Tahun Ini, 16 ribu Warga Diproyeksikan Teraliri Air Minum dari Pemerintah
Salah satu warga Desa Banjaran Kecamatan Bangsri mengecek kondisi saluran air dari Pamsimas

Tahun Ini, 16 ribu Warga Diproyeksikan Teraliri Air Minum dari Pemerintah

JEPARA – Kekeringan dan kekurangan air bersih nyaris terjadi sebagian besar wilayah Kabupaten Jepara. Meskipun pemerintah sudah melakukan sejumlah cara, namun kelangkaan air bersih, terutama pada musim kemarau, masih kerap terjadi.

Menghadapi persoalan mendasar masyarakat itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Azhar Ekanto, mengaku sudah membangun sumur-sumur di sejumlah titik. Targetnya, tahun ini sebanyak 16.104 jiwa bisa menikmati air bersih untuk konsumsi.

”Meskipun ada pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat, tahun ini kami bisa membangun 28 titik sumur yang bisa dikonsumsi. Terutama untuk air minum,” jelas Azhar.

Azhar menerangkan, 28 titik sumur tersebut dibangun di 12 kecamatan. Yakni Kecamatan Bangsri mampu mengkover 810 jiwa, Mayong 2.880 jiwa, Kembang 3.071 jiwa, Batealit 3.208 jiwa, Keling 1.136 jiwa, Donorojo 400 jiwa, Pakis Aji 400 jiwa, Nalumsari 1.162 jiwa, Kalinyamatan 1.000 jiwa, Kedung 800 jiwa, Welahan740 jiwa, dan Mlonggo 492 jiwa.

Pihaknya menambahkan, pembuatan sumur-sumur tersebut bersumber dari empat sumber pendanaan. Yaitu dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jepara, Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Hibah Air Minum Pedesaan (HAMP), dan Hibah Insentif Daerah (HID) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Rinciannya, ada sebelas titik sumur yang dibangun melalui Pamsimas. Sebelas titik tersebut tersebar di Desa Jerukwangi (Kecamatan Bangsri), Desa Jinggotan dan Kaliaman (Kecamatan Kembang), Desa Bandung (Kecamatan Mayong), Desa Geneng, Ngasem, Bantrung (Kecamatan Batealit), Desa Daren (Kecamatan Nalumsari), Desa Pendosawalan (Kecamatan Kalinyamatan), Desa Karangaji (Kecamatan Kedung), dan Desa Kendengsidialit (Kecamatan Welahan).

Sementara itu, yang melalui program HAMP ada di sembilan titik. Yaitu di Desa Dudakawu, Dermolo (Kecamatan Kembang), Desa Buaran, Ngroto, Pancur, Pule (Kecamatan Mayong), Desa Ragulampitan (Kecamatan Batealit), Desa Srobyong (Kecamatan Mlonggo), dan Desa Tunahan (Kecamatan Keling).

Baca Juga :  Atasi Kekeringan, Pemerintah Bikin 28 Sumur di Jepara

Sedangkan, sumur yang dibangun lewat program HID tersebar di Desa Balong (Kecamatan Kembang), Desa Jebol (Kecamatan Mayong), dan Desa Ngetuk (Kecamatan Nalumsari). Untuk sumur dari alokasi APBD yakni di Desa Bandungharjo (Kecamatan Donorojo), Desa Somosari (Kecamatan Batealit), Desa Plajan (Kecamatan Pakis Aji), Desa Keling dan Klepu (Kecamatan Keling. (JHI-FQ)

About admin JHI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *