<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Budaya &#8226; Jepara Hari Ini</title>
	<atom:link href="https://jeparahariini.com/category/budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jeparahariini.com/category/budaya/</link>
	<description>Kabar Berita Jepara Terkini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 May 2026 02:58:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2017/09/cropped-jhi-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Budaya &#8226; Jepara Hari Ini</title>
	<link>https://jeparahariini.com/category/budaya/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ribuan Pengunjung Padati Pameran TATAH 2026 di Museum Nasional Indonesia</title>
		<link>https://jeparahariini.com/ribuan-pengunjung-padati-pameran-tatah-2026-di-museum-nasional-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ribuan-pengunjung-padati-pameran-tatah-2026-di-museum-nasional-indonesia</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/ribuan-pengunjung-padati-pameran-tatah-2026-di-museum-nasional-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2026 02:58:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran TATAH]]></category>
		<category><![CDATA[Tatah 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17500</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Pameran seni dan sejarah ukir Jepara bertajuk TATAH 2026: Suluk &#8211; Sulur &#8211; Jepara mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Dalam delapan hari sejak dibuka pada 30 April 2026 hingga 7 Mei 2026, pameran ini telah dikunjungi 2.639 orang. Diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia, Ruang Temporer A, TATAH 2026 menghadirkan pengalaman berbeda dalam melihat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.jeparahariini.com"><strong>JAKARTA</strong> </a>&#8211; Pameran seni dan sejarah ukir Jepara bertajuk TATAH 2026: Suluk &#8211; Sulur &#8211; Jepara mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Dalam delapan hari sejak dibuka pada 30 April 2026 hingga 7 Mei 2026, pameran ini telah dikunjungi 2.639 orang.</p>
<p>Diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia, Ruang Temporer A, TATAH 2026 menghadirkan pengalaman berbeda dalam melihat seni ukir Jepara. Pameran ini tidak hanya menampilkan karya-karya artistik, tetapi juga mengajak pengunjung menelusuri perjalanan panjang budaya ukir Jepara melalui riset, arsip, sejarah, dan narasi perkembangan masyarakatnya.</p>
<p>Direktur TATAH, Veronica Rompies, mengatakan bahwa sejak awal pihaknya ingin menghadirkan pameran yang mampu memperlihatkan seni ukir Jepara secara lebih utuh. Menurutnya, seni ukir tidak hanya dapat dipandang dari sisi keindahan, tetapi juga perlu dipahami sebagai bagian dari sejarah dan identitas budaya masyarakat Jepara.</p>
<p>“Sejak awal kami percaya TATAH akan menjadi pameran yang menarik bagi masyarakat karena menghadirkan sesuatu yang berbeda, yakni menampilkan keindahan seni ukir Jepara sekaligus perjalanan sejarah, riset, dan nilai budaya di baliknya. Namun demikian, antusiasme masyarakat yang hadir tetap melampaui apa yang kami bayangkan. Dalam waktu sepekan, jumlah pengunjung telah mencapai 2.639 orang,” ujar Veronica.</p>
<p>Ia menambahkan, TATAH 2026 diharapkan dapat menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dengan pengetahuan budaya secara lebih dekat dan terbuka. Melalui pameran ini, pengunjung tidak hanya diajak melihat karya ukir sebagai benda seni, tetapi juga memahami proses, tradisi, dan perjalanan budaya yang menyertainya.</p>
<p>“Kami berharap melalui pameran ini publik dapat lebih mengenal, memahami, dan mempelajari seni ukir Jepara secara lebih menyeluruh. Tidak hanya menikmati karya secara visual, tetapi juga memahami sejarah, proses, serta pengetahuan budaya yang hidup di dalam seni ukir Jepara. Harapannya, masyarakat juga bisa semakin dekat dengan salah satu kekayaan budaya Nusantara ini,” lanjutnya.</p>
<p>Beragam lapisan masyarakat terlihat mengunjungi area pameran, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, akademisi, keluarga, hingga masyarakat umum. Tidak hanya dari Indonesia, pameran ini juga menarik perhatian wisatawan mancanegara yang datang ke Museum Nasional Indonesia.</p>
<p>Di dalam ruang pamer, pengunjung dapat menyaksikan berbagai materi mengenai perjalanan budaya Jepara. Mulai dari lini masa Jepara, era Kalinyamat, perempuan dan seni ukir, ekosistem ukir Jepara, hingga karya maestro dan seniman ukir Jepara. Sejumlah karya dan materi penting turut dihadirkan, antara lain Prasasti Candi Angin, Arca Durga, panel ukiran Mantingan, Jung Jepara, Batik Kartini, alat tatah, hingga karya-karya kontemporer.</p>
<p>Sejumlah pengunjung mengaku memperoleh pengalaman baru setelah mengunjungi TATAH 2026. Yanli Rahmad, pengunjung asal Jakarta, menyebut pameran ini memberikan gambaran menarik mengenai perkembangan Jepara dari masa lampau hingga masa kini. Ia juga mengaku terkesan dengan karya berjudul “Mengurung Nafsu”.</p>
<p>“Bagusnya dari pameran ini kita bisa melihat sejarah Jepara, bagaimana Jepara berkembang dari masa awal hingga sekarang dengan karya-karya yang bersifat kontemporer. Salah satu yang saya sukai adalah karya Mengurung Nafsu. Sangat luar biasa bagaimana sepotong kayu bisa menghadirkan bentuk seekor macan di dalamnya,” ujar Yanli.</p>
<p>Apresiasi juga datang dari Mayadina, akademisi dari Unisnu Jepara. Ia menyoroti karya “Taman Laut” ciptaan Suhartono yang dikerjakan selama 13 tahun. Baginya, karya tersebut mencerminkan ketekunan, kesabaran, dan kecermatan tinggi dalam seni ukir Jepara.</p>
<p>“Saya sangat senang menyaksikan pameran TATAH 2026. Salah satu karya favorit saya adalah Taman Laut karya Suhartono yang dibuat selama 13 tahun. Menurut saya itu adalah hasil dari kesabaran dan kecermatan yang luar biasa. Harapannya, ukiran Jepara bisa terus dipamerkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas, baik di Indonesia maupun di berbagai negara,” ungkap Mayadina.</p>
<p>Sementara itu, pengunjung asal Prancis, Reynalds Deforges, mengaku menikmati pengalaman melihat langsung ragam karya yang dipamerkan. Ia menilai TATAH 2026 menjadi salah satu cara menarik untuk memahami budaya Indonesia melalui seni.</p>
<p>“Saya menemukan pameran ini sangat indah. Ada banyak karya berbeda yang bisa dilihat di sini. Ini menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk mempelajari budaya Indonesia,” katanya.</p>
<p>Melalui TATAH 2026, seni ukir Jepara ditampilkan bukan sekadar sebagai produk kerajinan atau karya visual, melainkan sebagai warisan budaya yang menyimpan pengetahuan, sejarah, keterampilan, dan identitas masyarakat yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.</p>
<p>Bagi masyarakat yang ingin mengenal Jepara lebih jauh melalui seni dan sejarahnya, pameran ini masih dapat dikunjungi hingga 5 Juli 2026 di Museum Nasional Indonesia, Ruang Temporer A.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/ribuan-pengunjung-padati-pameran-tatah-2026-di-museum-nasional-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pameran TATAH 2026 Resmi Dibuka Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Museum Nasional Indonesia</title>
		<link>https://jeparahariini.com/pameran-tatah-2026-resmi-dibuka-menteri-kebudayaan-fadli-zon-di-museum-nasional-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pameran-tatah-2026-resmi-dibuka-menteri-kebudayaan-fadli-zon-di-museum-nasional-indonesia</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/pameran-tatah-2026-resmi-dibuka-menteri-kebudayaan-fadli-zon-di-museum-nasional-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 05:31:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Ukir]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran TATAH]]></category>
		<category><![CDATA[Tatah 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17492</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Mulai 29 April hingga 5 Juli 2026, Museum Nasional Indonesia menjadi ruang saksi transformasi besar bagi seni ukir Jepara. Lewat pameran nasional bertajuk TATAH 2026, karya pahat yang selama ini kerap diidentikkan dengan komoditas industri massal kini dikukuhkan posisinya sebagai karya seni rupa murni (fine art) bernilai tinggi. Pameran ini membawa napas filosofis...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="model-response-message-contentr_644e7d10da60a6f4" class="markdown markdown-main-panel stronger enable-updated-hr-color" dir="ltr" aria-live="polite" aria-busy="false">
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="0"><a href="http://www.jeparahariini.com"><b data-path-to-node="3" data-index-in-node="0">JAKARTA</b></a> &#8211; Mulai 29 April hingga 5 Juli 2026, Museum Nasional Indonesia menjadi ruang saksi transformasi besar bagi seni ukir Jepara. Lewat pameran nasional bertajuk TATAH 2026, karya pahat yang selama ini kerap diidentikkan dengan komoditas industri massal kini dikukuhkan posisinya sebagai karya seni rupa murni (<i data-path-to-node="3" data-index-in-node="314">fine art</i>) bernilai tinggi. Pameran ini membawa napas filosofis melalui tema besarnya yaitu Suluk &#8211; Sulur &#8211; Jepara.</p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="4">Menteri Kebudayaan Fadli Zon, saat meresmikan pameran, menyoroti rekam jejak panjang ukiran Jepara yang telah eksis selama berabad-abad. &#8220;Ini sudah berakar panjang di dalam sejarah kita. Paling tidak beberapa ratus tahun, 500 tahun lebih. Dan diawali tadi dari ukiran-ukiran yang ada di Masjid Mantingan,&#8221; ungkap Fadli Zon, Rabu ( 29/4/2026).</p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="5">Ia mengapresiasi karya-karya yang dipamerkan karena berhasil melampaui batas fungsional dan mencapai puncak pencapaian artistik. &#8220;Ada juga yang memang mencapai satu ekspresi budaya, ya bisa kita lihat Macan Kurung dari satu kayu utuh. Bisa sampai ukiran-ukiran yang dalam sampai ke lima lapis bahkan mungkin tujuh lapis. Ini menunjukkan satu keterampilan yang luar biasa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lewat pameran ini, ia berharap mata publik terbuka bahwa kejeniusan seniman Indonesia tidak hanya bertumpu pada medium kanvas dua dimensi, melainkan juga amat luar biasa pada medium kayu.</p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="6">Namun, di balik mahakarya tersebut, Fadli menyoroti krisis regenerasi pengukir muda yang kian memprihatinkan. &#8220;Kalau dulu di Jepara itu dari 10 anak-anak yang mempunyai kemampuan mengukir itu 8 orang. Kalau sekarang mungkin tinggal 2 orang. Ini yang saya kira perlu <i data-path-to-node="6" data-index-in-node="266">safeguarding</i> (pelindungan),&#8221; tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="6">Sebagai tindak lanjut, pemerintah tengah memproses pendaftaran seni ukir Jepara ke UNESCO, salah satunya melalui jalur <i data-path-to-node="7" data-index-in-node="119">urgent safeguarding</i> atau <i data-path-to-node="7" data-index-in-node="144">joint nomination</i> dengan negara sahabat. Selain itu, regenerasi akan dipacu lewat program literasi, <i data-path-to-node="7" data-index-in-node="243">workshop</i>, dan manajemen talenta nasional. Mengutip Pasal 32 ayat 1 UUD 1945, Fadli mengingatkan amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.</p>
<p>&#8220;Kementerian Kebudayaan terus mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku budaya, dan sektor industri untuk memastikan keberlanjutan tradisi seni ukir Jepara sebagai warisan budaya yang hidup, <i data-path-to-node="7" data-index-in-node="626">living heritage</i>, lestari, dan berkelanjutan,&#8221; tuturnya.</p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="8"><b data-path-to-node="8" data-index-in-node="0">Lebih dari Keterampilan, Sebuah Laku Asketik</b></p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="8">Sementara itu, Kurator Pameran TATAH 2026 Suwarno Wisetrotomo membedah makna mendalam di balik tema yang dipersiapkan selama setahun terakhir ini. Ia menekankan bahwa seni ukir melampaui batas keterampilan tangan semata.</p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="9">&#8220;Ini adalah soal pengetahuan dan laku asketik, sebuah pertapaan estetik dalam mengkreasi bentuk,&#8221; jelas Suwarno. Ia menjamin bahwa karya yang ditampilkan bukanlah produk pesanan pasar, melainkan wujud murni dari dorongan ekspresi pribadi para seniman pada level maestro.</p>
</div>
<div id="model-response-message-contentr_644e7d10da60a6f4" class="markdown markdown-main-panel stronger enable-updated-hr-color" dir="ltr" aria-live="polite" aria-busy="false">
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="10">Bupati Jepara, Witiarso Utomo, turut memberikan pandangan spiritual mengenai <i data-path-to-node="10" data-index-in-node="118">tatah</i> (alat pahat). Ia menyebut alat ini bukan sekadar perkakas kerja, melainkan perpanjangan jiwa dan laku spiritual pengukirnya.</p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="11">&#8220;Dari setiap ketukannya, lahir karya yang tidak hanya indah, tetapi juga sarat makna. Jepara tidak hanya menghasilkan produk. Jepara memproduksi makna, identitas, dan peradaban,&#8221; tegas Witiarso kepada dunia.</p>
<h3 style="text-align: justify;" data-path-to-node="12"><b data-path-to-node="12" data-index-in-node="0">Penghormatan untuk Pahlawan di Balik Kesunyian</b></h3>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="12">Langkah ukiran Jepara menembus Museum Nasional diakui sebagai sejarah monumental oleh Ketua Umum HIMKI Pusat, Abdul Sobur. Ia mengapresiasi pencapaian ini, mengingat ukiran selama ini lebih banyak diperdagangkan untuk menopang banyaknya lapangan kerja di Jepara. Ia mengungkapkan kebanggaannya karena hari ini ukir Jepara menempati posisi tertinggi, bukan sekadar di galeri melainkan di sebuah museum.</p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="13">Di sisi lain, Ketua Pelaksana TATAH 2026, Veronica Rompies, mengajak publik untuk menengok ke akar rumput. Ia mendedikasikan pameran ini bagi para seniman di pelosok desa Jepara yang terus berkarya menjaga warisan budaya tanpa pernah tersorot kamera.</p>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="14">Veronica berharap kemegahan pameran ini tidak berhenti pada sekadar selebrasi dan decak kagum. &#8220;Kami berharap ini dapat dirumuskan menjadi sebuah sistem yang membuahkan solusi nyata bagi kelayakan, keberlanjutan, dan kesejahteraan para pahlawan ukir yang namanya tak selalu kita kenal,&#8221; pungkasnya.</p>
<h3 style="text-align: justify;" data-path-to-node="15"><b data-path-to-node="15" data-index-in-node="0">Kehadiran Berbagai Tokoh Penting</b></h3>
<p style="text-align: justify;" data-path-to-node="15">Momen bersejarah yang mengangkat harkat seni ukir Tanah Air ini turut dihadiri secara langsung oleh sejumlah tokoh nasional maupun internasional. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era 1993 hingga 1998 Wardiman Djojonegoro. Selain itu, jajaran duta besar dari berbagai negara sahabat serta para seniman dan budayawan terkemuka juga turut hadir memeriahkan pencapaian besar bagi seni ukir Jepara ini.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/pameran-tatah-2026-resmi-dibuka-menteri-kebudayaan-fadli-zon-di-museum-nasional-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Momen Halal Bihalal Keluarga Sosroningrat di Pendopo Kabupaten Jepara</title>
		<link>https://jeparahariini.com/momen-halal-bihalal-keluarga-sosroningrat-di-pendopo-kabupaten-jepara/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=momen-halal-bihalal-keluarga-sosroningrat-di-pendopo-kabupaten-jepara</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/momen-halal-bihalal-keluarga-sosroningrat-di-pendopo-kabupaten-jepara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 03:55:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Sosroningrat]]></category>
		<category><![CDATA[Museum kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo Kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah kartini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17477</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Pendopo Kabupaten Jepara pada Sabtu, 4 April 2026. Momen bersejarah ini menjadi saksi berkumpulnya kembali keturunan keluarga besar pahlawan emansipasi wanita RA Kartini dalam acara Halal Bihalal Keluarga Sosroningrat. Acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa, melainkan juga momen penuh syukur atas dibukanya ruang sejarah Kabupaten Jepara...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.jeparahariini"><strong>JEPARA</strong> </a>– Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Pendopo Kabupaten Jepara pada Sabtu, 4 April 2026. Momen bersejarah ini menjadi saksi berkumpulnya kembali keturunan keluarga besar pahlawan emansipasi wanita RA Kartini dalam acara Halal Bihalal Keluarga Sosroningrat. Acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa, melainkan juga momen penuh syukur atas dibukanya ruang sejarah Kabupaten Jepara agar lebih dekat dengan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, Wakil Keluarga Sosroningrat, Hengki Hernowo, menyampaikan ucapan minal aidin wal faizin serta rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran para anggota keluarga. Momen kebersamaan ini terasa semakin istimewa karena dihadiri oleh perwakilan keluarga dari berbagai daerah seperti Salatiga dan Jakarta, bahkan turut dihadiri oleh anggota keluarga yang datang langsung dari Belanda.</p>
<p style="text-align: justify;"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-17479 aligncenter" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Tour-Museum-Kartini-jepara.jpeg" alt="Keluarga Sosroningrat Tour Museum Kartini jepara" width="1600" height="1066" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Tour-Museum-Kartini-jepara.jpeg 1600w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Tour-Museum-Kartini-jepara-300x200.jpeg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Tour-Museum-Kartini-jepara-1024x682.jpeg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Tour-Museum-Kartini-jepara-768x512.jpeg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Tour-Museum-Kartini-jepara-1536x1023.jpeg 1536w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Tour-Museum-Kartini-jepara-820x545.jpeg 820w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Tour-Museum-Kartini-jepara-600x400.jpeg 600w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Keluarga besar Sosroningrat ini berkumpul untuk saling memaafkan sekaligus mengenang kembali jejak leluhur di Pendopo Kabupaten Jepara, bangunan bersejarah yang dulunya merupakan tempat kediaman Adipati Sosroningrat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Lebih dari sekadar ajang reuni keluarga, momen silaturahmi ini juga diwarnai rasa syukur atas terwujudnya harapan masyarakat. Perwakilan Komunitas Rumah Kartini Jepara, M. Afif Isyarobbi, menjelaskan bahwa Rumah Kartini dan keluarga Sosroningrat memang sangat mendambakan Pendopo Kartini ini bisa menjadi ruang publik dan difungsikan sebagai Museum Kartini Jepara.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">&#8220;Alhamdulillah, hal ini bisa terwujud meskipun kami hanya diberi waktu persiapan selama dua minggu. Kami dari Rumah Kartini berharap museum ini menjadi ruang publik dan ruang heritage bersama untuk mengenalkan sejarah serta menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat,&#8221; ungkap Afif.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Langkah pelestarian sejarah ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam mewujudkan perubahan fungsi pendopo tersebut. Ia secara khusus menyoroti kebesaran hati Bupati Witiarso yang legowo dan merelakan rumah dinasnya bisa diakses publik menjadi Museum Kartini Jepara. Ke depannya, pengelolaan pelestarian sejarah ini akan dipercayakan kepada Perumda Kabupaten Jepara.</p>
<p style="text-align: justify;">[irp posts=&#8221;17439&#8243; ]</p>
<p style="text-align: justify;">Antusiasme masyarakat terhadap keberadaan museum ini pun terbilang sangat tinggi. Ali memaparkan bahwa sejak dibukanya Museum Kartini Jepara ini hingga per tanggal 3 April 2026, angka kunjungan telah menembus 26.591 orang. Tidak hanya wisatawan domestik, kunjungan untuk belajar lebih jauh tentang Kartini dan keluarganya juga menarik minat wisatawan mancanegara, seperti dari Malaysia, Australia, Jerman, Korea, hingga Jepang.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Bulan April sejatinya adalah bulannya Jepara dan perempuan Indonesia. Selain memperingati Hari Jadi Jepara ke-477 pada 10 April, bulan ini juga menjadi momen krusial untuk menyambut peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April mendatang.</p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" class="size-full wp-image-17480 aligncenter" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Kunjungan-Ke-Museum-Kartini-Jepara.jpeg" alt="Keluarga Sosroningrat Kunjungan Ke Museum Kartini Jepara" width="1600" height="1066" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Kunjungan-Ke-Museum-Kartini-Jepara.jpeg 1600w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Kunjungan-Ke-Museum-Kartini-Jepara-300x200.jpeg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Kunjungan-Ke-Museum-Kartini-Jepara-1024x682.jpeg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Kunjungan-Ke-Museum-Kartini-Jepara-768x512.jpeg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Kunjungan-Ke-Museum-Kartini-Jepara-1536x1023.jpeg 1536w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Kunjungan-Ke-Museum-Kartini-Jepara-820x545.jpeg 820w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/04/Keluarga-Sosroningrat-Kunjungan-Ke-Museum-Kartini-Jepara-600x400.jpeg 600w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Semangat emansipasi yang digaungkan oleh R.A. Kartini terasa semakin hidup dengan berfungsinya pendopo ini sebagai museum yang bisa dinikmati siapa saja. Ali menambahkan bahwa seluruh rangkaian bulan April ini akan diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk ziarah ke makam para leluhur Jepara. Tidak hanya berpusat di Jepara, Bupati juga telah mengagendakan kegiatan ziarah ke makam leluhur Jepara yang disemayamkan di Kudus, seperti R.M.P. Sosrokartono, di mana rangkaian acara ini akan terus berlangsung semarak hingga 30 April 2026.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sebagai penutup rangkaian acara silaturahmi yang sarat akan nilai sejarah dan emosional tersebut, seluruh anggota keluarga besar Sosroningrat beserta para tamu undangan diajak untuk melakukan museum tour. Dengan penuh antusiasme dan rasa haru, rombongan keluarga menyusuri setiap sudut Museum Kartini Jepara. Perjalanan menyusuri lorong waktu ini dimulai dari area depan pendopo yang megah, mengamati satu per satu koleksi peninggalan dan narasi sejarah yang dipamerkan, hingga menelusuri lorong-lorong ruangan di bagian paling akhir dari kompleks bangunan. Langkah demi langkah dalam tur tersebut tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi yang menyenangkan, tetapi juga mengajak para keturunan Sosroningrat untuk menapaktilasi kembali denyut kehidupan, perjuangan, serta pemikiran R.A. Kartini di rumah masa kecilnya. Momen berkeliling museum ini menjadi penutup yang manis, menjadikan Halal Bihalal keluarga di tahun ini terasa jauh lebih bermakna dan tak terlupakan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/momen-halal-bihalal-keluarga-sosroningrat-di-pendopo-kabupaten-jepara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wiwitan: Laku Spiritual dan Titik Nol Penciptaan Karya di Tatah 2026</title>
		<link>https://jeparahariini.com/wiwitan-laku-spiritual-dan-titik-nol-penciptaan-karya-di-tatah-2026/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=wiwitan-laku-spiritual-dan-titik-nol-penciptaan-karya-di-tatah-2026</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/wiwitan-laku-spiritual-dan-titik-nol-penciptaan-karya-di-tatah-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 03:32:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran Seni Ukir]]></category>
		<category><![CDATA[Pengukir]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman Ukir]]></category>
		<category><![CDATA[Tatah 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Wiwitan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17468</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA &#8211; Dalam hiruk-pikuk industri kayu modern yang serba masif, ada sebuah tradisi sunyi yang masih dijaga dengan khidmat oleh para pengukir di Jepara. Sebelum mata pahat menyentuh permukaan kayu, ada sebuah tahapan awal yang disebut Wiwitan. Bagi Roni, salah satu pengukir yang mendedikasikan karyanya untuk eksibisi Tatah 2026, Selametan Wiwitan bukan sekadar seremoni formalitas,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.jeparahariini.com"><strong>JEPARA</strong></a> &#8211; Dalam hiruk-pikuk industri kayu modern yang serba masif, ada sebuah tradisi sunyi yang masih dijaga dengan khidmat oleh para pengukir di Jepara.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum mata pahat menyentuh permukaan kayu, ada sebuah tahapan awal yang disebut Wiwitan. Bagi Roni, salah satu pengukir yang mendedikasikan karyanya untuk eksibisi Tatah 2026, Selametan Wiwitan bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan gerbang spiritual yang menentukan &#8220;ruh&#8221; dari setiap guratan motif yang dihasilkan.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Menjemput Niat di Titik Awal</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Secara harfiah, Wiwitan berarti &#8220;awal&#8221; atau &#8220;permulaan&#8221;. Dalam konteks penciptaan seni ukir, ritual ini merupakan bentuk penyucian niat. Roni percaya bahwa kayu adalah benda hidup yang memiliki energi dan untuk mengolahnya menjadi sebuah karya seni, seorang seniman harus terlebih dahulu &#8220;meminta izin&#8221; kepada Sang Pencipta dan alam semesta.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Intinya adalah berdoa dan berniat. Orang Jawa itu memulai sesuatu selalu dengan niat yang bersih,&#8221; ungkap Roni dengan tenang.</p>
<p style="text-align: justify;">Di bengkel kerjanya di Desa Sukodono, ritual ini dilakukan dengan kesederhanaan yang mendalam, doa bersama dan selamatan kecil. Proses ini bertujuan untuk melepaskan ego pribadi seniman, sehingga tangan yang bekerja nantinya bukan digerakkan oleh ambisi semata, melainkan oleh ketulusan batin.</p>
<p style="text-align: justify;">Karya-karya yang lahir dari proses ini nantinya dipersiapkan untuk dipamerkan dalam pameran seni ukir berbasis riset dan sejarah, Tatah 2026, yang direncanakan akan diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia pada April mendatang. Pameran ini menjadi ruang pertemuan antara praktik tradisi pengukiran Jepara dengan pendekatan riset sejarah dan narasi kebudayaan yang lebih luas.</p>
<figure id="attachment_17473" aria-describedby="caption-attachment-17473" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-17473 size-full" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/03/Roni-pengukir-kayu-dari-Sukodono-Jepara-sedang-mengukir-karya-untuk-pameran-Tatah-2026-di-Museum-Nasional-Indonesia-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1440" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/03/Roni-pengukir-kayu-dari-Sukodono-Jepara-sedang-mengukir-karya-untuk-pameran-Tatah-2026-di-Museum-Nasional-Indonesia-scaled.jpg 2560w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/03/Roni-pengukir-kayu-dari-Sukodono-Jepara-sedang-mengukir-karya-untuk-pameran-Tatah-2026-di-Museum-Nasional-Indonesia-300x169.jpg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/03/Roni-pengukir-kayu-dari-Sukodono-Jepara-sedang-mengukir-karya-untuk-pameran-Tatah-2026-di-Museum-Nasional-Indonesia-1024x576.jpg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/03/Roni-pengukir-kayu-dari-Sukodono-Jepara-sedang-mengukir-karya-untuk-pameran-Tatah-2026-di-Museum-Nasional-Indonesia-768x432.jpg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/03/Roni-pengukir-kayu-dari-Sukodono-Jepara-sedang-mengukir-karya-untuk-pameran-Tatah-2026-di-Museum-Nasional-Indonesia-1536x864.jpg 1536w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2026/03/Roni-pengukir-kayu-dari-Sukodono-Jepara-sedang-mengukir-karya-untuk-pameran-Tatah-2026-di-Museum-Nasional-Indonesia-2048x1152.jpg 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-17473" class="wp-caption-text">&#8221; Roni seniman ukir dari Sukodono Jepara sedang berkarya untuk pameran Tatah 2026 di bengkel kerjanya &#8220;</figcaption></figure>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Wiwitan Sebagai Manifestasi &#8220;Suluk&#8221;</strong></h2>
<p style="text-align: justify;"><a href="https://jeparahariini.com/pameran-tatah-2026-angkat-seni-ukir-jepara-berbasis-sejarah-dan-riset/">Pameran seni ukir berbasis riset dan sejarah, Tatah 2026, mengusung narasi besar <em>Suluk, Sulur, dan Jepara</em>.</a> Di sinilah Wiwitan menemukan relevansi filosofisnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Suluk</em> bisa diartikan sebagai perjalanan. Wiwitan adalah langkah pertama dalam &#8220;Suluk&#8221; atau perjalanan spiritual seorang pengukir. Ia adalah laku asketisme, sebuah upaya mendekatkan diri pada keilahian sebelum berkarya. Keteduhan batin yang diperoleh dari proses Wiwitan inilah yang kemudian bertransformasi menjadi Sulur. Garis-garis ukiran yang meliuk, spiral, dan organik tidak lagi menjadi pola yang mati, tetapi menjadi bahasa rupa yang memiliki kedalaman rasa dan spiritualitas.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Melawan Arus Kecepatan Zaman</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Di tengah tuntutan produksi massal yang serba cepat, memilih untuk melakukan Wiwitan adalah sebuah keberanian. Roni dan rekan-rekan seniman di Tatah 2026 memilih untuk &#8220;melambat&#8221;. Mereka membuktikan bahwa kualitas sebuah mahakarya tidak hanya diukur dari kehalusan teknik (<em>skill</em>), tetapi dari seberapa besar energi doa dan perenungan yang tertanam di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya mencoba menerjemahkan tradisi ini ke masa kini. Esensinya tetap saya pegang,&#8221; jelas Roni mengenai keputusannya menjaga ritual tersebut di era modern.</p>
<p style="text-align: justify;">Wiwitan mengajarkan bahwa setiap keping kayu yang ditatah membawa tanggung jawab budaya dan sejarah panjang Jepara. Sejarah yang mempertemukan elemen Hindu, Buddha, Islam, dan etnisitas dalam satu harmoni visual.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Jendela Menuju Identitas Baru</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Melalui Wiwitan, Tatah 2026 ingin menyampaikan pesan bahwa identitas ukir Jepara bukan sekadar komoditas furnitur. Ia adalah perwujudan dari keahlian masyarakat yang berakar pada laku spiritual.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan mengawali proses secara benar melalui Wiwitan, karya-karya yang akan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia nanti diharapkan menjadi &#8220;jendela&#8221; bagi dunia untuk melihat sisi modernitas Jawa yang tetap bersahaja dan berpegang teguh pada nilai-nilai ketuhanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi Roni dan tim Tatah 2026, menjaga kearifan lokal bukan berarti menolak zaman, melainkan memastikan bahwa dalam setiap kemajuan, kita tidak kehilangan pegangan pada akar yang paling dalam.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/wiwitan-laku-spiritual-dan-titik-nol-penciptaan-karya-di-tatah-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pameran TATAH 2026 Angkat Seni Ukir Jepara Berbasis Sejarah dan Riset</title>
		<link>https://jeparahariini.com/pameran-tatah-2026-angkat-seni-ukir-jepara-berbasis-sejarah-dan-riset/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pameran-tatah-2026-angkat-seni-ukir-jepara-berbasis-sejarah-dan-riset</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/pameran-tatah-2026-angkat-seni-ukir-jepara-berbasis-sejarah-dan-riset/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 04:03:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Himki Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah kartini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17453</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA — Pameran seni ukir berbasis sejarah dan riset bertajuk TATAH 2026 dipastikan akan digelar di Museum Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada April 2026 mendatang. Pameran ini diselenggarakan oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia ( HIMKI ) Jepara Raya bersama Pemerintah Kabupaten Jepara dengan dukungan Rumah Kartini. TATAH 2026 dirancang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.jeparahariini.com"><strong>JEPARA</strong> </a>— Pameran seni ukir berbasis sejarah dan riset bertajuk TATAH 2026 dipastikan akan digelar di Museum Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada April 2026 mendatang.</p>
<p style="text-align: justify;">Pameran ini diselenggarakan oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia ( HIMKI ) Jepara Raya bersama Pemerintah Kabupaten Jepara dengan dukungan <a href="https://jeparahariini.com/benda-sejarah-jepara-dan-kartini-dipamerkan-komunitas-rumah-kartini/">Rumah Kartini</a>. TATAH 2026 dirancang sebagai ruang pembacaan ulang seni ukir Jepara, tidak hanya sebagai produk visual, tetapi sebagai praktik pengetahuan, proses budaya dan ekosistem keterampilan yang hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">Jepara dikenal selama berabad-abad sebagai pusat seni ukir kayu di Indonesia. Di balik reputasi tersebut, terdapat sejarah panjang mengenai proses pewarisan keterampilan, filosofi motif serta ekosistem sosial budaya yang berkembang lintas generasi. Kesadaran akan dimensi sejarah inilah yang menjadi landasan utama penyelenggaraan TATAH 2026.</p>
<h2>Tema “Suluk – Sulur – Jepara” dalam Kerangka Kuratorial</h2>
<p style="text-align: justify;">Mengusung tema “Suluk – Sulur – Jepara”, pameran ini menghadirkan kerangka kuratorial yang memandang seni ukir sebagai laku pengetahuan (Suluk), bahasa visual yang terus bertumbuh (Sulur) serta Jepara sebagai ruang sosial sekaligus identitas budaya yang kompleks.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya, TATAH 2026 sempat direncanakan berlangsung di Galeri Nasional Indonesia. Namun, seiring pendalaman riset dan penguatan arah kuratorial, lokasi pameran dialihkan ke Museum Nasional Indonesia. Perpindahan tersebut dilakukan untuk memperkuat konteks pameran yang menitikberatkan pada sejarah, artefak serta perjalanan panjang seni ukir Jepara dalam lintasan kebudayaan Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Proses persiapan pameran telah berlangsung melalui rangkaian riset lapangan dengan menelusuri jejak seni ukir Jepara. Sejumlah tokoh terlibat dalam penyusunan pameran, mulai dari kurator hingga tim periset.</p>
<h2 data-start="2834" data-end="2873"><strong data-start="2837" data-end="2873">Kurator dan Tim Riset TATAH 2026</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Kurator TATAH 2026 terdiri dari Dr. Suwarno Wisetrotomo, M.Hum. dan Nano Warsono, S.Sn., M.A., yang juga dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Selain itu, turut terlibat seniman kriya dan batik Nurrohmad, S.Sn. Adapun tim riset meliputi M. Afif Isyarobbi, S.Sn., Dr. Arif Akhyat, M.A., Dr. Akhmad Nizam, M.Sn., Daniel Frits Maurits Tangkilisan, M.A., serta Susi Ernawati, S.Pd.</p>
<p style="text-align: justify;">Nano Warsono menjelaskan bahwa sejak awal TATAH 2026 tidak dimaksudkan sebagai ajang pamer produk semata, melainkan sebagai upaya menghadirkan seni ukir sebagai karya budaya. “TATAH ini adalah satu alat, satu tools yang akan menghasilkan banyak karya seni dan menjadi budaya,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Nano, seni ukir Jepara perlu dibaca sebagai bagian dari narasi kebudayaan yang lahir dari proses panjang, bukan hanya sebagai hasil akhir. Ia menekankan bahwa Suluk merepresentasikan laku pengetahuan, Sulur sebagai produk budaya visual dan Jepara sebagai identitas kota sekaligus ruang sosial masyarakatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemilihan Museum Nasional Indonesia, lanjut Nano, memungkinkan publik melihat seni ukir Jepara dalam konteks yang lebih luas, sebagai bagian dari sejarah dan perjumpaan berbagai pengaruh budaya yang membentuknya dari masa ke masa.</p>
<h2 data-start="4243" data-end="4291"><strong data-start="4246" data-end="4291">Penekanan pada Proses Panjang Pengkaryaan</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, kurator lainnya, Dr. Suwarno Wisetrotomo, menegaskan bahwa TATAH 2026 memberi perhatian besar pada proses pengkaryaan. “Seni ukir Jepara tidak lahir dari sikap tergesa-gesa. Ia dilakoni dengan laku, passion dan kesungguhan jiwa,” kata Suwarno.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, kualitas karya yang dihadirkan dalam pameran TATAH 2026 berangkat dari kesinambungan antara keterampilan, filosofi motif, material, serta pengalaman panjang para pengukir Jepara. “Karya yang lahir dari proses panjang dan material yang memiliki sejarah, itulah yang ingin kami hadirkan,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Melalui tema “Suluk – Sulur – Jepara”, TATAH 2026 diharapkan menjadi ruang refleksi dan pembacaan baru bagi publik untuk memahami seni ukir Jepara sebagai praktik budaya yang hidup, sekaligus bagian penting dari sejarah dan kebudayaan Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/pameran-tatah-2026-angkat-seni-ukir-jepara-berbasis-sejarah-dan-riset/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Museum Kartini Diharapkan Jadi Penggerak Edukasi, Wisata, dan Ekonomi Budaya Jepara</title>
		<link>https://jeparahariini.com/museum-kartini-diharapkan-jadi-penggerak-edukasi-wisata-dan-ekonomi-budaya-jepara/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=museum-kartini-diharapkan-jadi-penggerak-edukasi-wisata-dan-ekonomi-budaya-jepara</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/museum-kartini-diharapkan-jadi-penggerak-edukasi-wisata-dan-ekonomi-budaya-jepara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 14:15:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Kebudayaan RI]]></category>
		<category><![CDATA[Museum kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo Jepara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17436</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA &#8211; Museum Kartini di Jepara kembali mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah. Dalam kunjungan bersama Bupati Jepara, Witiarso Utomo, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap museum ini tidak hanya sebatas peresmian, melainkan berlanjut pada penguatan fasilitas serta pengembangan program. Fadli Zon mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jepara telah merespons...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.jeparahariini.com"><strong>JEPARA</strong> </a>&#8211; Museum Kartini di Jepara kembali mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah. Dalam kunjungan bersama Bupati Jepara, Witiarso Utomo, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap museum ini tidak hanya sebatas peresmian, melainkan berlanjut pada penguatan fasilitas serta pengembangan program.</p>
<p style="text-align: justify;">Fadli Zon mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jepara telah merespons dengan sangat baik pengembangan museum ini sejak awal. “Saya waktu kedatangan Pak Bupati dan teman-teman yang lain, kita merespon sangat positif. Dan nanti tentu dari Kementerian Kebudayaan bisa ikut mendukung, membantu museum ini,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).</p>
<p>Ia menambahkan bahwa museum tersebut diharapkan bisa segera teregistrasi secara formal sehingga memungkinkan mendapat dukungan anggaran untuk menambah fasilitas digital seperti instalasi imersif serta aktivitas-aktivitas edukasi publik.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Bupati Jepara: Destinasi Baru untuk Wisata Keluarga dan Edukasi Anak</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menuturkan bahwa Museum Kartini memiliki potensi besar menjadi destinasi baru yang memperkuat citra Jepara sebagai kota wisata dan kota budaya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Harapan kami bisa menambah destinasi wisata untuk Jepara dan menjadi edukasi wisata untuk anak-anak kita, supaya lebih mengenali sejarah dan nilai-nilai Kartini,”</em> ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia memastikan bahwa museum ini akan dibuka untuk masyarakat umum, namun saat ini pemerintah daerah masih menyusun aturan teknis pengelolaannya. Kebijakan tersebut disiapkan guna memastikan aktivitas museum berjalan efektif, inklusif, dan berkelanjutan.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Fadli Zon Dorong Penguatan Ekonomi Budaya melalui Merchandise</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Selain pengembangan fasilitas digital, Fadli Zon menekankan pentingnya museum memiliki kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu caranya adalah melalui produksi dan penjualan merchandise eksklusif.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Selain pariwisata dan ekonomi kreatif, yang paling penting bagi museumnya sendiri adalah membuat merchandise. Biasanya merchandise itu bisa menyumbang 50 persen pemasukan museum,”</em> jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih jauh, ia menyebut Jepara memiliki modal kreativitas yang besar karena dihuni oleh banyak seniman dan perajin berkualitas. Oleh karena itu, ia menilai merchandise bertema Kartini harus dikembangkan secara serius dan bersifat spesial.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Merchandise Kartini harus banyak, harus bagus dan harus spesial. Hanya bisa didapatkan di sini,”</em> tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia juga mendorong agar Museum Kartini dipromosikan hingga tingkat nasional bahkan internasional, termasuk ke Belanda sebagai negara yang punya keterkaitan historis dengan Kartini. Upaya ini diyakini mampu menjadikan museum sebagai salah satu <em>engine</em> atau mesin penggerak ekonomi daerah.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Menuju Destinasi Sejarah yang Relevan dan Berdaya Saing</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Dengan dukungan pemerintah pusat, komitmen pemerintah daerah, serta keterlibatan para pelaku budaya Jepara, Museum Kartini diharapkan tidak hanya menjadi ruang edukasi sejarah, tetapi juga pusat aktivitas budaya, ruang kreatif dan destinasi wisata unggulan. Sinergi tersebut diyakini mampu menguatkan kembali warisan Kartini sekaligus meningkatkan ekonomi berbasis budaya di Jepara.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/museum-kartini-diharapkan-jadi-penggerak-edukasi-wisata-dan-ekonomi-budaya-jepara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kejayaan Ratu Kalinyamat Diangkat dalam Pameran Sejarah Bahari</title>
		<link>https://jeparahariini.com/kejayaan-ratu-kalinyamat-diangkat-dalam-pameran-sejarah-bahari/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kejayaan-ratu-kalinyamat-diangkat-dalam-pameran-sejarah-bahari</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/kejayaan-ratu-kalinyamat-diangkat-dalam-pameran-sejarah-bahari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2025 05:06:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Ratu Kalinyamat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17354</guid>

					<description><![CDATA[JEPARAHARIINI.COM &#8211; Jepara kembali menggali kejayaan masa lalu melalui gelaran Pameran Inspirasi Sejarah Bahari Ratu Kalinyamat, yang diinisiasi oleh Yayasan Dharma Bakti Lestari. Bertempat di halaman Masjid Mantingan, Kecamatan Tahunan, pameran ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, pada Kamis, 24 April 2025. Mengusung semangat kolaborasi, pameran ini merupakan hasil kerja...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="https://jeparahariini.com"><strong>JEPARAHARIINI.COM</strong></a> &#8211; Jepara kembali menggali kejayaan masa lalu melalui gelaran Pameran Inspirasi Sejarah Bahari <a href="https://jeparahariini.com/ratu-kalinyamat-ditetapkan-sebagai-pahlawan-nasional-siswa-sma-n-1-bangsri-gelar-doa-bersama/">Ratu Kalinyama</a>t, yang diinisiasi oleh Yayasan Dharma Bakti Lestari. Bertempat di halaman Masjid Mantingan, Kecamatan Tahunan, pameran ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, pada Kamis, 24 April 2025.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengusung semangat kolaborasi, pameran ini merupakan hasil kerja bersama antara <a href="https://jeparahariini.com/ydbl-gelar-seminar-menghidupkan-kembali-gagasan-menjadikan-ratu-kalinyamat-sebagai-pahlawan-nasional/">Yayasan Dharma Bakti Lestari</a>, komunitas Sahabat Lestari, dan Suar Bahri Kultura. Dalam kurun waktu tiga bulan mendatang, pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk pelajar dan keluarga, diajak menyusuri jejak kepahlawanan Ratu Kalinyamat melalui rangkaian lukisan, ilustrasi sejarah, buku bacaan, serta dokumen autentik yang mengangkat kiprah sang ratu sebagai ikon maritim Nusantara.</p>
<p style="text-align: justify;">Ratu Kalinyamat dikenang sebagai pemimpin visioner yang jauh melampaui zamannya. Pada abad ke-16, ia memimpin armada laut Jepara dalam upaya menahan laju kolonialisme Portugis, menjadikan Jepara sebagai pusat kekuatan bahari yang disegani. Melalui konsep pameran pop-up yang digemari generasi muda, Yayasan Dharma Bakti Lestari berharap semangat patriotisme sang ratu dapat tertanam dalam jiwa anak-anak bangsa.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami ingin pameran ini menjadi jendela wawasan bagi generasi muda Jepara, agar mereka bisa memahami dan mengapresiasi nilai perjuangan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional,&#8221; ujar Nur Hidayat, mewakili Lestari Moerdijat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak hanya menampilkan karya seni visual, pameran ini juga menghadirkan bukti-bukti sejarah primer yang ditemukan dari Portugal, menambah kedalaman narasi perjuangan sang ratu. Nur Hidayat pun berharap pameran ini kelak menjadi embrio museum permanen di kawasan makam Ratu Kalinyamat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menambahkan bahwa karya-karya yang ditampilkan tidak hanya merekam jejak sejarah, namun juga menjadi bukti nyata perjuangan Ibu Lestari Moerdijat dan masyarakat Jepara dalam mengangkat martabat Ratu Kalinyamat hingga resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2023.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-17356 size-large" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/04/Pameran-Inspirasi-Sejarah-Bahari-Ratu-Kalinyamat-1024x682.jpg" alt="Pameran Inspirasi Sejarah Bahari Ratu Kalinyamat" width="1024" height="682" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/04/Pameran-Inspirasi-Sejarah-Bahari-Ratu-Kalinyamat-1024x682.jpg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/04/Pameran-Inspirasi-Sejarah-Bahari-Ratu-Kalinyamat-300x200.jpg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/04/Pameran-Inspirasi-Sejarah-Bahari-Ratu-Kalinyamat-768x512.jpg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/04/Pameran-Inspirasi-Sejarah-Bahari-Ratu-Kalinyamat-1536x1023.jpg 1536w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/04/Pameran-Inspirasi-Sejarah-Bahari-Ratu-Kalinyamat-750x500.jpg 750w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/04/Pameran-Inspirasi-Sejarah-Bahari-Ratu-Kalinyamat-1140x760.jpg 1140w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2025/04/Pameran-Inspirasi-Sejarah-Bahari-Ratu-Kalinyamat.jpg 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<h2><a href="https://jeparahariini.com/lestari-moerdijat-berangkatkan-puluhan-penyintas-kanker-payudara-ke-jakarta/">Lestari Moerdijat</a> : Kalangan Muda Harus Tahu Perjuangan Ratu Kalinyamat</h2>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie menekankan pentingnya penyebarluasan nilai-nilai perjuangan Ratu Kalinyamat, khususnya kepada kalangan muda. Hal ini disampaikannya dalam acara penyerapan aspirasi masyarakat di Universitas Nahdlatul Ulama (Unisnu), Jepara, pada hari yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pengakuan sebagai <a href="https://jeparahariini.com/ratu-kalinyamat-patut-jadi-pahlawan-nasional/">Pahlawan Nasional</a> bukanlah akhir, melainkan awal dari tugas besar kita bersama: memastikan semangat juang Ratu Kalinyamat terus menginspirasi anak bangsa,&#8221; ucap Rerie.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia mengakui bahwa nama Ratu Kalinyamat sudah lekat di hati masyarakat Jepara, namun belum tentu dikenal secara luas di luar wilayah itu. Maka, menurutnya, perlu ada upaya kolektif agar warisan nilai anti kolonialisme dan visi maritim sang ratu tidak tenggelam dalam arus zaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada masa silam, narasi seputar Ratu Kalinyamat seringkali dikaburkan atau dipandang negatif. Padahal, ia adalah sosok perempuan tangguh yang berdiri di garis depan melawan penjajahan, sebuah warisan kepemimpinan yang luar biasa di masanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan segala potensi sejarah dan kebudayaan yang dimiliki, Rerie berharap pameran dan berbagai inisiatif lainnya dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk belajar dan meneladani semangat kepahlawanan yang telah ditunjukkan oleh Ratu Kalinyamat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jangan lupa ikuti <em>update </em>berita lainnya dan <em>follow </em><a href="https://news.google.com/publications/CAAiENHVO_oLkpqVbiLxoFIkRkYqFAgKIhDR1Tv6C5KalW4i8aBSJEZG?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID:id">akun Google News Jeparahariini.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/kejayaan-ratu-kalinyamat-diangkat-dalam-pameran-sejarah-bahari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jepara Angkat Keunikan Pusaka Nusantara dalam Pameran Edukasi Tosan Aji</title>
		<link>https://jeparahariini.com/jepara-angkat-keunikan-pusaka-nusantara-dalam-pameran-edukasi-tosan-aji/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jepara-angkat-keunikan-pusaka-nusantara-dalam-pameran-edukasi-tosan-aji</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/jepara-angkat-keunikan-pusaka-nusantara-dalam-pameran-edukasi-tosan-aji/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 May 2024 08:28:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Iqbal Tosin]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran Keris]]></category>
		<category><![CDATA[Tosan Aji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=17026</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA &#8211; Kota Ukir Jepara baru-baru ini menjadi pusat perhatian dengan diselenggarakannya pameran pusaka yang menghadirkan lebih dari 200 keris dan pusaka langka dari berbagai daerah di Indonesia. Pameran yang bertajuk “Pameran Edukasi Tosan Aji” ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu 25 Mei 2024 hingga Minggu 26 Mei 2024, di Pendapa RA Kartini Jepara....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="https://jeparahariini.com/" target="_blank" rel="noopener"><strong>JEPARA</strong> </a>&#8211; Kota Ukir Jepara baru-baru ini menjadi pusat perhatian dengan diselenggarakannya pameran pusaka yang menghadirkan lebih dari 200 keris dan pusaka langka dari berbagai daerah di Indonesia. Pameran yang bertajuk “Pameran Edukasi Tosan Aji” ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu 25 Mei 2024 hingga Minggu 26 Mei 2024, di Pendapa RA Kartini Jepara. Acara ini diorganisir oleh Perkumpulan Pelestari Tosan Aji Jepara (PPTAJ).</p>
<p style="text-align: justify;">Pada pembukaan pameran, diadakan kirab pusaka yang diiringi oleh Paguyuban Kawula Kraton, Surakarta (Pakasa) Cabang Jepara. Pasukan bregada pimpinan KRA Bambang S Adiningrat ini merupakan bagian dari kawula Kraton Surakarta dan didukung oleh Pakasa Cabang Ponorogo serta pengurus Paguyuban Reog Katon Sumirat. Kirab tersebut juga diikuti oleh Kanjeng Suro Agul-Agul dan dua tokoh paguyuban lainnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-17029 aligncenter" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Pameran-Edukasi-Tosan-Aji-Jepara-scaled.jpg" alt="Pameran Edukasi Tosan Aji Jepara" width="2560" height="1440" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Pameran-Edukasi-Tosan-Aji-Jepara-scaled.jpg 2560w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Pameran-Edukasi-Tosan-Aji-Jepara-300x169.jpg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Pameran-Edukasi-Tosan-Aji-Jepara-1024x576.jpg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Pameran-Edukasi-Tosan-Aji-Jepara-768x432.jpg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Pameran-Edukasi-Tosan-Aji-Jepara-1536x864.jpg 1536w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Pameran-Edukasi-Tosan-Aji-Jepara-2048x1152.jpg 2048w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Pameran-Edukasi-Tosan-Aji-Jepara-750x422.jpg 750w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Pameran-Edukasi-Tosan-Aji-Jepara-1140x641.jpg 1140w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Penasehat PPTAJ, Iqbal Tosin, mengungkapkan bahwa pasukan tersebut mengiringi pembawa tombak Tunggulan Tegalsambi, salah satu pusaka istimewa dari Jepara.Selain kirab, Iqbal menambahkan bahwa pameran ini menampilkan berbagai keris dan pusaka untuk umum dengan tujuan mengedukasi masyarakat tentang seni dan budaya Indonesia. “Ratusan keris dan pusaka yang dipamerkan berasal dari berbagai era kerajaan di Nusantara,” jelas <a href="https://jeparahariini.com/iqbal-tosin-pimpin-dpc-ndaru-jepara/">Iqbal</a>.</p>
<p>[irp posts=&#8221;17018&#8243; ]</p>
<p style="text-align: justify;">Ricardo Genit Zaal, ketua panitia pameran, menuturkan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah untuk mengangkat empu lokal Jepara, terutama dari Desa Tegalsambi yang pernah memiliki empu terkenal. “Ciri khas keris Tegalsambi adalah gaya lurus dengan pamor yang tidak terlalu rumit, dibuat pada rentang tahun 1840-1910,” terang Ricardo.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-17028 aligncenter" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Iqbal-Tosin-dalam-Pameran-Edukasi-Tosan-Aji-di-pendapa-Kartini-Jepara-scaled.jpg" alt="Iqbal Tosin dalam Pameran Edukasi Tosan Aji di pendapa Kartini Jepara" width="2560" height="1440" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Iqbal-Tosin-dalam-Pameran-Edukasi-Tosan-Aji-di-pendapa-Kartini-Jepara-scaled.jpg 2560w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Iqbal-Tosin-dalam-Pameran-Edukasi-Tosan-Aji-di-pendapa-Kartini-Jepara-300x169.jpg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Iqbal-Tosin-dalam-Pameran-Edukasi-Tosan-Aji-di-pendapa-Kartini-Jepara-1024x576.jpg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Iqbal-Tosin-dalam-Pameran-Edukasi-Tosan-Aji-di-pendapa-Kartini-Jepara-768x432.jpg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Iqbal-Tosin-dalam-Pameran-Edukasi-Tosan-Aji-di-pendapa-Kartini-Jepara-1536x864.jpg 1536w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Iqbal-Tosin-dalam-Pameran-Edukasi-Tosan-Aji-di-pendapa-Kartini-Jepara-2048x1152.jpg 2048w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Iqbal-Tosin-dalam-Pameran-Edukasi-Tosan-Aji-di-pendapa-Kartini-Jepara-750x422.jpg 750w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Iqbal-Tosin-dalam-Pameran-Edukasi-Tosan-Aji-di-pendapa-Kartini-Jepara-1140x641.jpg 1140w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<h2>Bursa Lelang Tosan Aji Nusantara</h2>
<p style="text-align: justify;">Selain pameran, acara ini juga menyajikan bursa dan lelang tosan aji nusantara. Pengunjung dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Madura, Jawa Timur, Kudus, Pati, Semarang, Yogyakarta, dan Solo dengan antusias menghadiri pameran ini. Ricardo berharap, melalui pameran ini, masyarakat dapat belajar bersama dan melestarikan warisan leluhur. “Di pameran ini kita bisa belajar bersama, menguri-uri warisan leluhur,” harapnya. Ia juga berharap acara ini dapat mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, tentang sejarah dan budaya pusaka nusantara.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-17030 aligncenter" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Ratusan-Keris-dan-Pusaka-di-Pamerkan-di-Pendapa-Kartini-Jepara-scaled.jpg" alt="Ratusan Keris dan Pusaka di Pamerkan di Pendapa Kartini Jepara" width="2560" height="1440" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Ratusan-Keris-dan-Pusaka-di-Pamerkan-di-Pendapa-Kartini-Jepara-scaled.jpg 2560w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Ratusan-Keris-dan-Pusaka-di-Pamerkan-di-Pendapa-Kartini-Jepara-300x169.jpg 300w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Ratusan-Keris-dan-Pusaka-di-Pamerkan-di-Pendapa-Kartini-Jepara-1024x576.jpg 1024w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Ratusan-Keris-dan-Pusaka-di-Pamerkan-di-Pendapa-Kartini-Jepara-768x432.jpg 768w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Ratusan-Keris-dan-Pusaka-di-Pamerkan-di-Pendapa-Kartini-Jepara-1536x864.jpg 1536w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Ratusan-Keris-dan-Pusaka-di-Pamerkan-di-Pendapa-Kartini-Jepara-2048x1152.jpg 2048w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Ratusan-Keris-dan-Pusaka-di-Pamerkan-di-Pendapa-Kartini-Jepara-750x422.jpg 750w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2024/05/Ratusan-Keris-dan-Pusaka-di-Pamerkan-di-Pendapa-Kartini-Jepara-1140x641.jpg 1140w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan pendekatan yang lebih edukatif dan partisipatif, pameran ini berhasil menarik perhatian tidak hanya dari kolektor dan pecinta pusaka, tetapi juga dari kalangan umum yang ingin mengetahui lebih dalam tentang kekayaan budaya Indonesia. Pameran ini juga menjadi ajang bagi para empu lokal untuk memperkenalkan karya mereka dan menginspirasi generasi muda untuk melestarikan warisan budaya yang tak ternilai ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jangan lupa ikuti <em>update </em>berita lainnya dan <em>follow </em><a href="https://news.google.com/publications/CAAiENHVO_oLkpqVbiLxoFIkRkYqFAgKIhDR1Tv6C5KalW4i8aBSJEZG?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID:id">akun Google News Jeparahariini.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/jepara-angkat-keunikan-pusaka-nusantara-dalam-pameran-edukasi-tosan-aji/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengajian Umum Rangkaian Sedekah Bumi Mempererat Persatuan di Desa Margoyoso, Kalinyamatan, Jepara</title>
		<link>https://jeparahariini.com/pengajian-umum-rangkaian-sedekah-bumi-mempererat-persatuan-di-desa-margoyoso-kalinyamatan-jepara/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pengajian-umum-rangkaian-sedekah-bumi-mempererat-persatuan-di-desa-margoyoso-kalinyamatan-jepara</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/pengajian-umum-rangkaian-sedekah-bumi-mempererat-persatuan-di-desa-margoyoso-kalinyamatan-jepara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Aug 2023 16:27:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Margoyoso]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Kalinyamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Petinggi Margoyoso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=16850</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA &#8211; Pemerintah Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, menggelar acara pengajian umum yang juga merupakan puncak dari agenda Sedekah Bumi desa setempat. Acara yang diadakan pada Minggu 27 Agustus 2023 malam, dengan tujuan untuk mempererat persatuan warga desa, sekaligus mengenang perjuangan leluhur serta ulama yang telah mendahului. Pengajian umum dilaksankan di Kebun Jati, Area...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="https://jeparahariini.com/" target="_blank" rel="noopener"><strong>JEPARA</strong> </a>&#8211; Pemerintah Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, menggelar acara pengajian umum yang juga merupakan puncak dari agenda Sedekah Bumi desa setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara yang diadakan pada Minggu 27 Agustus 2023 malam, dengan tujuan untuk mempererat persatuan warga desa, sekaligus mengenang perjuangan leluhur serta ulama yang telah mendahului.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengajian umum dilaksankan di Kebun Jati, Area Pemakaman Tumenggung Cendol desa setempat yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari Kepala Desa Margoyoso, Ahmad Abdul Kholik, S.S., beserta perangkat desa, hingga berbagai organisasi dan masyarakat umum. Seperti IPNU &amp; IPPNU, Ansor, Fatayat, PKK, Germas, Karangtaruna, serta warga masyarakat Desa Margoyoso dan masyarakat umum lainnya. Acara ini juga dimeriahkan oleh hiburan dari Jam&#8217;iyyah Hadroh Nurusshobah, Jepara.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-16852 size-jnews-750x536" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2023/08/Pengajian-Umum-Desa-Margoyoso-750x536.jpg" alt="Pengajian Umum Desa Margoyoso" width="750" height="536" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2023/08/Pengajian-Umum-Desa-Margoyoso-750x536.jpg 750w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2023/08/Pengajian-Umum-Desa-Margoyoso-120x86.jpg 120w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2023/08/Pengajian-Umum-Desa-Margoyoso-350x250.jpg 350w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2023/08/Pengajian-Umum-Desa-Margoyoso-1140x815.jpg 1140w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dr. K.H. Khoirun Niat, Lc. M.A.dz An-Nur, Bantul Yogyakarta, menjadi pembicara utama dalam pengajian ini. Pihaknya mengangkat tema yang mengingatkan hadirin akan pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya leluhur dan perjuangan para ulama. Para kiyai percaya bahwa menghormati leluhur, ulama, dan ulil amri yang telah berjasa bagi masyarakat adalah bagian dari warisan budaya yang patut dilestarikan.</p>
<p>[irp posts=&#8221;16831&#8243; ]</p>
<h2>Petinggi Desa Margoyoso Tekankan Pentingnya Persatuan.</h2>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu Kepala Desa Margoyoso Ahmad Abdul Kholik, S.S., dalam sambutannya, menekankan pentingnya persatuan dalam menjaga keberkahan desa. Dia menyatakan bahwa rangkaian kegiatan Sedekah Bumi ini menjadi yang pertama setelah lebih dari belasan tahun vakum.</p>
<p style="text-align: justify;">“ Tujuannya dalam menggelar acara pengajian ini adalah untuk membangun kembali persatuan warga Desa Margoyoso agar dipenuhi rahmat, berkah, dan keselamatan”. Ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain pengajian, Petinggi Desa Margoyoso itu juga memaparkan program-program desa yang akan dilaksanakan hingga akhir tahun 2023. Diantaranya seperti pengaspalan jalan desa dan optimalisasi Dana Desa (DD) serta Alokasi Dana Desa (ADD). Dia berkomitmen untuk terus mengawal prinsip &#8220;Duit Deso Kanggo Deso&#8221; yang telah menjadi kampanye sejak awal kepemimpinannya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-16853 size-jnews-750x536" src="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2023/08/Pengajian-Umum-Desa-Margoyoso-Kalinyamatan-Jepara-750x536.jpg" alt="Pengajian Umum Desa Margoyoso Kalinyamatan Jepara" width="750" height="536" srcset="https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2023/08/Pengajian-Umum-Desa-Margoyoso-Kalinyamatan-Jepara-750x536.jpg 750w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2023/08/Pengajian-Umum-Desa-Margoyoso-Kalinyamatan-Jepara-120x86.jpg 120w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2023/08/Pengajian-Umum-Desa-Margoyoso-Kalinyamatan-Jepara-350x250.jpg 350w, https://jeparahariini.com/wp-content/uploads/2023/08/Pengajian-Umum-Desa-Margoyoso-Kalinyamatan-Jepara-1140x815.jpg 1140w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Acara pengajian ini tidak hanya melibatkan Pemerintah Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan Jepara, tetapi juga merupakan hasil dari kolaborasi dengan berbagai stakeholder setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara ini menjadi cerminan komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi, persatuan, dan keberkahan di tengah-tengah tantangan zaman modern.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan begitu, gelaran pengajian umum dalam agenda Sedekah Bumi di Desa Margoyoso bukan hanya menjadi wujud penghormatan terhadap leluhur dan ulama, tetapi juga merupakan perwujudan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap desa yang menjadi bagian tak terpisahkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jangan lupa ikuti <em>update </em>berita lainnya dan <em>follow </em><a href="https://news.google.com/publications/CAAiENHVO_oLkpqVbiLxoFIkRkYqFAgKIhDR1Tv6C5KalW4i8aBSJEZG?hl=id&amp;gl=ID&amp;ceid=ID:id">akun Google News Jeparahariini.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/pengajian-umum-rangkaian-sedekah-bumi-mempererat-persatuan-di-desa-margoyoso-kalinyamatan-jepara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perang Obor Tegalsambi: Tradisi Kuno yang Membara dalam Warisan Budaya Indonesia</title>
		<link>https://jeparahariini.com/perang-obor-tegalsambi-tradisi-kuno-yang-membara-dalam-warisan-budaya-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=perang-obor-tegalsambi-tradisi-kuno-yang-membara-dalam-warisan-budaya-indonesia</link>
					<comments>https://jeparahariini.com/perang-obor-tegalsambi-tradisi-kuno-yang-membara-dalam-warisan-budaya-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JHI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jun 2023 08:03:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Obor]]></category>
		<category><![CDATA[Sedekah bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Tegalsambi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jeparahariini.com/?p=16559</guid>

					<description><![CDATA[JEPARA &#8211; Perang Obor Tegalsambi, sebuah upacara tradisional yang diadakan setiap tahun, akan dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2023. Acara ini merupakan serangkain acara sedekah bumi desa setempat. Selain itu, Perang Obor juga telah menjadi bagian dari warisan budaya takbenda Indonesia dan memiliki sejarah yang kaya. Perang Obor Tegalsambi merupakan ritual yang dilakukan oleh masyarakat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="https://jeparahariini.com/" target="_blank" rel="noopener">JEPARA</a> &#8211; Perang Obor Tegalsambi, sebuah upacara tradisional yang diadakan setiap tahun, akan dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2023. Acara ini merupakan serangkain acara sedekah bumi desa setempat. Selain itu, Perang Obor juga telah menjadi bagian dari warisan budaya takbenda Indonesia dan memiliki sejarah yang kaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Perang Obor Tegalsambi merupakan ritual yang dilakukan oleh masyarakat desa Tegalsambi sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa peperangan antara Ki Babadan dan Ki Gemblong yang terjadi di masa lampau. Konon, upacara ini telah dilaksanakan selama 500 tahun dan menjadi bagian penting dari kepercayaan dan budaya lokal.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum perang obor dimulai, dilakukan selametan di delapan tempat keramat yang diyakini oleh masyarakat Tegalsambi. Ritual ini dimulai sejak awal bulan Mei 2023 dengan ziarah ke makam para leluhur. Kemudian, sebuah kerbau jantan yang belum pernah digunakan untuk membajak disembelih sebagai bagian dari persiapan. Sesajian yang terdiri dari darah kerbau, jeroan, dan daging yang dimasak diletakkan dalam sebuah Kendil sebagai persembahan kepada para dewa penjaga keselamatan desa.</p>
<h2>Siapkan 350 Obor Untuk Perang</h2>
<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 5 Juni 2023, upacara Perang Obor akan dilangsungkan. Petinggi Tegalsambi, Agus Santoso, akan diarak oleh 40 pasukan yang membawa 350 obor. Prosesi ini dimulai dari rumah Petinggi menuju tempat upacara di perempatan jalan desa. Petinggi mengenakan pakaian adat Jawa dan didampingi oleh pawang api dan sesepuh desa.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, ada pula prosesi pengarakkan dua pusaka berupa pedang Gendir, pedang Gampang, sebuah arca, dan sebuah Bedug Dobol. Pusaka-pusaka ini diyakini sebagai warisan dari Sunan Kalijaga kepada dua kebayan Leger Tegalsambi pada masa lampau. Pusaka-pusaka tersebut disimpan oleh Petinggi dan dua Kebayan Leger.</p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 20.00 wib, upacara Perang Obor dimulai. Para peserta mengenakan seragam khusus, bersepatu, dan bertutup kepala. Doa-doa keselamatan kepada Allah dan izin dari para dewa dilakukan sebelum api obor dinyalakan. Kemenyan dibakar sambil diiringi dengan gending Kebo Giro. Para peserta berjalan menuju perempatan jalan desa Tegalsambi sambil membawa obor yang telah dinyalakan.</p>
<p>[irp posts=&#8221;16555&#8243; ]</p>
<p style="text-align: justify;">Saat tiba pada momen Perang Obor, salah satu pemimpin pasukan memberikan teriakan &#8220;serang!&#8221; dan anggota pasukan mulai berlari dari empat arah berlawanan menuju perempatan jalan. Di tengah perempatan, mereka bertemu dan saling bertempur dengan obor. Api yang berkobar dari ujung obor digunakan untuk melawan lawan-lawannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Upacara Perang Obor tidak hanya berlangsung di perempatan desa, tetapi juga sepanjang jalan di sekitarnya. Sorak-sorai dan jeritan ketakutan mengiringi pertarungan dengan obor selama hampir satu jam. Percikan bunga api dari Perang Obor ini menciptakan pemandangan yang magis.</p>
<h2 style="text-align: justify;">Minyak Londoh Ajaib</h2>
<p style="text-align: justify;">Setelah perang berakhir, pasukan kembali ke rumah Petinggi Tegalsambi. Beberapa anggota pasukan mungkin mengalami luka bakar, tetapi mereka tidak mengeluh. Mereka mengetahui bahwa luka bakar akibat perang obor dapat disembuhkan dengan mengoleskan minyak Londoh yang dipersiapkan oleh istri Petinggi. Luka tersebut kemudian sembuh dengan cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ritual doa untuk keselamatan masyarakat di desa Tegalsambi juga dilakukan setiap malam Jumat oleh Petinggi Tegalsambi dan dua Kebayan Leger. Mereka mengumpulkan bunga kering dan mengolahnya menjadi minyak londoh melalui doa dan prosesi khusus. Minyak londoh ini dianggap sebagai keajaiban dari doa yang tulus kepada Allah dan memiliki kemampuan menyembuhkan luka bakar akibat perang obor.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jeparahariini.com/perang-obor-tegalsambi-tradisi-kuno-yang-membara-dalam-warisan-budaya-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
