Bukan Mitos, Ratu Kalinyamat Memang Benar Ada

0
718
Lestari Moerdijat, selaku Ketua Yayasan Dharma Bakti Lestari, memberikan sambutan dalam FGD yang digelar di hotel Santika, Jakarta, Senin 15 April 2019
Lestari Moerdijat, selaku Ketua Yayasan Dharma Bakti Lestari, memberikan sambutan dalam FGD yang digelar di hotel Santika, Jakarta, Senin 15 April 2019

Jeparahariini.com – Usulan gelar Ratu Kalinyamat menjadi pahlawan nasional terus didigelorakan. Langkah untuk mewujudkan itu, Yayasan Dharma Bakti Lestari kembali menggelar Focus Group Discussion ( FGD ) yang digelar di Hotel Santika Jakarta, Senin 15 April 2019.

Sebelumnya, bberapa kali FGD juga digelar di Jepara dan Semarang. Dalam FGD kali ini memantapkan naskah akademik pengusulan Ratu Kalinyamat menjadi Pahlawan Nasional.

Selama ini Tim Penyusun Naskah Akademik sudah melakukan berbagai riset secara terbuka dan obyektif dengan langsung mengunjungi tempat-tempat sejarah Ratu Kalinyamat maupun mencari karya ilmiah berkait ratu dari Jepara itu. Tim juga mendapatkan buku-buku tentang Ratu Kalinyamat pada masanya yang ditulis oleh penulis asal Portugis dan Belanda.

“Di hadapan bapak ibu sekalian, itu buku yang ditulis pada abad ke 16. Ini membuktikan Ratu Kalinyamat bukan mitos, tapi benar-benar fakta,” ungkap Ratno Lukito selaku Koordinator Tim Penyusun Naskah Akademik, Senin 15 April 2019.

Buku yang dijadikan sumber utama bahwa Ratu Kalinyamat itu benar adanya ditulis oleh Fernao Mendez Pento dan Diego de Canto dari Portugis. Sumber itu diambil langsung dari Portugis. Dari catatan Diego de Canto menyebutkan, bahwa Ratu Kalinyamat seorang raja yang memiliki pandangan hidup dan citra diri yang baik. Wilayah kekuasaannya meliputi Jepara, Kudus, Blora, Rembang, dan Pati. Sementara dalam catatan yang ditulis Fernao Mendez Pinto saat mengunjungi Banten pada 1544, mendapati utusan perempuan bangsawan tinggi dari Raja Demak.

“Yaitu disebut Nyai Pombaya atau pembayun, putri pertama raja yang merujuk pada Ratu Kalinyamat,” Jelas Ratno.

Sementara itu Sekretaris Daerah Jepara, Sholih yang hadir dalam FGD itu mengungkapkan hal serupa. Bahwa Ratu Kalinyamat memang bukanlah mitos, namun memang benar ada. Ratu Kalinyamat merupakan pemimpin perempuan tangguh asal Jepara. Nama Ratu Kalinyamat sudah melekat erat masyarakat ” Kota Ukir “.

” Bekas wilayah kepemimpinanya juga dijadikan nama Desa dan Kecamatan. Bahkan juga sudah dijadikan nama jalan. Nantinya icon dan penamaan tentang Ratu Kalinyamat akan ditambah lagi,” ujar Sholih.

Lestari Moerdijat selaku Ketua Yayasan Dharma Bakti Lestari mengungkapkan, gagasan mengajukan gelar Pahlawan Nasional untuk Ratu Kalinyamat muncul sejak tiga tahun terakhir. Latar belakar akademik yang dimiliki dan kecintaan akan sejarah bangsa, mendorong untuk meneliti dan menelisik lebih dalam tentang Ratu Kalinyamat.

“Kemudian kami berduskusi dengan teman-teman di Jepara dan menyambut baik gagasan kami ini,” ungkap Rerie, sapaan Lestari Moerdijat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here