Tari Jembul Tulakan Dipentaskan Secara Virtual
Para penari sedang memvisualisasikan sejarah Jembul Tulakan.

Tari Jembul Tulakan Dipentaskan Secara Virtual

JEPARA – Tari Jembul Tulakan menjadi suguhan epik dari Kabupaten Jepara dalam gelar even bersama enam kabupaten di Jawa Tengah. Even yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah itu dilaksanakan secara virtual.

Pelaksana Teknis Kegiatan, Purwanto menjelaskan, event bersama ini merupakan acara rutin tahunan. Namun pada kesempatan kali ini karena masih dalam pandemi Covid-19 sehingga kegiatan dilangsungkan secara virtual.

”Penonton dapat menyaksikan pertunjukan melalui live streaming di chanel yang sudah disediakan, yaitu YouTube Tribun Jateng,” kata dia.

Pihaknya menjelaskan, setiap daerah yang berada di wilayah Pakudjembara (Pati, Kudus, Demak, Jepara, Rembang, dan Blora) secara bergiliran masing-masing menampilkan atraksi seni dengan durasi sekitar 15-25 menit. Meski berada di lokasi yang berbeda namun tetap dapat dikemas menjadi satu acara menarik.

“Semisal Kab Jepara menggelar kegiatan di daya tarik wisata pantai kartini, daerah lain pun begitu mengambil lokasi pertunjukan yang merupakan destinasi wisata unggulan di tempat mereka masing-masing,” ujarnya.

Adapun tujuan dari kegiatan ini untuk tetap mengembangkan atraksi seni dan budaya di tengah pandemi Covid. Pelaku seni tetap bisa tampil namun dengan patuh pada protokol kesehatan. Misi lainnya yaitu agar para pelaku seni tidak patah semangat dan terus berlatih beradaptasi dengan kenormalan baru.

“Penari, penabuh semua memakai face shield atau standar protokol kesehatan. Penekanannya adalah seni dan budaya dengan kearifan lokal yang sudah dikemas, yang sudah nantinya patut untuk dijadikan sebuah atraksi wisata,” ujar Hendrawan Purwanto yang juga menjabat Kasi Pengembangan Kawasan Disporapar Jateng.

Sementara itu, Robi Shani, pimpinan produksi Tari Jembul Tulakan yang ditampilkan itu, menjelaskan bahwa setiap setahun sekali di Desa Tulakan Kecamatan Donorojo dilaksanakan tradisi sedekah bumi yang disebut dengan tradisi Jembul Tulakan. Tradisi ini sebagai ungkapan rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki dan segala kebaikan yang diterima.

Baca Juga :  Hilang Dua Hari, Warga Bangsri Ditemukan dalam Sumur

Terdapat dua jenis jembul dalam tradisi Jembul Tulakan. Yaitu Jembul Lanang dan Jembul Wedok. Jembul Lanang berukuran lebih besar bila dibanding dengan Jembul Wedok. Dalam pelaksanaannya, jembul yang terbuat dari irisan bambu tipis dibentuk tumpeng diarak dari tiap dukuh menuju rumah Kepala Desa. Kemudian dibawa kembali menuju dukuh masing-masing untuk dibagikan kepada warga. Kini tradisi Jembul Tulakan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Kabupaten Jepara oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

”Meskipun saat ini masih dalam masa pandemi, para seniman tetap bisa berkreasi dengan protokol Covid 19 dengan ketat,” kata Robi. (JHI-FQ)

About admin JHI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *