Donor plasma
Kepala UDD PMI Jepara Agus Salim, tengah mengecek peralatan donor darah di Kantor PMI Jepara.

PMI Jepara Belum Sanggup Lakukan Donor Plasma Konvaselen

JEPARA – Pemerintah di tingkat provinsi dan pusat menganjurkan agar setiap daerah memperbanyak donor Plasma Konvaselen. Namun, karena sejumlah keterbatasan, Jepara belum bisa mengikuti anjuran itu.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Jepara, Agus Salim, mengungkapkan ada beberapa kendala yang mengakibatkan pihaknya tak bisa melakukan Donor Plasma Konvaselen. Baik dengan metode konvensional maupun apheresis.

Meskipun demikian, metode yang paling mungkin bisa dilakukan oleh PMI Jepara adalah metode konvensional. Namun, dalam metode ini, PMI terkendala dengan sulitnya mencari penyintas Covid-19 yang sudah dinyatakan negatif. Pasalnya, rata-rata penyintas itu dinyatakan sembuh tapi tidak berdasarkan hasil pemeriksaan tes swab polymerase chain reaction (PCR).

“Kalau di bulan-bulan awal (pandemi), keluar dari rumah sakit dites, dinyatakan sembuh kalau PCR negatif. Tapi sekarang dinyatakan sembuh tidak dites PCR. Jadi kalau mau donor (tes) PCR sendiri biayanya Rp900 ribu. Apa ada yang mau?” kata Agus, Kamis (21/1/2021)

Selain itu, hingga kini belum ada dokter yang menangani penyintas Covid 19 yang berkenan menjalankan metode plasma konvaselen. Sebab, sampai sekarang belum ada aturan baku tentang pelaksanaan metode itu. Bukan hanya itu, metode itu juga masih dalam proses penelitian.

Sedangkan, kata dia, untuk saat ini PMI Jepara masih belum bisa menjalankan metode apheresis. Terdapat banyak kendala yang mengakibatkan metode itu tak bisa dijalankan. Antara lain terbatasnya ruangan dan tempat di PMI Jepara.
”Kami juga belum punya peralatannya. Tempat penyimpanan minimum bersuhu 30 derajat selsius. Kemudian APD untuk petugas juga tidak punya,” imbuh dia.

Sebagai informasi, saat ini di Jawa Tengah yang sudah bisa melakukan donor plasma konvaselen baru tiga kota. Yaitu Semarang, Solo, dan Banyumas.

Baca Juga :  Tilang Online Diberlakukan Tahun Depan

Dilansir dari kemeskes.go.id yang disiarkan pada Sepetember 2020, terapi plasma konvalesen pada Covid-19 hingga kini hanya boleh digunakan untuk kodisi kedaruratan dan dalam penelitian. Manfaat terapi ini masih kontroversial karena masih belum cukup bukti yang menunjukkan efektifitasnya. Uji klinis acak dengan grup pembanding (randomized controlled trial) ini adalah bagian penting untuk menjawab kontroversi ini.

Sesuai namanya, terapi ini dilakukan dengan memberikan plasma, yaitu bagian dari darah yang mengandung antibodi dari orang-orang yang telah sembuh dari COVID-19. Para penyintas Covid-19 ini bisa menjadi donor plasma konvalesen dengan menjalani sejumlah pemeriksaan dan memenuhi persyaratan. (JHI-FQ)

About JHI

Jepara Hari Ini • Kabar Berita Jepara Terkini Kota Jepara, Sarana informasi dan Kabar terupdate diJepara. Informasi tentang Politik, Olahraga, Pendidikan dan Wisata Kota Jepara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *