generasi selama berabad-abad,” tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Veronica menyebut TATAH 2026 merupakan bagian pertama dari rangkaian trilogi pameran yang akan berlangsung hingga 2028. Konsep ini dinilai masih baru di Indonesia, sehingga pihaknya menghadapi tantangan dalam menentukan standar penyelenggaraan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Karena ini program baru, kami tidak memiliki banyak referensi. Di satu sisi kami bisa menentukan standar sendiri, tetapi di sisi lain kami harus memastikan kualitasnya tidak asal jadi,” jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk memperkuat aspek edukasi, pameran ini akan diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti pemutaran film bertema R.A. Kartini, pertunjukan seni, hingga peluncuran dan diskusi buku hasil riset tim TATAH.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyelenggaraan TATAH 2026 turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menilai pameran ini sejalan dengan upaya mengembalikan identitas daerah sebagai “Kota Ukir”.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami ingin ukiran Jepara tidak hanya dipandang sebagai produk kerajinan, tetapi sebagai karya seni murni yang nilainya tidak bisa diukur dengan harga standar,” ujar Witiarso.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia berharap, melalui pameran ini, kesejahteraan para pengukir juga dapat meningkat seiring naiknya apresiasi terhadap karya mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, Witiarso menyoroti persoalan regenerasi pengukir yang kini menjadi tantangan serius. Menurutnya, minat generasi muda terhadap seni ukir mulai menurun, terutama karena dominasi industri mebel massal.</p>
<p style="text-align: justify;">“Harapannya, TATAH 2026 bisa menjadi jalan keluar agar profesi pengukir kembali diminati dan memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pameran ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, komunitas industri, hingga seniman dan peneliti budaya. Dengan konsep yang matang dan pendekatan berbasis riset, TATAH 2026 diharapkan mampu menjadi pemicu kebangkitan kembali seni ukir sebagai identitas budaya yang bernilai tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Witiarso pun mengundang para kolektor seni, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk hadir menyaksikan langsung pameran tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">“Karena yang ditampilkan adalah karya seni murni, kami berharap kolektor ternama bisa hadir. Semoga ini menjadi ajang promosi yang sukses dan bisa berlanjut di masa mendatang,” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/pameran-tatah-2026-digelar-di-museum-nasional-catat-tanggalnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KSH Innovation Day 2025 : Rumah Sakit Keluarga Sehat Wujudkan Lompatan Inovasi Menuju Era Phygital Hospital</title>
		<link>https://jeparahariini.com/ksh-innovation-day-2025-rumah-sakit-keluarga-sehat-wujudkan-lompatan-inovasi-menuju-era-phygital-hospital/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ksh-innovation-day-2025-rumah-sakit-keluarga-sehat-wujudkan-lompatan-inovasi-menuju-era-phygital-hospital</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/ksh-innovation-day-2025-rumah-sakit-keluarga-sehat-wujudkan-lompatan-inovasi-menuju-era-phygital-hospital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 02:56:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[KSH Innovation Day 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Pati]]></category>
		<category><![CDATA[RS Keluarga Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17372</guid>

					<description><![CDATA[PATI &#8211; Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH) kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan transformasi layanan kesehatan berbasis inovasi dan teknologi digital melalui gelaran KSH Innovation Day 2025 bertema “Empowering Health, Inspiring Future”. Acara yang digelar di KS Hall RS Keluarga Sehat Pati ini menjadi simbol nyata semangat KSH dalam melangkah menuju rumah sakit masa depan yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="https://jeparahariini.com"><strong>PATI</strong></a> &#8211; Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH) kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan transformasi layanan kesehatan berbasis inovasi dan teknologi digital melalui gelaran KSH Innovation Day 2025 bertema <em>“Empowering Health, Inspiring Future”.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Acara yang digelar di KS Hall RS Keluarga Sehat Pati ini menjadi simbol nyata semangat KSH dalam melangkah menuju rumah sakit masa depan yang human-centered, smart, dan phygital perpaduan layanan fisik dan digital yang menghadirkan pengalaman kesehatan modern, empatik, dan efisien.</p>
<p style="text-align: justify;">Inovasi Sebagai Keharusan Rumah Sakit Modern</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya,  dr. Kelvin Kurniawan, M.Kes, selaku Chief Operating Officer KSH Group sekaligus Direktur RS Keluarga Sehat, menegaskan bahwa inovasi adalah kunci agar rumah sakit tetap relevan di tengah perubahan dunia medis yang begitu cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dunia kesehatan terus berubah dari sisi teknologi, tantangan penyakit, hingga ekspektasi masyarakat. Karena itu, inovasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar rumah sakit tetap relevan dan memberi manfaat nyata,” ujarnya.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Empat Inovasi Unggulan : Langkah Nyata Transformasi Layanan</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">KSH memperkenalkan empat inovasi utama yang menjadi tonggak transformasi menuju layanan kesehatan berstandar tinggi dan berorientasi masa depan:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong> Cardiac Catheterization Service (Cath Lab)</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Layanan ini dilengkapi fasilitas ICVCU (Intensive Cardio Vascular Care Unit) berstandar nasional dan didukung oleh dua dokter jantung intervensi berpengalaman, dr. Maya Rosana Amalia, S.S, Sp.JP(K), FIHA dan dr. Mustika Mahbubi, Sp.JP(K), FIHA, serta bimbingan dari Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta.</p>
<ol style="text-align: justify;" start="2">
<li><strong> CT Scan 160 Slices with Artificial Intelligence (uCT 780)</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Perangkat diagnostik generasi terbaru yang mengintegrasikan teknologi AI untuk menghasilkan analisis otomatis, cepat, dan akurat, sekaligus menekan dosis radiasi agar lebih aman bagi pasien.</p>
<ol style="text-align: justify;" start="3">
<li><strong> Child Development Center (CDC) Building</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Gedung bertema Antariksa  ini dirancang dengan konsep futuristik yang ramah anak. CDC menjadi pusat multidisiplin untuk deteksi dini, stimulasi, dan terapi tumbuh kembang anak, sekaligus menghadirkan suasana pemeriksaan yang menyenangkan.</p>
<ol style="text-align: justify;" start="4">
<li><strong> Kartini Team Service</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sebuah inovasi layanan eksklusif bagi pasien perempuan, di mana seluruh proses mulai dari dokter, perawat, hingga staf pendukung ditangani oleh tenaga kesehatan wanita, guna menjaga empati, kenyamanan, dan privasi pasien.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Menuju Transformasi <em>“Phygital Hospital”</em></strong></h3>
<p style="text-align: justify;">KSH kini tengah mengakselerasi langkah menuju Phygital Hospital dengan konsep layanan kesehatan yang memadukan keunggulan dunia fisik dan digital.</p>
<p style="text-align: justify;">Transformasi ini diwujudkan melalui rekam medis elektronik, aplikasi KSH Online, hingga penerapan Artificial Intelligence untuk mendukung pengambilan keputusan klinis secara cepat dan tepat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Teknologi tidak menggantikan manusia, tetapi memperkuat sisi kemanusiaan tenaga kesehatan. RS Keluarga Sehat ingin memastikan setiap pasien tetap merasakan sentuhan empati di balik kemajuan teknologi,” tambah dr. Kelvin.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Ekspansi dan Regenerasi Kepemimpinan</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Dalam momentum yang sama, KSH juga melantik dua direktur baru sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan dan ekspansi jaringan layanan kesehatan:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8211; dr. H. Irawan Sanjoto Putro, Sp.OG sebagai Direktur RS Keluarga Sehat Rembang</p>
<p style="text-align: justify;">&#8211; drg. R. Basoeki Soetardjo, MMR** sebagai Direktur RS Keluarga Sehat Tayu</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut dr. Benny Purwanto, MARS, P.H.Eng, Direktur Utama PT Keluarga Sehat Sejahtera, pembangunan RS Keluarga Sehat Rembang telah memasuki tahap akhir dan akan diresmikan bertepatan dengan HUT ke-20 KSH Group.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, ekspansi akan berlanjut ke Jepara dan Demak sebagai bagian dari roadmap pengembangan jaringan rumah sakit KSH di Jawa Tengah.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Sinergi dengan Pemerintah dan Dunia Medis</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati yang diwakili oleh Ninik Trisnawati, S.KM, M.Kes, menyampaikan apresiasi terhadap komitmen KSH yang konsisten berinovasi dalam pelayanan kesehatan.</p>
<p style="text-align: justify;">“KSH Innovation Day ini bukan hanya seremonial, tetapi wujud nyata komitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Pati dan sekitarnya,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai penutup rangkaian acara, KSH menggelar Seminar Profesi bertema “Going Through Revascularization Era” bekerja sama dengan Rehatta Learning Center RSUD dr. Rehatta Provinsi Jawa Tengah.</p>
<p style="text-align: justify;">Seminar ini menghadirkan para pakar kardiologi nasional dan menjadi bentuk nyata komitmen KSH dalam meningkatkan kompetensi tenaga medis di bidang penyakit jantung, khususnya dalam pendekatan revascularization.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Inovasi Cerdas, Layanan yang Hangat</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Melalui KSH Innovation Day 2025,  RS Keluarga Sehat menegaskan visinya untuk menjadi rumah sakit modern berbasis teknologi tanpa kehilangan sentuhan kemanusiaan.</p>
<p style="text-align: justify;">KSH hadir bukan hanya sebagai tempat berobat, melainkan pusat inovasi dan kemanusiaan yang berfokus pada masa depan layanan kesehatan Indonesia Phygital, Human Centered, dan Smart Hospital.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/ksh-innovation-day-2025-rumah-sakit-keluarga-sehat-wujudkan-lompatan-inovasi-menuju-era-phygital-hospital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Amartha dan Mandiri Capital Gelar Literasi Keuangan dan Pemeriksaan Mata Gratis di Jepara</title>
		<link>https://jeparahariini.com/amartha-dan-mandiri-capital-gelar-literasi-keuangan-dan-pemeriksaan-mata-gratis-di-jepara/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=amartha-dan-mandiri-capital-gelar-literasi-keuangan-dan-pemeriksaan-mata-gratis-di-jepara</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/amartha-dan-mandiri-capital-gelar-literasi-keuangan-dan-pemeriksaan-mata-gratis-di-jepara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2025 05:46:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17360</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA – Lebih dari 300 pelaku UMKM perempuan binaan Amartha di Jepara mengikuti kegiatan literasi keuangan dan pemeriksaan mata gratis yang digelar oleh Amartha bekerja sama dengan PT Mandiri Capital Indonesia (MCI), Sabtu (23/8/2025). Acara bertajuk “Merdeka Bersama: Waspada Fraud, Sehat Finansial” ini tidak hanya memberikan edukasi finansial, tetapi juga dukungan kesehatan untuk meningkatkan produktivitas...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="https://jeparahariini.com"><strong>JEPARA</strong></a> – Lebih dari 300 pelaku UMKM perempuan binaan Amartha di Jepara mengikuti kegiatan literasi keuangan dan pemeriksaan mata gratis yang digelar oleh Amartha bekerja sama dengan PT Mandiri Capital Indonesia (MCI), Sabtu (23/8/2025). Acara bertajuk “Merdeka Bersama: Waspada Fraud, Sehat Finansial” ini tidak hanya memberikan edukasi finansial, tetapi juga dukungan kesehatan untuk meningkatkan produktivitas para pelaku usaha mikro.</p>
<p style="text-align: justify;">Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 menunjukkan indeks literasi keuangan Jawa Tengah berada di angka 66,46 persen, lebih rendah dibandingkan indeks inklusi keuangan yang mencapai 80,51 persen. Kondisi ini menggambarkan bahwa meski masyarakat aktif menggunakan layanan keuangan, pemahaman mereka masih terbatas.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-17364" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/08/Amartha-dan-Mandiri-Capital.jpg" alt="Jepara" width="1500" height="844" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/08/Amartha-dan-Mandiri-Capital.jpg 1500w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/08/Amartha-dan-Mandiri-Capital-300x169.jpg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/08/Amartha-dan-Mandiri-Capital-1024x576.jpg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/08/Amartha-dan-Mandiri-Capital-768x432.jpg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/08/Amartha-dan-Mandiri-Capital-750x422.jpg 750w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/08/Amartha-dan-Mandiri-Capital-1140x641.jpg 1140w" sizes="(max-width: 1500px) 100vw, 1500px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Menjawab kebutuhan tersebut, Amartha menghadirkan kelas literasi keuangan guna melindungi mitra binaannya dari jeratan pinjaman online ilegal dan maraknya penipuan digital. “Tingginya transaksi keuangan digital harus diiringi dengan pengetahuan dan keterampilan mengelola keuangan. Melalui kegiatan ini, kami ingin mitra binaan lebih mandiri dan mampu memanfaatkan aplikasi AmarthaFin secara optimal,” ujar Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dukungan Kesehatan untuk Produktivitas UMKM</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selain edukasi finansial, Amartha bersama MCI juga memberikan layanan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis kepada peserta. Direktur Utama MCI, Ronald Simorangkir, menegaskan pentingnya kesehatan bagi keberlanjutan usaha. “Kesehatan adalah fondasi kemandirian dan produktivitas. Melalui sinergi ini, kami mendukung UMKM perempuan agar tetap sehat, produktif, dan berdaya saing,” ungkapnya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-17363" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/08/Pemeriksaan-mata-gratis.jpg" alt="Amartha dan MCI Jepara Gelar Pemeriksaan Mata Gratis" width="1500" height="844" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/08/Pemeriksaan-mata-gratis.jpg 1500w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/08/Pemeriksaan-mata-gratis-300x169.jpg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/08/Pemeriksaan-mata-gratis-1024x576.jpg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/08/Pemeriksaan-mata-gratis-768x432.jpg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/08/Pemeriksaan-mata-gratis-750x422.jpg 750w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/08/Pemeriksaan-mata-gratis-1140x641.jpg 1140w" sizes="(max-width: 1500px) 100vw, 1500px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Nunuk Purwaningrum, salah satu peserta, mengaku terbantu dengan program ini. “Saya senang bisa mendapatkan pemeriksaan mata dan kacamata gratis yang mendukung pekerjaan sehari-hari. Selain itu, saya juga belajar cara mengelola keuangan usaha agar tidak bercampur dengan kebutuhan rumah tangga,” tuturnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Komitmen Berkelanjutan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak 2010, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp35 triliun modal kerja kepada lebih dari 3,3 juta UMKM di Indonesia, 90 persen di antaranya perempuan. Melalui aplikasi AmarthaFin, layanan yang diberikan mencakup pendanaan, keagenan AmarthaLink, hingga pembiayaan tunai bagi pelaku usaha.</p>
<p style="text-align: justify;">MCI sendiri, sebagai anak usaha Bank Mandiri di bidang modal ventura, terus berinvestasi dan memperkuat ekosistem keuangan digital melalui pendanaan serta program kolaborasi strategis.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kegiatan ini, Amartha dan MCI menegaskan komitmen mereka dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, mendukung pengusaha perempuan, serta memperkuat literasi keuangan di tingkat akar rumput.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/amartha-dan-mandiri-capital-gelar-literasi-keuangan-dan-pemeriksaan-mata-gratis-di-jepara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kejayaan Ratu Kalinyamat Diangkat dalam Pameran Sejarah Bahari</title>
		<link>https://jeparahariini.com/kejayaan-ratu-kalinyamat-diangkat-dalam-pameran-sejarah-bahari/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kejayaan-ratu-kalinyamat-diangkat-dalam-pameran-sejarah-bahari</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/kejayaan-ratu-kalinyamat-diangkat-dalam-pameran-sejarah-bahari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2025 05:06:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Ratu Kalinyamat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17354</guid>

					<description><![CDATA[JEPARAHARIINI.COM &#8211; Jepara kembali menggali kejayaan masa lalu melalui gelaran Pameran Inspirasi Sejarah Bahari Ratu Kalinyamat, yang diinisiasi oleh Yayasan Dharma Bakti Lestari. Bertempat di halaman Masjid Mantingan, Kecamatan Tahunan, pameran ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, pada Kamis, 24 April 2025. Mengusung semangat kolaborasi, pameran ini merupakan hasil kerja...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="https://jeparahariini.com"><strong>JEPARAHARIINI.COM</strong></a> &#8211; Jepara kembali menggali kejayaan masa lalu melalui gelaran Pameran Inspirasi Sejarah Bahari <a href="https://jeparahariini.com/ratu-kalinyamat-ditetapkan-sebagai-pahlawan-nasional-siswa-sma-n-1-bangsri-gelar-doa-bersama/">Ratu Kalinyama</a>t, yang diinisiasi oleh Yayasan Dharma Bakti Lestari. Bertempat di halaman Masjid Mantingan, Kecamatan Tahunan, pameran ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, pada Kamis, 24 April 2025.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengusung semangat kolaborasi, pameran ini merupakan hasil kerja bersama antara <a href="https://jeparahariini.com/ydbl-gelar-seminar-menghidupkan-kembali-gagasan-menjadikan-ratu-kalinyamat-sebagai-pahlawan-nasional/">Yayasan Dharma Bakti Lestari</a>, komunitas Sahabat Lestari, dan Suar Bahri Kultura. Dalam kurun waktu tiga bulan mendatang, pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk pelajar dan keluarga, diajak menyusuri jejak kepahlawanan Ratu Kalinyamat melalui rangkaian lukisan, ilustrasi sejarah, buku bacaan, serta dokumen autentik yang mengangkat kiprah sang ratu sebagai ikon maritim Nusantara.</p>
<p style="text-align: justify;">Ratu Kalinyamat dikenang sebagai pemimpin visioner yang jauh melampaui zamannya. Pada abad ke-16, ia memimpin armada laut Jepara dalam upaya menahan laju kolonialisme Portugis, menjadikan Jepara sebagai pusat kekuatan bahari yang disegani. Melalui konsep pameran pop-up yang digemari generasi muda, Yayasan Dharma Bakti Lestari berharap semangat patriotisme sang ratu dapat tertanam dalam jiwa anak-anak bangsa.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami ingin pameran ini menjadi jendela wawasan bagi generasi muda Jepara, agar mereka bisa memahami dan mengapresiasi nilai perjuangan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional,&#8221; ujar Nur Hidayat, mewakili Lestari Moerdijat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak hanya menampilkan karya seni visual, pameran ini juga menghadirkan bukti-bukti sejarah primer yang ditemukan dari Portugal, menambah kedalaman narasi perjuangan sang ratu. Nur Hidayat pun berharap pameran ini kelak menjadi embrio museum permanen di kawasan makam Ratu Kalinyamat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menambahkan bahwa karya-karya yang ditampilkan tidak hanya merekam jejak sejarah, namun juga menjadi bukti nyata perjuangan Ibu Lestari Moerdijat dan masyarakat Jepara dalam mengangkat martabat Ratu Kalinyamat hingga resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2023.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-17356 size-large" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/04/Pameran-Inspirasi-Sejarah-Bahari-Ratu-Kalinyamat-1024x682.jpg" alt="Pameran Inspirasi Sejarah Bahari Ratu Kalinyamat" width="1024" height="682" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/04/Pameran-Inspirasi-Sejarah-Bahari-Ratu-Kalinyamat-1024x682.jpg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/04/Pameran-Inspirasi-Sejarah-Bahari-Ratu-Kalinyamat-300x200.jpg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/04/Pameran-Inspirasi-Sejarah-Bahari-Ratu-Kalinyamat-768x512.jpg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/04/Pameran-Inspirasi-Sejarah-Bahari-Ratu-Kalinyamat-1536x1023.jpg 1536w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/04/Pameran-Inspirasi-Sejarah-Bahari-Ratu-Kalinyamat-750x500.jpg 750w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/04/Pameran-Inspirasi-Sejarah-Bahari-Ratu-Kalinyamat-1140x760.jpg 1140w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/04/Pameran-Inspirasi-Sejarah-Bahari-Ratu-Kalinyamat.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<h2><a href="https://jeparahariini.com/lestari-moerdijat-berangkatkan-puluhan-penyintas-kanker-payudara-ke-jakarta/">Lestari Moerdijat</a> : Kalangan Muda Harus Tahu Perjuangan Ratu Kalinyamat</h2>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie menekankan pentingnya penyebarluasan nilai-nilai perjuangan Ratu Kalinyamat, khususnya kepada kalangan muda. Hal ini disampaikannya dalam acara penyerapan aspirasi masyarakat di Universitas Nahdlatul Ulama (Unisnu), Jepara, pada hari yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pengakuan sebagai <a href="https://jeparahariini.com/ratu-kalinyamat-patut-jadi-pahlawan-nasional/">Pahlawan Nasional</a> bukanlah akhir, melainkan awal dari tugas besar kita bersama: memastikan semangat juang Ratu Kalinyamat terus menginspirasi anak bangsa,&#8221; ucap Rerie.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia mengakui bahwa nama Ratu Kalinyamat sudah lekat di hati masyarakat Jepara, namun belum tentu dikenal secara luas di luar wilayah itu. Maka, menurutnya, perlu ada upaya kolektif agar warisan nilai anti kolonialisme dan visi maritim sang ratu tidak tenggelam dalam arus zaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada masa silam, narasi seputar Ratu Kalinyamat seringkali dikaburkan atau dipandang negatif. Padahal, ia adalah sosok perempuan tangguh yang berdiri di garis depan melawan penjajahan, sebuah warisan kepemimpinan yang luar biasa di masanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan segala potensi sejarah dan kebudayaan yang dimiliki, Rerie berharap pameran dan berbagai inisiatif lainnya dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk belajar dan meneladani semangat kepahlawanan yang telah ditunjukkan oleh Ratu Kalinyamat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jangan lupa ikuti <em>update </em>berita lainnya dan <em>follow </em><a href="https://news.google.com/publications/CAAiENHVO_oLkpqVbiLxoFIkRkYqFAgKIhDR1Tv6C5KalW4i8aBSJEZG?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID:id">akun Google News Jeparahariini.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/kejayaan-ratu-kalinyamat-diangkat-dalam-pameran-sejarah-bahari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melindungi Laut Jepara: Forum Nelayan dan Gus Nung Bersatu Tolak Tambang Pasir</title>
		<link>https://jeparahariini.com/melindungi-laut-jepara-forum-nelayan-dan-gus-nung-bersatu-tolak-tambang-pasir/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=melindungi-laut-jepara-forum-nelayan-dan-gus-nung-bersatu-tolak-tambang-pasir</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/melindungi-laut-jepara-forum-nelayan-dan-gus-nung-bersatu-tolak-tambang-pasir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Oct 2024 10:52:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Fornel Jepara Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Nung]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Pasir Besi]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Pasir Jepara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17071</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA &#8211; Kembali mencuatnya isu penambangan pasir laut di perairan Jepara memicu kekhawatiran besar bagi para nelayan dan aktivis lingkungan. Forum Nelayan (Fornel) Jepara Utara, bersama calon bupati nomor urut 1, Nuruddin Amin (Gus Nung), dengan tegas menolak rencana tersebut demi menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan kelangsungan hidup masyarakat pesisir. Pada pertemuan rutin nelayan di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="https://jeparahariini.com/"><strong>JEPARA</strong></a> &#8211; Kembali mencuatnya isu penambangan pasir laut di perairan Jepara memicu kekhawatiran besar bagi para nelayan dan aktivis lingkungan. Forum Nelayan (Fornel) Jepara Utara, bersama calon bupati nomor urut 1, Nuruddin Amin (Gus Nung), dengan tegas menolak rencana tersebut demi menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan kelangsungan hidup masyarakat pesisir.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada pertemuan rutin nelayan di Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Rabu (9/10/2024), Gus Nung menyatakan sikap yang sejalan dengan nelayan. Dalam kesempatan itu, Ketua Fornel, Rofiq Sunarto, menegaskan pentingnya persatuan nelayan agar mereka tidak terpecah-belah seperti saat isu penambangan pasir besi di masa lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Penambangan ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi soal keberlanjutan. Jika kita tidak bersatu untuk menolak, nelayan dan lingkungan kita yang akan jadi korban,” ujar Rofiq dengan penuh keprihatinan. Ia menyoroti potensi kerusakan lingkungan akibat penambangan yang bisa mengakibatkan degradasi ekosistem laut, yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama masyarakat pesisir.</p>
<h2 style="text-align: justify;">Kerusakan Lingkungan vs. Kesejahteraan Nelayan</h2>
<p style="text-align: justify;">Muhammad Zaini, salah satu nelayan dari Desa Tubanan, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap ekosistem laut yang terancam rusak akibat tambang pasir. Nelayan bergantung pada keseimbangan alam untuk mata pencaharian mereka. Jika penambangan ini terus berlanjut, ekosistem laut yang selama ini menopang kehidupan mereka bisa terancam punah.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-17073" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/10/Gus-Nung-Bersama-Forum-Nelayan-Jepara-Utara-scaled.jpeg" alt="Gus Nung Bersama Forum Nelayan Jepara Utara" width="2560" height="1707" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/10/Gus-Nung-Bersama-Forum-Nelayan-Jepara-Utara-scaled.jpeg 2560w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/10/Gus-Nung-Bersama-Forum-Nelayan-Jepara-Utara-300x200.jpeg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/10/Gus-Nung-Bersama-Forum-Nelayan-Jepara-Utara-1024x683.jpeg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/10/Gus-Nung-Bersama-Forum-Nelayan-Jepara-Utara-768x512.jpeg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/10/Gus-Nung-Bersama-Forum-Nelayan-Jepara-Utara-1536x1024.jpeg 1536w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/10/Gus-Nung-Bersama-Forum-Nelayan-Jepara-Utara-2048x1365.jpeg 2048w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/10/Gus-Nung-Bersama-Forum-Nelayan-Jepara-Utara-750x500.jpeg 750w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/10/Gus-Nung-Bersama-Forum-Nelayan-Jepara-Utara-1140x760.jpeg 1140w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya berharap pemimpin Jepara yang terpilih berani melarang tambang pasir di pesisir. Kami ingin laut kami tetap lestari, untuk kami dan generasi mendatang,&#8221; tegas Zaini. Menurutnya, pelarangan penambangan tidak hanya melindungi lingkungan, tapi juga menjamin kesejahteraan jangka panjang bagi masyarakat pesisir yang bergantung pada hasil laut.</p>
<h2 style="text-align: justify;">Gus Nung dan Komitmen Lingkungan</h2>
<p style="text-align: justify;">Gus Nung, yang turut hadir dalam pertemuan itu, kembali mempertegas komitmennya untuk mendukung nelayan dan menjaga kelestarian lingkungan. Dalam berbagai kesempatan, ia selalu menekankan pentingnya mengkaji ulang kebijakan penambangan yang dapat merusak alam.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami di sini tidak hanya bicara tentang menolak penambangan, tetapi bagaimana kebijakan ini nantinya bisa berkesinambungan dan pro-lingkungan. Jika terpilih, kami akan mengkaji ulang izin tambang yang merusak lingkungan,&#8221; ujar Gus Nung dengan penuh keyakinan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia juga mengingatkan publik bahwa komitmennya terhadap lingkungan bukan hal baru. Gus Nung pernah berada di garis depan bersama masyarakat Balong dalam menolak pembangunan PLTN Muria dan penambangan pasir besi di Pantai Bayuran beberapa tahun silam.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ini soal masa depan, bukan hanya untuk nelayan, tapi untuk seluruh masyarakat Jepara. Kami siap bersama-sama menjaga alam ini,” tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/melindungi-laut-jepara-forum-nelayan-dan-gus-nung-bersatu-tolak-tambang-pasir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peluncuran Buku Mozaik Pengabdian: Menginspirasi Lewat Kisah Kapolres Jepara di Bumi Kartini</title>
		<link>https://jeparahariini.com/peluncuran-buku-mozaik-pengabdian-menginspirasi-lewat-kisah-kapolres-jepara-di-bumi-kartini/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=peluncuran-buku-mozaik-pengabdian-menginspirasi-lewat-kisah-kapolres-jepara-di-bumi-kartini</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/peluncuran-buku-mozaik-pengabdian-menginspirasi-lewat-kisah-kapolres-jepara-di-bumi-kartini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Sep 2024 12:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[AKBP Wahyu Nugroho Setyawan]]></category>
		<category><![CDATA[haul kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Mozaik Pengabdian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17060</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA &#8211; Buku &#8220;Mozaik Pengabdian&#8221; Kapolres Jepara, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, telah diluncurkan, menghadirkan pandangan unik tentang perjalanan hidup dan karier seorang pemimpin penegak hukum. Ditulis oleh jurnalis senior Hadi Priyanto, buku ini menyoroti berbagai pengalaman Kapolres selama bertugas, mulai dari hal-hal kecil yang inspiratif hingga kontribusinya dalam melayani masyarakat. Acara peluncuran yang berlangsung pada...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="https://jeparahariini.com/">JEPARA</a> &#8211;</strong> Buku &#8220;Mozaik Pengabdian&#8221; Kapolres Jepara, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, telah diluncurkan, menghadirkan pandangan unik tentang perjalanan hidup dan karier seorang pemimpin penegak hukum. Ditulis oleh jurnalis senior Hadi Priyanto, buku ini menyoroti berbagai pengalaman Kapolres selama bertugas, mulai dari hal-hal kecil yang inspiratif hingga kontribusinya dalam melayani masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara peluncuran yang berlangsung pada Sabtu, 14 September 2024, di Maribu Resto Jepara, juga sekaligus memperingati haul ke-120 R.A Kartini. Hadi Priyanto menegaskan bahwa buku ini bukanlah sebuah glorifikasi, melainkan rangkaian kisah yang diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi pembaca.<br />
“Buku ini menceritakan hal-hal sederhana yang bermakna, dan pembaca bisa menarik makna mereka sendiri,” ungkap Hadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Prof. Alamsyah, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Undip, yang hadir sebagai pembahas buku, memberikan pujiannya. “Buku ini luar biasa. Ditulis dengan teliti oleh Bapak Hadi Priyanto, yang telah menulis lebih dari 19 buku. Buku ini menunjukkan sosok Polri yang berperan aktif dalam melayani masyarakat,” katanya.</p>
<h3>[irp posts=&#8221;17035&#8243; ]<br />
Kisah Perjalanan Hidup Kapolres Jepara</h3>
<p style="text-align: justify;">Kapolres Jepara, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, berbagi bahwa buku ini merangkum perjalanan hidupnya, mulai dari masa kecil hingga saat bertugas sebagai Kapolres. “Saya berharap buku ini bisa menginspirasi banyak pihak, terutama generasi muda untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam bidang mereka masing-masing,” ujar Wahyu.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, momen haul R.A Kartini juga diangkat sebagai pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh pahlawan perempuan Indonesia tersebut. “Sebagai masyarakat Jepara, kita harus bangga dan senantiasa menjunjung tinggi filosofi yang diwariskan oleh R.A Kartini,” tambah Kapolres.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam upaya menghidupkan kembali semangat perjuangan R.A Kartini, Polres Jepara telah mendirikan beberapa inisiatif, seperti program Polwan Kartini Jepara Menyapa dan Kampung Kartini Tangguh di Desa Tegalsambi. “Kami berharap program ini bisa menjadi contoh, dan kampung-kampung lain juga tergerak untuk menjadi Kampung Kartini Tangguh yang membawa inspirasi dan keberanian dalam menghadapi tantangan,” pungkas Wahyu.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/peluncuran-buku-mozaik-pengabdian-menginspirasi-lewat-kisah-kapolres-jepara-di-bumi-kartini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bos Bejeu Iqbal Tosin Dikabarkan Maju Pilbup Jepara 2024. Begini Responnya!</title>
		<link>https://jeparahariini.com/bos-bejeu-iqbal-tosin-dikabarkan-maju-pilbup-jepara-2024-begini-responnya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bos-bejeu-iqbal-tosin-dikabarkan-maju-pilbup-jepara-2024-begini-responnya</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/bos-bejeu-iqbal-tosin-dikabarkan-maju-pilbup-jepara-2024-begini-responnya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 May 2024 04:32:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[bejeu]]></category>
		<category><![CDATA[Cabup Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Iqbal Bejeu]]></category>
		<category><![CDATA[Iqbal Tosin]]></category>
		<category><![CDATA[Pilbup 2024]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada jepara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17018</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA – Bos sukses dari industri bus, M Iqbal Tosin, atau lebih dikenal dengan nama Iqbal Bejeu, diisukan siap untuk melangkah ke panggung politik sebagai calon bupati Jepara pada Pilkada 2024. Kabar ini semakin mencuat setelah foto-foto Iqbal Bejeu tersebar luas di media sosial, yang menunjukkan dirinya dalam barisan calon bupati potensial. Meskipun Iqbal sendiri...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><a href="https://jeparahariini.com/" target="_blank" rel="noopener"><strong>JEPARA</strong> </a>– Bos sukses dari industri bus, M Iqbal Tosin, atau lebih dikenal dengan nama <a href="https://jeparahariini.com/iqbal-tosin-pimpin-dpc-ndaru-jepara/">Iqbal</a> Bejeu, diisukan siap untuk melangkah ke panggung politik sebagai calon bupati Jepara pada Pilkada 2024.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Kabar ini semakin mencuat setelah foto-foto Iqbal Bejeu tersebar luas di media sosial, yang menunjukkan dirinya dalam barisan calon bupati potensial. Meskipun Iqbal sendiri mengaku tidak mengetahui latar belakang penyebaran foto tersebut, banyak netizen yang memberikan tanggapan positif terhadap kemungkinan pencalonan Iqbal sebagai bupati.</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Iqbal Bejeu, selain dikenal sebagai pemilik Perusahaan Otobus Bejeu, juga dianggap sebagai sosok yang peduli dengan Persijap, klub sepak bola kebanggaan Jepara. Hal ini membuat banyak orang melihatnya sebagai calon yang memperhatikan kebutuhan masyarakat dan memiliki potensi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi, termasuk kerusakan jalan yang meresahkan.</p>
<p>[irp posts=&#8221;16941&#8243; ]</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Meskipun Iqbal telah lama didorong untuk maju dalam kontestasi politik ini, ia belum menunjukkan keinginan yang kuat. Namun, dengan dorongan semakin kuat dari berbagai pihak, Iqbal mulai mempertimbangkan opsi tersebut. Dia mengakui bahwa sulit untuk menolak kepercayaan yang telah diberikan kepadanya, dan jika dorongan ini terus meningkat, Iqbal menyatakan kesiapannya untuk melangkah ke dunia politik sebagai calon bupati Jepara.</p>
<p>“Kalau boleh jujur, mendingan saya ngurusi bus saja. Lebih enak dan santai. Sewaktu-waktu kalau Persijap bermain, saya bisa nonton. Tapi kalau memang dorongan ini semakin kuat, saya berpikir akan sulit untuk menolak orang-orang yang sudah memberi kepercayaan itu kepada saya. Kalau dibilang siap nyabup atau tidak, Insyaallah saya siap,” tegas Ketua<a href="https://jeparahariini.com/organda-jepara-dorong-pelaku-usaha-transportasi-darat-memiliki-izin-resmi/"> Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Jepara</a> ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><strong>Jangan lupa ikuti <em>update </em>berita lainnya dan <em>follow </em><a href="https://news.google.com/publications/CAAiENHVO_oLkpqVbiLxoFIkRkYqFAgKIhDR1Tv6C5KalW4i8aBSJEZG?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID:id">akun Google News Jeparahariini.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/bos-bejeu-iqbal-tosin-dikabarkan-maju-pilbup-jepara-2024-begini-responnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengungkap Asal Usul Ketupat, Makanan Khas Pada Momen Lebaran</title>
		<link>https://jeparahariini.com/mengungkap-asal-usul-ketupat-makanan-khas-pada-momen-lebaran/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengungkap-asal-usul-ketupat-makanan-khas-pada-momen-lebaran</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/mengungkap-asal-usul-ketupat-makanan-khas-pada-momen-lebaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Apr 2024 11:39:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ketupat]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17013</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA &#8211; Bagi masyarakat Muslim di Indonesia, momen lebaran atau Idul Fitri tidak bisa dilepaskan dari makanan khas bernama ketupat. Ketupat merupakan hidangan khas yang ikonik saat merayakan Hari Raya Idul Fitri. Ketupat menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri. Makanan yang berasal dari beras yang dibungkus dengan anyaman janur kuning ini biasa disajikan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="https://jeparahariini.com/" target="_blank" rel="noopener"><strong>JEPARA</strong> </a>&#8211; Bagi masyarakat Muslim di Indonesia, momen lebaran atau Idul Fitri tidak bisa dilepaskan dari makanan khas bernama ketupat. Ketupat merupakan hidangan khas yang ikonik saat merayakan Hari Raya Idul Fitri. Ketupat menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri. Makanan yang berasal dari beras yang dibungkus dengan anyaman janur kuning ini biasa disajikan dengan berbagai menu, terutama dengan opor ayam. Ketupat memiliki sejarah yang kaya dan mengakar dalam budaya Indonesia serta beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Yuk simak asal – usul dari ketupat !</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Sejarah Ketupat</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Dilansir dari beberapa sumber, ketupat pertama kali muncul di Tanah Jawa sejak abad ke-15, pada masa pemerintahan Kerajaan Demak. Asal usul ketupat diyakini berkaitan dengan Sunan Kalijaga, salah satu anggota Wali Songo yang menyebarkan Islam di tanah Jawa. Sunan Kalijaga memanfaatkan ketupat sebagai media dakwah untuk menyebarkan Islam di kalangan masyarakat pesisir utara Jawa. Bungkus ketupat yang terbuat dari janur menunjukkan identitas masyarakat pesisir yang banyak ditumbuhi pohon kelapa atau nyiur.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam penyebarannya, Sunan Kalijaga memperkenalkan istilah yang dikenal dengan Bakda. Bakda memiliki arti setelah. Ada dua Bakda yang dibudayakan, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Lebaran adalah saat Hari Rayaa Idul Fitri, di mana seluruh umat Islam diharamkan untuk berpuasa. Sedangkan Bakda Kupat adalah hari raya bagi orang yang melaksanakan puasa syawal selama enam hari. Biasanya, Bakda Kupat dilaksanakan satu minggu setelah Lebaran.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Makna Ketupat</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Seiring dengan berjalannya, waktu tradisi ketupat (kupat) lebaran menurut cerita adalah simbolisasi ungkapan dari bahasa Jawa ku = ngaku (mengakui) dan pat = lepat (kesalahan). Atau secara kata berarti mengakui kesalahan. Adapun mengakui kesalahan ditandai dengan adanya tradisi sungkeman.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, Ketupat juga merupakan simbolisasi ungkapan Bahasa Jawa Laku Papat yang menjadi simbol dari empat segi dari ketupat. Laku papat merupakan empat tindakan yang terdiri dari Lebaran, Luberan, Leburan, Laburan. Maksud dari empat tindakan tersebut antara lain:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Lebaran yaitu tindakan yang telah selesai, diambil dari kata lebar. Maknanya selesai dalam menjalani ibadah puasa.</li>
<li>Luberan atau meluber, yaitu menyimbolkan agar melakukan sedekah dengan ikhlas layaknya air yang berlimpah hingga meluber dari wadahnya. Maka, tradisi membagikan berbagi atau bersedekah di hari raya Idul Fitri menjadi kebiasaan umat Islam di Indonesia.</li>
<li>Leburan yakni memiliki makna lebur sebagaimana dalam bahasa Indonesia. Lebur saat Idul Fitri ditandai dengan meleburnya dosa dengan cara saling bermaaf-maafan atau bersilaturahmi.</li>
<li>Laburan berasal dari kata kabur yang artinya kapur putih. Maknanya yakni hati seseorang dapat kembali menjadi putih dan suci setelah melakukan ibadah selama bulan puasa Ramadhan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ketupat tidak hanya sekadar makanan lezat, tetapi juga sebuah tradisi yang kaya akan nilai-nilai budaya. Sejarah dan makna yang terkandung dalam ketupat memperkuat hubungan sosial dan memperkaya warisan budaya Indonesia serta negara-negara Asia Tenggara lainnya. <strong><em>(Aulia firdaus)</em></strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/mengungkap-asal-usul-ketupat-makanan-khas-pada-momen-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
