Dirikan Bank Sampah untuk Merawat Pantai Bondo
Sutrisno Ketua Bank Sampah Bhumi Lestari mengumpulkan sampah daur ulang dari warga sekitar Pantai Bondo

Dirikan Bank Sampah untuk Merawat Pantai Bondo

BANGSRI – Sampah botol minuman kemasan, plastik bekas makanan ringan, dan dedaunan terlihat berserakan di sebagian bibir Pantai Bondo, Kecamatan Bangsri. Sementara, para pengunjung masih tetap santai menikmati matahari tenggelam. Mereka tetap terlihat nyaman meskipun sampah mengelilingi kenyamanan itu.

Pantai Bondo, dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu lokasi wisata favorit masyarakat untuk melepas penat, kongkow-kongkow, atau sekadar menyeruput kopi di pinggir pantai. Warga setempat pun melihat itu sebagai peluang usaha. Rata-rata mereka membuka kedai dan warung-warung.

”Ya beginilah kondisinya. Ramai tapi urusan kebersihan masih kurang terjaga,” celetuk Sutrisno, warga Desa Bondo sekaligus Ketua Bank Sampah Bhumi Lestari, saat menunjukkan kondisi Pantai Bondo kepada Jeparahariini.com, Sabtu (15/08/2020).

Keresahan tentang kondisi lingkungan itu sudah bertahun-tahun dirasakan Sutrisno. Namun, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Sebab, semua tanah yang ada di bibir pantai merupakan milik pribadi masyarakat setempat. Atas dasar itulah, dia menilai sebagian warga acuh dengan persoalan sampah dan lingkungan.

”Karena tanah di sini milik pribadi, wong-wong dadi sak karepe dewe olehe buwak sampah (orang-orang jadi semaunya sendiri kalau membuang sampah, Red),” kata dia.

Terkait bank sampah, Sutrisno menceritakan bahwa pada tahun-tahun lalu sudah ada gagasan untuk mendirikan. Namun, karena kurangnya soliditas dan kesadaran warga, gagasan itu selalu mentah dan gagal. Melihat kondisi sampah yang semakin hari semakin membuat masalah, akhirnya dia memberanikan diri untuk menggagas ulang pendirian bank sampah tersebut.

Setidaknya selama tiga bulan terakhir, Sutrisno bersama beberapa warga lainnya merintis ulang bank sampah yang dia beri nama Bhumi Lestari. Beruntung ada Coorporate Social Responsibility (CSR) salah satu perusahaan raksasa yang mendorong gagasan itu. Untuk sementara, sampah-sampah dari perusahaan itu diberikan kepada bank sampah.

Baca Juga :  Wisata Gardu Pandang Puncak Jehan Kunir Keling

”Kalau deklarasinya baru sekitar tiga mingguan. Buat saya, keberanian mendeklarasikan gagasan ini penting supaya seluruh masyarakat sadar tentang lingkungan,” ujar Sutrisno.

Karena masih seumur jagung, anggota bank sampah ini baru sekitar 20 orang. Namun, dia percaya bahwa tantangan untuk merangkul semua warga bukanlah hal mustahil. Sampai sekarang, jumlah kedai dan warung sudah ada sekitar 50 an. Jika mereka semua mau aktif menabung sampah, bank sampah ini akan menjadi percontohan bagi tempat-tempat wisata lainnya di Jepara.

Bank Sampah di Pantai Bondo

Terkait dengan sistem keuangan bank, Sutrisno menjelaskan bahwa untuk satu kilo gram sampah plastik atau kertas dihargai Rp 1.300 ribu. Anggota bisa mengambil uangnya pada saat lebaran, natal, atau tiga bulan sekali.

Melalui bank sampah ini, Sutrisno dan anggotanya ingin mengkampanyekan pengelolaan tempat wisata yang peduli lingkungan. Dia sangat yakin bahwa gerakan positif itu bisa menjadi gerakan besar bagi masyarakat luas.

”Yang paling penting adalah persoalan lingkungan. Kami berprinsip bahwa Pantai Bondo harus menjadi tempat wisata yang indah dan peduli lingkungan. Kalau pantainya bersih, sudah pasti pengunjung akan nyaman. Serta akan ada dampak ekonomis bagi warga setempat,” tutur Sutrisno. (JHI-FQ)

About admin JHI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *