Pemerintah Buka Suara Soal Anggaran Pemakaman Jenazah Covid 19
Petugas BPBD Jepara sedang memakamkan salah satu jenazah yang terkonfirmasi positif Covid 19.

Pemerintah Buka Suara Soal Anggaran Pemakaman Jenazah Covid 19

JEPARA– Sejak adanya masyarakat Jepara yang meninggal dengan status terkonfirmasi positif Covid 19, sejumlah pertanyaan muncul dan bergulir di masyarakat. Salah satunya terkait keterbukaan informasi besaran anggaran yang dialokasikan untuk proses pemakaman.

Seperti diketahui, proses pemakaman tersebut ditugaskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara. Dalam hal ini, tugas BPBD sama sekali tidak mudah. Mereka harus siap memakamkan jenazah yang terkonfirmasi positif Covid 19 kapanpun dan dimanapun. Padahal, resikonya sangat tinggi.

Untuk memakamkan satu jenazah, dibutuhkan 15 petugas. Rinciannya, seorang Petugas checker, seorang Petugas dekontaminasi, seorang petugas dokumentasi, 6 orang petugas pengangkat peti jenazah, 6 orang operator tali penurunan peti jenazah. Melalui anggaran pemerintah, masing-masing mereka diberi “uang lelah” senilai Rp 100 ribu setiap kali pemakaman.

Setelah peti jenazah dimasukkan ke liang makam, 12 orang secara bergantian melakukan pengurugan dan pemadatan makam, mengatur letak batu nisan, seorang bertugas adzan, sesuai keyakinan keluarga, seorang bertugas doa/ Tahlil dan Talqim, sesuai Kondisi Keyakinan Keluarga. Artinya setiap kali memakamkan jenazah diperlukan Rp. 1.500.000.

petugas Pemakaman BPBD Kabupaten Jepara, Muhammad Zainuddin, sesuai Peraturan Bupati Jepara Nomor Biaya pemakaman ini ditanggung APBD Kabupaten Jepara tentang Penyelenggaraan Pelayanan Pemulasaraan dan Pemakaman yang Dibiayai Pemerintah Daerah Terhadap Jenazah Akibat Infeksi Covid-19.

Dia menyatakan, selain dari BPBD, mereka dibantu banyak relawan yang berasal dari SAR Jepara, Pramuka Peduli (Pramuli) Kwarcab Jepara, Unit Bantu Pertolongan Pramuka (UBALOKA) Kwarcab Jepara, Lembaga Penanggulangan Bencana iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jepara, Banser Tanggap Bencana (BAGANA), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) dan SAR Forum Komunikasi Aktivis Masjid (SAR KAM).

Baca Juga :  Hampir Sebulan, Satpol PP Baru Beri Sanksi 579 Pelanggar Protokol Kesehatan

“Kami secara bergiliran melaksanakan tugas pemakaman dan harus standby 24 jam. Pemakaman harus menggunakan protokol covid dan waktunya tidak boleh diundur sehingga semuanya harus siap. ,” kata Zainuddin.

Sementara itu, Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara Kusmiyanto membenarkan besaran uang lelah tim pemakaman yang disampaikan Muhammad Zainuddin. “Kebijakan ini sudah ada lama ketika saya belum menjadi Ketua Pelaksana BPBD. Uang lelah mereka sebenarnya tidak besar, tidak sebanding dengan resikonya. Meskipun tidak besar, perjuangan mereka sering menjadi bahan ledekan masyarakat yang tidak memahami. Masyarakat mengira, mereka mendapat honor besar sampai puluhan juta, dan kami pastikan proses pemakaman dilakukan dengan sebaik-baiknya”, kata Kusmiyanto.

Pihaknya mendorong agar masyarakat melalui Satgas Penanganan Covid-19 di Desa dan dikoordinir Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan agar membentuk Tim Pemakaman Covid-19. “Masyarakat yang tergabung, nanti kita latih protokol pemakaman covid-19. Agar semua bisa terlibat karena Penanggulangan Bencana adalah Urusan Kita Bersama,” kata Kusmiyanto. (JHI-FQ)

About admin JHI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *