130 Pemain Melamar

PERSIJAP – Seleksi pemain Persijap tahap pertama yang diselenggarakan, Sabtu (10/1) di Gelora Bumi Kartini diikuti oleh 130 pemain. Mereka semuanya berasal dari klub-klub amatir di bawah naungan PSSI Jepara. Seleksi itu dipantau langsung oelh pelatih baru Persijap, Nikola Ilievski dari tribune.

Karena pelamar jumlahnya dinilai sangat banyak, setiap pemain diberi kesempatan bermain game selama lebih kurang 15 menit. Mereka yang tak memenuhi kriteria pada game pertama langsung gugur. Pemain yang lolos akan terus mengikuti game-game selanjutnya.

’’Pelamar sangat banyak karena kami sebelumnya mengumumkan ke seluruh klub-klub amatir di Jepara. Antusiasme pemain asal Jepara untuk memperkuat Persijap tinggi,’’ kata Chief Executive Officer PT Jepara Raya Multitama M Said Basalamah, kemarin.

Berlanjut

Pada hari pertama itu, dari 130 pemain akhirnya diperoleh 33 pemain.

Seleksi dilanjutkan Minggu pagi kemarin. Dari 33 pemain tinggal 13 pemain yang bertahan. Selebihnya tereliminasi. Untuk 13 pemain yang masih bertahan, mereka statusnya masih pelamar. Mereka belum direkrut karena diminta pelatih untuk bersaing dalam seleksi bersama para pemain profesional yang akan digelar pada Selasa (13/1).

’’Peltih melihat beberapa pemain lokal Jepara yang dua hari ini mengikuti seleksi. Sebagian menarik perhatian pelatih, namun tetap membutuhkan banyak polesan,’’ lanjut Basalamah.

Sebelumnya, manajemen telah merekrut sembilan pemain asal Jepara yang sudah memperkuat klub Divisi Utama dan Indonesia Super League. Persijap sedang bersiap mengikuti kompetisi Divisi Utama yang akan digelar mulai 19 Februari mendatang. (H15-21) Suara Merdeka

Sumber : http://goo.gl/7gevTk

Baca Juga :  Lagi, Atlet Sepak Takraw Jepara Tambah Medali Untuk Indonesia

About JHI

Jepara Hari Ini • Kabar Berita Jepara Terkini Kota Jepara, Sarana informasi dan Kabar terupdate diJepara. Informasi tentang Politik, Olahraga, Pendidikan dan Wisata Kota Jepara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *