JEPARA – Persijap Jepara mulai bergerak menyusun langkah menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027. Salah satu keputusan penting yang sudah diambil manajemen adalah memperpanjang kerja sama dengan Mario Lemos sebagai pelatih kepala.
Pelatih asal Portugal itu dipastikan tetap memimpin Laskar Kalinyamat setelah proses perpanjangan kontrak rampung dilakukan. Keputusan ini menjadi bagian dari strategi klub untuk menjaga kesinambungan tim, terutama setelah Persijap berhasil mencapai target bertahan di kasta tertinggi pada musim sebelumnya.
Presiden Persijap Jepara, M Iqbal Hidayat, menyampaikan bahwa manajemen masih menaruh kepercayaan kepada Lemos. Evaluasi terhadap perjalanan tim sepanjang musim 2025/2026 menjadi salah satu dasar utama dalam pengambilan keputusan tersebut.
“Manajemen masih mempercayai Mario Lemos untuk musim berikutnya karena sejauh ini kinerja dan target bertahan di Super League telah tercapai,” ujar Iqbal, dikutip dari laman resmi I.League, Kamis (11/6).
Perjalanan Mario Lemos bersama Persijap pada musim lalu tidak sepenuhnya berjalan mulus. Ia sempat mengawali musim 2025/2026 sebagai pelatih kepala, sebelum kemudian posisinya digantikan oleh Divaldo Alves. Saat itu, Lemos bergeser peran menjadi Direktur Teknik.
Namun, dinamika tersebut berubah pada pertengahan putaran kedua. Lemos kembali dipercaya untuk memegang kendali tim dari kursi pelatih kepala. Keputusan itu terbukti memberi dampak penting bagi perjalanan Persijap dalam upaya menjauh dari ancaman degradasi.
Di bawah arahannya, Persijap mampu menutup musim dengan status bertahan di Super League. Laskar Kalinyamat mengakhiri kompetisi dengan catatan sembilan kemenangan, sembilan hasil imbang, dan 16 kekalahan. Total, Persijap mengoleksi 36 poin.
Mendapat kepercayaan kembali dari manajemen, Mario Lemos mengaku senang sekaligus merasa terhormat. Ia menyebut musim lalu sebagai perjalanan yang penuh dinamika, namun berhasil dilalui dengan kerja keras seluruh elemen klub.
“Saya sangat senang dan merasa terhormat dapat memperpanjang kontrak saya bersama Persijap Jepara. Musim ini penuh dengan dinamika yang luar biasa, tetapi pada akhirnya kami berhasil mencapai target untuk tetap bertahan di Super League,” ungkap Lemos.
Lemos juga memberikan apresiasi kepada para pemain, manajemen, dan suporter yang terus berdiri di belakang tim dalam situasi sulit. Baginya, perjuangan Persijap musim lalu mencerminkan karakter masyarakat Jepara yang tidak mudah menyerah.
“Tim ini benar-benar mencerminkan bahwa semangat Jepara memang tidak pernah menyerah,” pungkasnya.
Dengan kepastian bertahannya Mario Lemos, Persijap Jepara kini dapat lebih fokus menatap musim baru. Manajemen mulai mempersiapkan komposisi pemain dan kebutuhan tim untuk menghadapi persaingan BRI Super League 2026/2027 yang diprediksi berlangsung semakin ketat.
Versi ini sudah lebih aman untuk dipublikasikan sebagai artikel media lokal: alurnya lebih halus, tidak terlalu kaku, dan tetap mempertahankan poin penting dari naskah asli.
