Sebelum Habisi Korban Tersangka Baca Bismillah dan Sempat Tos

JEPARA – 13 orang  tersangka dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan Ruslan warga Desa Tunahan Kecamatan Keling yang tewas pada Januari lalu kini direkontruksi . Jajaran Satreskrim Polres Jepara melakukan rekontruksi bersama dengan belasan tersangka dengan melakukan puluhan adegan pembunuhan berencana tersebut . Rekontruksi tersebut digelar di halaman Satreskrim Polres Jepara Pada Kamis (18/2) .

Adegan demi adegan diperagakan oleh para tersangka dalam rekontruksi tersebut . Adegan pertama dalam kasus tersebut adalah melakukan pertemuan yang digelar dirumah tersangka Daryono . Dalam pertemuan tersebut membahas soal rencana pembunuhan terhadap korban . Tak cukup sekali diadakan pertemuan , Masih dirumah Daryono para tersangka ini menggelar pertemuan sebanyak empat kali . Hingga akhirnya para tersangka ini melakukan adegan penganiayaan secara beramai ramai hingga korban tak bernyawa dan ditinggalkan begitu saja dijalan daerah sekitar .

Sementara itu tersangka Karnadi yang merupakan salah satu eksekutor dalam peristiwa pembunuhan tersebut melakukan adegan pemukulan terhadap korban dengan menggunakan batu besar di bagian kepala korban . Sebelum menghabisi korban , pihaknya juga mengaku mengucapkan bismillahirrahmanirrahim . Bahkan , usai menghabisi korban yang diduga dukun santet tersebut pihaknya sempat melakukan selebrasi atau tos .

” Saya sakit hati karena pernah disantet korban pada bagian perut saya hingga sakit dan mlembung, keluarga tersangka lain juga pernah mengalami hal serupa  bahkan sudah ada yag meninggal,’ ungkap Karnadi .

Usai menggelar rekontruksi , Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan , dalam kasus pengeroyokan terhadap Ruslan hingga menyebabkan kematian ini , para tersangka sebanyak 13 orang dikenai pasal 340 KUHP tentang pembunuhan yang sudah direncanakan .

Para tersangka ini berkas nya kami pisah menjadi dua , mereka akan dilihat masing masing dari perannya. Ada yang bertugas sebagai eksekutor pembunuhan , ada yang sebagai perencana dan ada juga yang hanya turut serta . Tapi yang jelas ini adalah kasus pembunuhan yang sudah direncaknan ,” ungkap kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin .

Baca Juga :  Wisata Gardu Pandang Puncak Jehan Kunir Keling

About JHI

Jepara Hari Ini • Kabar Berita Jepara Terkini Kota Jepara, Sarana informasi dan Kabar terupdate diJepara. Informasi tentang Politik, Olahraga, Pendidikan dan Wisata Kota Jepara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *