Tiap Tahun Jepara Kehilangan 30 Hektare Lahan

Wakil Bupati Jepara DR. Subroto, SE, MM mengatakan, Kabupaten Jepara adalah wilayah yang cocok untuk dikembangkan sebagai kawasan eduwisata. Jika hal ini dilakukan, masyarakat akan mendapat pencerahan untuk mengelola wilayahnya secara benar. Hal ini dia sampaikan saat membuka kajian strategis “Membangun Model Inovasi Berbasis Budaya Lokal dalam Pengembangan Eduwisata” di aula Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Jepara, Senin (8/9). Acara yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jawa Tengah ini, tidak hanya diikuti stake holders terkait dari Jepara, namun juga perwakilan dari beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Makanya kajian ini saya dukung agar memberi kesejahteraan rakyat,” katanya. Dukungan ini disampaikannya setelah melihat degradasi lingkungan akibat kurangnya pemahanan masyarakat akan arti pentingnya lingkungan. “Dulu panjang garis pantai Jepara hanya sekitar 70 km. Tapi sekarang sudah lebih dari 80 km karena pantai Jepara terkena abrasi. Bahkan Desa Bulak sudah hilang dan warganya harus direlokasi ke Desa Bulak Baru,” lanjutnya. Setiap tahun, kata Subroto, Jepara kehilangan 30-an hektare lahan sementara penduduk bertambah. Kalau eduwisata dikembangkan dengan melibatkan masyarakat, menurutnya, masyarakat akan mendapatkan kesejahteraan dari potensi alam yang dimiliki, selain semakin menyayangi lingkungannya.

Kepala Balitbang Provinsi Jawa Tengah Ir. Agus Wariyanto, SIP, MM mengatakan, dari kajian srategis ini pihaknya berharap daerah-daerah di Jawa Tengah mengembangkan eduwisata dengan baik. Pihaknya menghadirkan tiga nara sumber dalam kajian strategis ini. Mereka adalah Kepala Bappeda Jepara Ir. Sujarot yang memaparkan materi Strategi Pengembangan Budaya Lokal untuk Mengakselerasi Perekonomian Daerah, lalu praktisi budaya Udik Agus D.W., S.Pd. dengan materi Peran Komunitas Budaya Lokal dalam Membangun Model Inovasi Berbasis Masyarakat, serta Kabag Humas Setda Jepara Drs. Hadi Priyanto, MM dengan materi Prospek Budaya Lokal dalam Membangun Model Inovasi Berbasis Partisipasi Masyarakat. Dalam beberapa kegiatan mengangkat potensi ekonomi daerah yang dia tangani, Hadi Priyanto memang kerap mengangkat kearifan budaya lokal sebagai potensi yang bisa dioptimalkan.

Baca Juga :  KPAP Jateng & JOA Jepara Selenggarakan FUN RALLY – We Care HIV/AIDS 2016

“Untuk mewujudkan pengembangan eduwisata berbasis budaya lokal, ada beberapa usulan yang perlu diperhatikan para pemangku kepentingan. Yang pertama adalah peneguhan komitmen para pemangku kepentingan, lalu rekostruksi budaya lokal, mengeksplorasi potensi budaya lokal yang dimiliki, serta memberdayakan para pelaku wisata,” katanya.

Selanjutnya adalah menyusun paket eduwisata dan memasarkannya, cerdik memanfaatkan peluang, kreatif mengemas even budaya, serta dibukanya ruang-ruang kreatif. “Selain itu tentu saja diperlukan sinergi antara semua pemangku kepentingan dan penguatan SDM di bidang pariwisata,” katanya.

About JHI

Jepara Hari Ini • Kabar Berita Jepara Terkini Kota Jepara, Sarana informasi dan Kabar terupdate diJepara. Informasi tentang Politik, Olahraga, Pendidikan dan Wisata Kota Jepara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *