MAHASISWI UNDIP UNGKAP RASIO KERENTANAN WARGA WEDELAN
MAHASISWI UNDIP UNGKAP RASIO KERENTANAN WARGA WEDELAN

Panik Perkembangan Covid-19, Mahasiswi UNDIP Ungkap Rasio Kerentanan Dengan Database Warga

Jepara – Pada tahun 2020 bertepatan dengan melandanya pandemi virus corona di Indonesia, Mahasiswa Universitas Diponegoro melaksanakan Kuliah Kerja Nyata secara individu. Kegiatan diadakan oleh pihak kampus dengan mengembalikan mahasiwa ke kampung masing – masing yang dimulai dari tanggal 5 Juli – 15 Agustus 2020 dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 berbasis pada tujuan pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”.

Berhubungan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tim II Undip periode 2019/ 2020, mahasiswi jurusan statistika bernama Olivia Vidya Hafifi membuat suatu program database warga terdampak covid-19 guna penyaluran bantuan secara merata. Selain itu, terdapat program lainnya yakni pengadaan buku saku informatif statistik guna mengedukasi warga wedelan terhadap Covid-19 berdasarkan data.

KKN mahasiswa undip

Dengan adanya konsep “KKN Pulang Kampung” diharapkan mahasiswa dapat memajukan desanya untuk lebih baik. Program yang dibuat oleh mahasiswa berupa database dan buku saku merupakan langkah untuk menyadarkan warga agar sadar akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah pandemi ini. Langkah penyadaran ini dilakukan dengan membuat sebuah infografis yang dituangkan dalam bentuk buku kecil dengan sajian fakta berdasarkan data yang ada. Salah satu materi yang ada di buku tersebut adalah perhitungan rasio kerentanan warga Desa Wedelan terhadap covid-19.

 

Dari data yang telah diolah diperoleh hasil bahwa berdasarkan data klasifikasi usia di Desa Wedelan, penduduk berusia lanjut atau berusia 60 tahun ke atas terdapat 449 jiwa. Jika memacu pada amatan dari tim satgas Indonesia, Desa Wedelan memiliki kerentanan sebesar 0,0361 atau cenderung mendekati 0. Suatu rasio kerentanan dikatakan tinggi apabila rasio terhitung >0,2. Rasio dikatakan sedang apabila terhitung 0,1-0,2. Dan rasio dikatakan rendah apabila terhitung <0. Artinya dari data yang didapatkan, Desa Wedelan memiliki rasio kerentanan warga terhadap Covid-19 yang rendah.

Baca Juga :  Jepara Masuk Zona Oranye Covid-19

Kesimpulan tersebut diperoleh karena berdasarkan data dari satuan tugas penanganan Covid-19 di Indonesia, kelompok umur yang meninggal dunia paling tinggi berada di kelompok umur >60 tahun (lansia) yaitu sebanyak 44%, sedangkan untuk kelompok umur 46-59 tahun sebanyak 40%, dan pada umur 31-45 tahun sebanyak 11,6% (covid.go.id). Namun yang perlu digarisbawahi adalah meredanya covid-19 tergantung dengan usaha setiap individu dalam menjaga dirinya dan lingkungannya. Walaupun dari perhitungan rasio cenderung rendah, namun warga tetap dihimbau untuk mengikuti protokol kesehatan dari WHO.

MAHASISWI UNDIP UNGKAP RASIO KERENTANAN WARGA WEDELAN

 

Selain pembuatan dan pengadaan buku saku, Olivia juga membuat sebuah database warga kurang mampu terdampak covid-19 yang bertujuan untuk meratakan bantuan dari provinsi, kabupaten, maupun desa. Dan penyaluran bantuan langsung non tunai telah terlaksana pada hari Minggu, 2 Agustus 2020 untuk 198 KK. Program yang dicanangkan mendapatkan respon yang baik dari kepala desa Desa Wedelan maupun dari perangkat desa. “Wah ini program yang dibuat bagus sekali. Program ini bisa untuk mempermudah pendataan agar lebih efisien. Sebenernya sudah ada niatan membuat program tersebut tapi dari kami belum bisa.”, jelas Kepala Desa Wedelan, Senin (13 Juli 2020).

Oleh : Olivia Vidya Hafifi
Editor : Dr.rer.nat. Thomas Triadi Putranto, S.T,M.Eng.

About admin JHI

One comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *