JEPARA — Jumlah korban meninggal dunia akibat pesta minuman keras (miras) di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kembali bertambah. Hingga Rabu (11/2/2026) pagi, total korban tewas tercatat enam orang, sementara dua korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Yang meninggal dunia enam orang, dua dirawat,” kata Kasi Humas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna, saat dikonfirmasi, Rabu pagi.
Menurut Dwi, korban meninggal bertambah satu orang dibandingkan laporan sebelumnya yang mencatat lima korban jiwa. Seluruh korban diduga mengonsumsi minuman keras saat pesta yang berlangsung beberapa hari lalu.
“Kasus masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Jepara,” ujarnya.
Bermula dari Pesta di Warung
Peristiwa tersebut diketahui bermula dari pesta miras yang digelar di sebuah warung di Desa Suwawal Timur pada akhir pekan lalu. Para korban diduga menenggak minuman keras pada Sabtu malam sebelum akhirnya mengalami kondisi serius secara bertahap.
Sebelumnya, pada Selasa (10/2/2026), polisi melaporkan lima orang meninggal dunia dan satu korban dirawat di rumah sakit. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan jumlah korban bertambah.
“Hari ini petugas Satreskrim Polres Jepara melakukan penyelidikan dugaan kasus meninggal dunia di Kecamatan Pakis Aji,” kata Dwi kepada wartawan.
Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci identitas para korban.
Polisi Lakukan Olah TKP
Guna mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut, aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah itu dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti sekaligus menggali informasi terkait kronologi pesta miras yang berujung maut tersebut.
Polisi juga masih menelusuri asal-usul minuman keras yang dikonsumsi para korban, termasuk kemungkinan adanya kandungan berbahaya.
Sejumlah tim telah diterjunkan ke lapangan untuk mengumpulkan keterangan saksi dan memperkuat proses penyelidikan.
Korban Berasal dari Sejumlah Wilayah
Berdasarkan informasi sebelumnya, para korban berasal dari beberapa desa di wilayah Jepara, di antaranya Desa Bulungan, Suwawal Timur, serta Desa Demeling di Kecamatan Mlonggo. Para korban dilaporkan meninggal pada waktu dan lokasi berbeda dalam rentang beberapa hari setelah pesta berlangsung.
