Kepala SD Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Kepala sekolah salah satu SD di Desa pelang Kecamatan Mayong diduga melakukan pelecehan seksual terhadap siswanya. Terang saja kasus tersebut membuat para wali murid sekolah tersebut resah.

Warga yang enggan disebutkan namanya meyampaikan, bahwa kepala sekolah berinisial Sh melakukan tindakan tidak senonoh berupa meraba-raba kemaluan, dada dan mencium korban tak lain merupakan siswinya sendiri. Parahnya, perlakuan tersebut tidak hanya dilakukan sekali dua kali. Dapat dibilang, Sh melancarkan aksi bejatnya kerap kali.

“Korban kebanyakan adalah siswi kelas VI. Karena yang bersangkutan merupakan pengampu mata pelajaran kelas VI,” tutur warga kemarin.

Ia menuturkan atas tindakannya itu, Sh dilaporkan kepada Petinggi Desa Pelang pada Jumat (10/10). Dilanjutkan pada Sabtu (11/10), dilanjutkan dengan demo wali murid. Sayangnya, para wali murid yang merasa anaknya dilecehkan luluh oleh penjelasan yang dibumbui dengan sumpah serapah menyebut nama Tuhan. “Para wali murid percaya karena yang bersangkutan sampai bersumpah menyebut nama Allah segala,” kata dia.

Disampaikannya, sebenarnya warga sekitar dan para wali murid telah mencium gelagat Sh telah lama. Sh menjabat sebagai kepala sekolah sekitar tahun 2011, selama tahun pertama Sh belum beredar omongan warga mengenai kasus pelecehan.

Namun pada tahun ke dua, 2012, kepala sekolah itu mulai berbuat ulah. Atas ulahnya itu, Sh pernah dilaporkan ke Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Mayong. Sh pun tak mendapatkan sangsi apapun dengan penjelasan disertai sumpah yang meyakinkan tersebut.

“Kabarnya sebelum di sekolah itu, yang bersangkutan juga melakukan kasus pelecehan,” imbuhnya.

Korban yang diketahui sebanyak sembilan anak. mereka adalah Rg, Fh, DA, IT, SM, AR, NS, SK, dan SO. Diduga diluar itu masih banyak lagi anak yang pernah dilecehkan.
Bahkan aksi pelecehan seksual tersebut juga dilakukan kepada anak SD berjenis kelamin laki-laki. Sh dilaporkan menyuruh siswanya berinisial Fh untuk membuka celana dan memperlihatkan kemaluannya kepada teman putri.

Baca Juga :  Pemancing Tewas Tersambar Petir di Pantai Kartini.

Ketika ditemui Fh mengaku memang telah diminta untuk memperlihatkan batang kemaluannya kepada siswi yang tak lain adalah temannya sendiri. “Iya disuruh nyopot celana, memperlihatkan sama temen saya,” kata Fh.

Ketika ditanya apakah Fh menuruti perintah cabul Sh, Fh hanya diam.

Sementara itu Sh ketika dikonfirmasi mengaku tidak pernah melakukan perbuatan itu sekalipun. Sh menceritakan kronologi kenapa didatangi para wali murid. Sh mengatakan, ada siswinya, Sd, yang mengatai temannya Vv dengan wanita tuna susila. Akhirnya Sd dikenakan denda sebanyak RP 125 ribu.

Sedangkan kasus siswa berinisial Fh yang diminta untuk telanjang juga ditampiknya. “Saya hanya menanyai apakah dia sudah khitan,” kata Sh. Pihaknya mengaku telah menjelaskan dengan para walimurid.
Via (Abdul Rokhim/Jawapos Radar Kudus)

About JHI

Jepara Hari Ini • Kabar Berita Jepara Terkini Kota Jepara, Sarana informasi dan Kabar terupdate diJepara. Informasi tentang Politik, Olahraga, Pendidikan dan Wisata Kota Jepara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *