Ratusan Pelaku Wisata Karimunjawa Datangi Kantor BTN

KARIMUNJAWA – Ratusan Masyarakat Karimunjawa pada Selasa ( 28/10 ) siang mendatangi kantor Balai Taman Nasional (BTN) yang ada di Kepulauan Karimunjawa.  Sekitar 400 an warga Karimunjawa  terdiri dari nelayan, para pedagang kaki lima , biro wisata , guide wisata , kapal tour dan para pelaku wisata Karimunjawa yang lain menolak adanya retribusi yang diberlakukan pihak BTN untuk masuk kawasan Karimunjawa .

Datang Abdul Rachim (48) selaku Koordinator Aksi mengatakan , pelaku wisata menuntut agar dihentikannya pungutan retribusi yang dilakukan oleh petugas BTN di dermaga Karimunjawa , baik untuk wisatawan manca/domestik ataupun masyarakat lokal Karimunjawa . Kemudian untuk pemungutan retribusi hanya boleh dilakukan dikawasan yang dikelola oleh BTN seperti tracking mangrove dan zona rimba . Serta zonasi yang ditetapkan harus sesuai dengan surat keputusan yang ditetapkan oleh BTN, yakni untuk tetap dijaga bersama oleh pihak  masyarakat dan BTN. ” itu tuntutan kami kepada pihak BTN “,ungkap Datang .

Selama kebijakan itu diberlakukan semenjak 14 Oktober 2014 lalu hingga saat ini, baik masyarakat maupun pelaku wisata Karimunjawa merasa resah karena pemberlakukan kebijakan tersebut tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat ataupun pelaku wisata Karimunjawa. ” Masyarakat tidak tahu tentang pembuatan kebijakan tersebut, Intinya tidak terjalin komunikasi yang baik dan masyarakat keberatan adanya kebijakan itu ,” ungkap Datang saat dikonformasi lewat telpon.

Lebih lanjut Datang menjelaskan, jika kebijakan itu terus diterapkan tanpa adanya sosialisi terlebih dahulu kepada pelaku wisata dan masyarakat, dikhawatirkan wisatan yang datang di Karimunjawa bisa resah dan menjadi penurunan tingkat wisatawan berkunjung ke Karimunjawa . Dalam PP Nomor 12 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif Atas Penerimaan Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kementerian Kehutanan, maka dengan ini diumumkan bahwa Balai Taman Nasional Karimunjawa akan memberlakukan tarif baru karcis masuk kawasan Taman Nasional Karimunjawa dan tarif baru karcis aktivitas wisata alam di Taman Nasional Karimunjawa. Bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke kawasan Taman Nasional Karimunjawa diwajibkan membayar karcis masuk kawasan sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi setiap wisatawan yang akan beraktivitas tertentu diwajibkan membayar karcis aktivitas wisata alam . Untuk warga lokal (Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara) tidak dikenai peraturan ini.

Baca Juga :  Jepara Ada Tambahan Kapal KM Bukit Patung 

” Namun dalam kenyataannya masih ada juga warga lokal yang dikenai tarif retribusi . Dan biaya retribusi sendiri setiap wisatawan lokal dikenakan tarif Rp 5.000/orang sedangkan wisatawan manca dikenakan tarif Rp 150.000/ orang,” terang Datang .

Saat disinggung mengenai hasil dari aksi tersebut Datang menjelaskan, pihak BTN menanggapai tuntutan dari pelaku wisata Karimunjawa itu . Beberapa tuntutan yang dilayangkan itu ditampung oleh pihak BTN Karimunjawa . ” sudah disepakati oleh pihak BTN, untuk pugutan retribusi mulai besok ( Rabu 29 Oktober ) sudah diberhentikan untuk biaya retribusi di didermaga Karimunjawa,” terang Datang .

Pihaknya juga berharap untuk meninjau kembali PP tersebut. Dan melibatkan pelaku wisata serta masyarakat. Agar nantinya ada kejelasan informasi yang diterima ,” lebih baik PP tersebut ditinjau ulang, karena ini semua demi perkembangan untuk memajukan bersama pariwisata di Karimunjawa ” pungkas Datang .

 

About JHI

Jepara Hari Ini • Kabar Berita Jepara Terkini Kota Jepara, Sarana informasi dan Kabar terupdate diJepara. Informasi tentang Politik, Olahraga, Pendidikan dan Wisata Kota Jepara

5 comments

  1. kebetulan pas di sini waktu rame-rame

  2. PP dibuat oleh presiden & sdh berlaku di seluruh indonesia. Jadi tdk ada bukti bahwa PP ini berdampak pada menurunnya wisatawan. Tdk ada warga lokal ditarik PNBP, yg ada adl ada kunjungan sodara yg ikut terpungut PNBP, dan uangnya sdh dikembalikan semua ke ybs.
    Retribusi adl sumber keuangan negara utk pembangunan, jadi jika PP tdk diberlakukan dapat menghambat pembangunan. Retribusi ini sdh diberlakukan sejak th 2006 saat wisata blm seramai sekarang. Jadi yg sebenarnya adl retribusi dari wisatawan untuk pembangunan karimunjawa.
    Ternyata sebelum demo sdh disebarkan isu bahwa BTN akan memungut semua retribusi baik di jalan2, pasar, alun2, dll. Hal itu tidak benar krn sejak 2006 yg ditarik PNBP hanya wisatawan.

  3. berapa tiket kapal ke karimunjawa sekarang?

  4. ke karimun jawa bisa setiap hari ada kapal g ya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *